
Flashback
Kringggg!!!!!!
Bel jam pulang sekolah berbunyi, Fabian mengumpulkan buku matematikanya ke meja guru. Kemudian ia pergi keluar dari kelas itu sambil membawa tas miliknya.
" Andi,Wisnu,Rakha,Danar.... gua duluan ya!! Jangan lupa nanti jam setengah sembilan kumpul di rumah gua." Ucap Fabian.
" oke siap Fab." Ujar Danar.
" kalau begitu gua duluan ya!!! Daahhh..." Fabian melangkah di depan ruang tata usaha, kemudian Laras memanggil dirinya.
" Fabian"
panggil Laras yang datang dari searah jarum jam.
" apa?" Tanya Fabian.
" Ish kamu terlihat makin ganteng aja." Ucap Laras. " ayo kak ikut sama Fabian." Fabian memegang tangan Laras lalu membawanya ke parkiran.
" kamu mau bawa kakak kemana?" Tanya Laras.
" nih pake helmnya." Ucap Fabian.
Laras pun mengenakan helm itu, Kemudian ia naik keatas motor Fabian.
" sudah siap kak?" Tanya Fabian.
" sudah..." jawab Laras.
__ADS_1
" ya sudah kalau begitu ayo kita berangkat." Ucap Fabian.
" kamu mau bawa kakak kemana sih?" Tanya Laras. Fabian hanya terdiam sambil fokus mengendarai motor gedenya.
Mereka sampai di sebuah taman dengan ayunan dan berbagai macam permainan yang tersedia disana. Fabian turun dari motornya , diikuti oleh Laras dibelakangnya.
" Ihh kamu mau ngapain dek?" Tanya Laras yang digendong oleh Fabian. Lalu ia berlari membawa Laras sambil berputar putar di taman.
Setelah puas bermain bersama, Laras duduk di sebuah ayunan yang digantung di sebuah pohon sedangkan Fabian sedang asyik menonton Film Tom N Jerry di ponselnya.
" Telolelelellelelet" Seorang tukang es krim melintas tepat di depan Fabian. " mang sini!!!" Teriak Fabian. " ya beli yang mana den?" Tanya tukang es krim itu.
" yang Merk ******** aja dua." Jawab Fabian.
" oke... ini.." Ujar tukang es krim itu yang memberikan dua buah es krim pada Fabian.
" ini uangnya." Ucap Fabian. " terimakasih." Ujar tukang es krim itu.
" hah? Makasih ya dek." Ucap Laras yang memakan es krim itu dengan lahap. Hingga membuat mulutnya menjadi belepotan. Fabian pun berinisiatif untuk mengelap es krim di mulut Laras.
" sssttt diam." Laras terdiam saat Fabian mengelap es krim yang belepotan di mulutnya. Jantungnya berdebar tak seirama dan keringat dingin bercucuran. Hingga ia tak bisa berkata kata.
" ayo pulang..sudah sore..lagipula Bian ada janji sama teman." Ucap Fabian. " hmm... oke." Jawab Laras. Mereka pun kembali pergi dengan menaiki motor.
********
"Duarrrr!!!!"
Teriak Elsa yang membuat Fabian kaget. " eh mantan mantan." Teriak Fabian yang terkejut karena ulah Elsa yang menyebalkan.
__ADS_1
" eh emangnya enggak ada kerjaan bukan? Main ngagetin aja?" Tanya Fabian yang berusaha mengatur nafasnya.
" maafin Fab, lagian kamu bengong." Ujar Elsa.
" iya... kamu belum tidur?" Tanya Fabian.
" Belum Fab, aku tidur disini boleh enggak?" Tanya Elsa. " boleh, tidur diatas sofa saja. Biar Gua dibawah." Ucap Fabian yang mengambil satu bantal diatas sofa.
" iya... makasih, kamu jangan nakal ya!!!" Ujar Elsa.
" terserah gua lah." Ucap Fabian dengan penuh emosi.
" awas aja kalau nakal. Aku cubit ginjal kamu." Ucap Elsa yang kemudian tertidur lelap.
" yah tidur. Yaudah gua juga tidur." Ucap Fabian.
" Hiks...hiks...hiks.."
Laras menangis disamping Fabian yang sedang tertidur.
" Kak Laras? Kenapa lagi?" Tanya Fabian yang berbicara pada Arwah kakak kelasnya itu.
" aku mau minta maaf." Ucap Laras.
" minta maaf kenapa?" Tanya Fabian.
" sejak pertama kali aku menikah, aku harus ikut dengan Tuan Ashraf. Lalu aku berhubungan seperti itu hanya sekali atau saat mama mertuanya ada saja. Saat mama mertuaku tidak ada, aku bersifat sinting seperti kamu hingga berbulan bulan dan puncaknya hingga aku hamil empat bulan. Aku dikembalikan oleh suami aku ke mama dan papa. Lalu disitu aku mengakui kalau aku hanya sengaja berbuat sinting dan akhirnya semuanya marah hingga papa dan mama pun mengusir aku dari rumah. Untungnya ibu kos tempat aku tinggal dulu masih belum tahu kalau aku hamil hingga akhirnya,Karena aku memikirkan kesalahanku aku banyak pikiran dan stress berat hingga terjadi pendarahan dan komplikasi." Ucap Laras.
" iya, bian maafin kok. Kamu tenang saja disana." Ucap Fabian. " iya Fab." Laras kemudian menghilang tanpa jejak dan Fabian pun melanjutkan tidurnya.
__ADS_1
yuk Like,,Vote dan komennya kakak kakak😊😊😊