5 Manusia Tampan

5 Manusia Tampan
Cerita Laras


__ADS_3

Tik....tik...tik...


Hujan turun dengan derasnya, Laras menunggu di depan ruang Tata Usaha yang kebetulan tepat menghadap ke parkiran. Ia mengigil kedinginan dan ia pun menunggu hujan itu berhenti.


Fabian yang masih sakit hati ditinggal Lulu, sahabatnya sejak kecil. Hatinya tergugah saat melihat Laras, kakak kelasnya yang sudah kelas tiga sedang mengigil kedinginan.


Ia pun berinisiatif untuk memberikan Jaketnya pada kakak kelasnya itu. Ia pun memakaikan jaket miliknya ke tubuh kakak kelasnya itu.


" hah??" Gumam Laras saat melihat adik kelasnya yang sangat tampan memakaikan jaket kepadanya.


" iya, kakak pasti kedinginan bukan?" Tanya Fabian.


" hmm...makasih ya!!" Ujar Laras.


" sama sama... ayo kakak Saya antar pulang, rumah kakak dimana?" Tanya Fabian yang memberikan jas hujan miliknya pada Laras.


" hah? Enggak apa apa emang de?" Tanya Laras.


" enggak kok... ayo naik..nanti kesorean." Fabian pun memakai jas hujan berwarna hijau miliknya. Laras mengenakan jas hujan berwarna ungu milik Fabian.


" sudah siap kak?" Tanya Fabian yang sudah menaiki motor gede miliknya. Laras pun menaiki motor gede milik Fabian.

__ADS_1


Mereka pun mulai pergi menembus hujan. Setelah beberapa menit perjalanan, akhirnya mereka berdua sampai di rumah kosan milik Laras.


" sampai juga." Fabian dan Laras berjalan ke halaman depan rumah kosan itu. Lalu melepas jas hujannya.


" kamu mau mampir dulu dek? Hujannya makin deras loh!!" Ujar Laras.


" hmm....baiklah." Ucap Fabian yang duduk di teras depan rumah kos itu.


" kamu mau minum apa dek?" Tanya Laras. " hmm...air hangat saja." Ucap Fabian. " yaudah, sebentar aku ambilkan dulu." Laras mengambil air hangat dalam gelas lalu memberikannya pada Fabian.


Saat ia akan memberikan air minum itu, ia terkejut karena Fabian melepas seragamnya hingga otot otot kekarnya terlihat. Ia pun sambil terheran heran memberikan minum air hangat itu.


"Uuhh gantengnya." Ia mengintip dari balik kaca ternyata Fabian kembali pergi tanpa pamit. Namun, dia meninggalkan secarik kertas di Bawah gelas.


Ia pun keluar dan membaca surat itu. " terimakasih suguhannya, maaf saya harus langsung pulang dan ini nomor whatsapp ku jika kakak mau." Laras pun menyimpan nomor itu lalu kembali masuk kedalam rumahnya.


*****


Di rumahnya, Fabian tinggal sendirian. Ashinta, Rara dan Nabila. Adik adiknya masih tinggal bersama ayahnya. Sejak orangtuanya bercerai, mama nya menikah lagi. Begitu juga ayahnya yang menikah lagi lalu memboyong ketiga anak perempuannya sekaligus.


" masak masak sendiri, makan juga sendiri, mandi juga sendiri tidur juga sendiri. Aduh sedih amat hidup Aing sebagai jomblo?" Gumam Fabian yang berbaring di tempat tidurnya.

__ADS_1


" kakak kelas yang tadi cantik juga ya!! Mudah mudahan dia menghubungi gua." Gumam Fabian yang menonton Acara gosip selebriti di TV kamarnya.


Disisi lain, Laras penasaran dengan sosok Fabian. Ia pun menekan tombol panggilan untuk mengenal Fabian lebih jauh.


" Dreeerrrttt"


" halo?" Tanya Fabian yang mengangkat telepon miliknya.


" halo juga, dek lagi ngapain? Kamu udah makan?" Tanya Laras sambil memakan cemilan kesukaannya.


" udah kak. Ini lagi nonton acara gosip selebriti." Ucap Fabian. " lah ngapain kamu nonton acara selebriti dek?" Tanya Laras yang tertawa sambil menepuk jidatnya.


" lagian TV di rumahnya isinya semut semua." ( note: gambar hilang/ renyek) gumam Fabian.


" yang ada cuman satu stasiun. Itu juga sekarang lagi acaranya gosip selebriti. Uhh lagi hot banget." Gumam Fabian.


Gua kenapa jadi julid gini sih?? Ah sengklek deh. Batin Fabian yang menggaruk kepalanya padahal tidak gatal.


" Hmm... yaudah deh... lain kali aku telepon lagi ya dek aku enggak mau ketularan sinting kayak kamu. Bye." Ucap Laras.


" oke." Fabian melanjutkan menonton acara selebriti itu.

__ADS_1


__ADS_2