5 Manusia Tampan

5 Manusia Tampan
Ziarah


__ADS_3

Jam setengah tujuh pagi


Kukuruyuk!!!!!


Suara ayam bersahutan di depan Fabian yang tertidur di sofa. Ia terbangun dan terkejut bahwa ada ayam yang masuk kedalam rumahnya.


" cepat pergi sebelum Saya goreng kau!!" Gertak Fabian yang bangun dari tidurnya.


Wok..wok..wok..wok.. ( dasar enggak tahu diri, bukannya bilang terimakasih udah dibangunin,) gumam ayam jago itu.


" Iya, apa gua minta Lulu buat sekalian ziarah ke makam anaknya ya?? Gua coba ah.." Fabian mengambil jaket miliknya. Lalu duduk di meja makan.


" Kamu mau kemana udah Pake jaket kayak gitu?" Tanya Lulu yang menyiapkan sarapan. " mau Ziarah ke makam fans, capek beberapa hari ini di datangi mulu." Gumam Fabian.


" yaudah kita semua ikut ya!!" Ucap Daniar. " yaudah, ayo sarapan dulu." Ucap Fabian.


( Skip pemakaman)

__ADS_1


" permisi...selamat pagi para penghuni disini... sapaan saya tidak usah dibalas Karena akan merepotkan nantinya." Ucap Fabian dengan sikap sintingnya.


" Andari...bagaimana kabar kamu disana?" Tanya Lulu yang duduk di pinggir makam anaknya itu. Lulu mulai mencabuti rumput yang ada di kuburan anaknya itu. Sedangkan Fabian ke kuburan Laras yang dipenuhi rumput.


" Laras... nih rumah ( makam) kamu udah bian rapihin. Nanti kamu yang tenang ya disana." Ucap Fabian yang merapikan makam Fans kakak kelasnya itu.


" Andari... Mama pulang ya!! Lain kali mama kesini lagi.. semoga kita nanti dapat bertemu di akhir waktu nanti." Gumam Lulu sambil menangis.


" Udah Lulu?" Tanya Fabian yang selesai merapikan makam Laras. " udah... ayo pulang.... Andari...Mama Pulang ya!!!" Ucap Lulu yang berjalan meninggalkan Pemakaman bersama Fabian, Ashinta dan Daniar yang tak berbicara sedikitpun.


******


" Laras kenapa?" Tanya Fabian. " mana gua tau? Mending kita kejar saja dia." Anak anak itu berlari menuju kamar mandi sekolah.


" ada apa kak Dina?" Tanya Fabian. " enggak tau, tadi katanya laras sakit perut sama batuk darah dek Fabian." Ujar Dina.


" apa? Batuk darah?" Tanya Fabian yang membulatkan matanya. Ia pun menggedor gedor pintu kamar mandi perempuan yang dimasuki oleh Laras.

__ADS_1


" Enggak ada respon, minjam kepala lu Rakha." Fabian membenturkan kepala Rakha ke pintu kamar mandi dan betapa terkejutnya ia saat menemukan Laras dengan wajah penuh darah.


" Kak Laras? Kakak kenapa?" Tanya Fabian yang membangunkan kakak kelasnya itu. " cepat panggilkan ambulans." Teriak Fabian.


Di Rumah Sakit


Fabian,Daniar,Rakha,Wisnu,Danar, Andi dan Dina sedang harap harap cemas di rumah sakit. Dokter pun keluar dengan wajah tertunduk lesu.


" bagaimana kondisinya dok?" Tanya Fabian. " maaf, kami sudah berusaha semaksimal mungkin, namun Takdir berkata lain. Dia dan janinnya yang berusia 4 bulan tidak selamat." Ucap Dokter Wita.


" hah?" Fabian dan anak anak lainnya berlari masuk menemui Laras yang sudah terbaring kaku tak bernyawa.


" Laras!!!" Semuanya menangis saat Laras mulai ditutup seluruh tubuhnya dengan kain.


" Laras?? Kamu kenapa nak?" Tanya Bu Tania, Pak Hamzah dan Ashraf, suaminya.


" dia meninggal karena pendarahan pak. Mungkin karena banyak pikiran dan adanya tekanan batin. Hingga membuatnya stress." Ucap Dokter Wita. Pak Hamzah yang sudah terkena penyakit stroke pun mengalami serangan jantung dan istrinya menangis sedih.

__ADS_1


" sudah, kita pulang saja dulu. Nanti kita bisa ke pemakamannya." Ucap Fabian. Anak anak itu pun pergi dari ruangan rumah sakit ternama di kota X itu.


__ADS_2