5 Manusia Tampan

5 Manusia Tampan
After Rain


__ADS_3

Tik..tik..tik..


Hujan turun dengan derasnya, membuat sekolah mendadak menghilang tertutup kabut. Fabian dan teman temannya pun menunggu hujan reda sambil main Abcd lima kata.


"ABCD Lima Kata,.... A,b,c,d,e,f,g,h,i,j,k. Nama orang dari K apa?" Tanya Daniar yang memimpin permainan itu. " Katimin, jawab Wisnu. Kinara, jawab Fabian. Kirana, jawab Andi. Kuncoro, jawab Daniar. Komeng, jawab Rakha. Kunti... jawab Danar."


" Kunti? Maksud lu?" Tanya Fabian.


"Hihihihihihihi"


Si Setan Kredit alias Laras kembali datang. Dengan wajah yang menyebalkannya. Dia ada di belakang Fabian.


" rek naon sih maneh didieu?" Tanya Fabian yang geram dengan hantu itu.


" masih pengen minta tanda tangan bukan?" Tanya Daniar yang kesal dengan hantu yang satu ini.


" enggak, gua kesini mau nawarin Skincare yang merk H harganya 60 ribu kalau yang merk F harganya 70 ribu." Ucap Laras.


" Setan teu waras, malah promosi. Geus di endorse emang?" Tanya Rakha yang kini ikut kesal akibat ulah hantu itu. " Geus, Aing di endiorse 75 rebu." Jawab Hantu itu.


" idih... enggak waras, beda 4 ribu sama harga skincare satuannya." Tukas Daniar yang menyambar pembicaraan mereka.


" bodo amat.. ini bisnis gua...yaudah kalau enggak mau beli gua pergi lagi. Bye." Sahut Kuntilanak itu.


" Huh... gak waras." Teriak Danar. " yaudah, sebelum kita ikut ikutan gila karena hantu itu. Mending kita pulang." Ucap Rakha.


" iya, Rakha benar. Ayo." Ucap Daniar yang menarik tangan Fabian. " iya ayo." Setelah hujan berhenti, anak anak itu meninggalkan kelas dan pulang ke rumah masing masing.


*****


" wah kita kejebak hujan nih Ashinta, kita harus bagaimana?" Tanya Wisnu yang kebingungan. " yaudah kita tunggu saja hujan berhenti." Jawab Ashinta yang duduk di depan emperan toko yang tutup.


" Yang hujan..turun lagi..dibawah payung hitam ku berlindung." Ashinta bernyanyi sambil menatap hujan yang terus membasahi jalanan kota X.

__ADS_1


Hujan... engkau hadir setelah mendung, seperti hatiku ini yang mendung dan gelap dengan duka dan akhirnya hujan air mata yang cukup deras membasahi seluruh tubuhku ini. Wisnu justru membaca puisi.


Dan setelah hujan muncul pelangi yang indah yang mampu mewarnai dunia. Seperti hatiku yang terjebak dalam kegelapan dan hujan air mata, lalu aku menemukan pelangi dan bidadari cantik yang kini membuat hidupku kembali berwarna dan aku bisa menemukan siapa diriku ini dan aku bisa menemukan kembali ritme hidupku setelah datangnya bidadari cantik itu.


" ye... kamu hebat." Semua orang bersorak saat Wisnu telah membaca puisi yang membuat semua orang terhibur.


" yang kamu maksud bidadari cantik yang muncul setelah mendung dan hujan itu siapa?" Tanya Ashinta yang bangkit dari duduknya dan menatap Wisnu. " siapa lagi kalau bukan kamu sayang." Ucap Wisnu yang mencium kening Ashinta dengan Lembut.


" udah ah pulang yuk!! Malu diliat orang orang. Lagipula hujan sudah berhenti." Ucap Ashinta. " iya ayo," Wisnu dan Ashinta melanjutkan perjalanan menembus hujan.


...****************...


Inara masuk ke dalam rumahnya, ia terkejut karena mama dan papanya sudah menunggunya. " ada apa ini?" Tanya Inara yang terkejut.


" Inara, kenalkan ini Pak Agus, ini Pak Raymond dan ini Bu Winda. Mereka sengaja datang jauh jauh dari kota B. Untuk membahas soal perjodohan kamu dengan pak Raymond.


" what? Perjodohan? Enggak papa, aku enggak mau. Pokoknya aku mau melanjutkan sekolahku titik!!" Ucap Inara.


" pokoknya aku enggak mau!!" Teriak Inara yang pergi keluar rumah sambil berlari hingga ia tak sadar ada sebuah mobil truk yang melaju kencang dan menabrak dirinya.


"Draggghhh" truk itu terus melaju dan Inara tergeletak di tengah jalan.


"Inaraaaa!!!" Teriak papa nya.


...****************...


" Elsa, maafin aku. Aku udah jahat sama kamu dan juga Tasya. Sa, tolongin aku, badan aku sakit semua. Maafin aku." Ucap Inara yang mengenakan pakaian yang sama saat dia tertabrak mobil.


"Inara!!!!" Teriak Elsa yang terbangun dari tidurnya.


" kamu kenapa Elsa?" Tanya Tasya yang sedang tidur di sampingnya.


" aku mimpi buruk soal Inara, pasti dia kenapa kenapa dijalan?" Tanya Elsa yang nafasnya tak kunjung berhenti.

__ADS_1


" Udah, jangan pikirin yang aneh aneh. Mungkin cuman mimpi doang." Gumam Tasya.


" Dreeertt!!!!" Fabian menelepon dirinya.


" Apa Fab?" Tanya Elsa. " kamu tau soal Inara? Ia tertabrak mobil tadi siang, dan sekarang dia sudah ada di rumah sakit." Ucap Fabian.


" apa?? Tuh kan benar mimpi aku itu. Dia ada di rumah sakit sekarang." Gumam Elsa yang menangis histeris. " iya, sekarang kita ke rumah sakit." Ucap Tasya. Mereka pun pergi ke rumah sakit.


****


" Inara!!! Bangun Inara!! Papa tidak mau kehilangan kamu!! Papa mohon!! Sadarlah.." Ucap Pak Bagus yang menepuk Pipi anak gadisnya itu.


" maaf pak, bapak harus menunggu disini." Ucap Suster yang menutup ruang ICU rumah sakit.


Mungkin ini adalah akibat dari perbuatanku yang begitu egois. Aku sudah membuat Elsa sedih dan kecewa. Begitu juga dengan kak Fabian, dia sangat merasa bersalah saat gadis pujaan hatinya terluka hatinya karena aku.


" bagaimana kondisi Inara pak Bagus?" Tanya pak Agus yang datang bersama pak Raymond. " saya tidak tahu," Jawab pak Bagus.


" maaf keluarganya bisa masuk?" Tanya Suster yang menangani Inara. " saya bapaknya, bagaimana kondisi anak saya?" Tanya Pak Bagus.


"Jadi anak bapak mengalami pendarahan yang cukup parah akibat benturan keras pada kepalanya. Jadi dia juga koma selama dua tahun." Ucap Dokter Risna.


" apa? Dua tahun? Aaaaa!!!" Pak Bagus mendadak serangan jantung lalu meninggal dunia. Pak Raymond dan keluarganya langsung pergi meninggalkan Pak Bagus yang sudah tak bernyawa begitu saja.


******


" Inara!!! Kamu kenapa Inara?? Dok? Dia kenapa?" Tanya Tasya dan Elsa yang menangis histeris sambil memeluk Inara.


" dia koma selama dua tahun akibat kecelakaan dek." Ucap suster yang menangani Inara. " apa? Dua tahun? Lama sekali itu dok?" Tanya Elsa yang terus menangis sambil memeluk sahabatnya itu.


" kamu cepat sadar, setelah ini kita main bertiga." Teriak Elsa yang duduk di samping kanan kepala Inara.


" Inara.... aku mohon...sadarlah.." pinta Elsa yang terus menangis.

__ADS_1


__ADS_2