5 Manusia Tampan

5 Manusia Tampan
Lima Manusia Tampan : Kesedihan Lulu


__ADS_3

Cekrekkk!!!!


Lulu menatap foto dirinya saat masih mengenakan kostum ala Tuan Putri bersama Fabian yang masih mengenakan kostum Pangeran. Ia merasa sangat sedih karena gagal menjadi sahabat yang baik dan juga gagal dalam meraih mimpinya. Karena ia ternodai di umurnya yang ke 17 tahun dan juga dia saat itu duduk di kelas dua SMA.


" Lulu? Kenapa kamu menangis?" Tanya Fabian yang sudah mengenakan sweater dan celana Panjang berwarna crame miliknya.


" Fabian? Enggak... aku cuman kelilipan kok. Aku cuman lagi menimang si lala aja, dari tadi dia belum tidur." Jawab Lulu.


" jangan bohong Lulu!!! Aku juga tau kok, kamu pasti menangis kan? Jujur saja!! Kalau ada masalah bilang sama aku!!" Sahut Fabian.


" aku enggak enak saja sama kamu Fab, aku disini cuman numpang hidup. Dan cuman bisa menyusahkan kamu saja." Ujar Lulu yang menatap Fabian.


" jangan bicara seperti itu!! Jujur saja aku senang kok ada kamu disini. Rumahku juga tidak akan sepi karena selalu ramai dengan suara suara kalian. Mungkin, jika kamu,Ashinta,Lestari dan Daniar menikah. Rumah ini akan menjadi Sepi, tidak akan ada lagi suara suara gaduh dari kalian." Ujar Fabian.


" Fab, jangan bikin aku jadi makin sedih dong." Teriak Lulu yang semakin menangis sedih.


" Enggak kok... yaudah... Fabian pamit pergi dulu.. hmm... Fabian sayang Sama Lulu." Mata Lulu terbuka lebar saat Fabian menc*um Keningnya. Air matanya pun akhirnya tumpah saat Fabian pergi dari tempatnya berdiri saat ini.


_______________________________________________

__ADS_1


Satu jam sebelumnya


" oke, Ananda Tasya boleh pulang hari ini. Nanti mas Andi silakan urus administrasinya." Ucap Dokter Fadly. Dokter yang menangani Tasya.


" syukurlah, kamu bisa pulang hari ini." Ucap Aurelia yang mengelus kepala Tasya dengan lembut. " kamu pulang ya ke rumah kamu lagi, biar kakak kamu bisa mengurus kamu." Ucap Aurelia pada Tasya.


" enggak!!! Aku enggak mau pulang ke rumah... nanti si kakek Tua itu jodohin aku lagi." Gumam Tasya.


" kamu mau pulang kemana lagi? Tinggal sama aku dan Mas Andi, nanti kamu dicariin sama kakek kamu. Kakek kamu lapor polisi, kita juga yang repot." Gumam Aurelia.


" kamu sama Kak Andi Usahain dong!!! Aku enggak mau di jodohin. Aku enggak Rela, kalau aku pulang ke rumah, mending kalau aku udah enggak bernyawa." Teriak Tasya.


" Halo? Kak Fabian?" Tanya Aurelia yang menggunakan handphone milik Andi.


" halo? Apa?" Tanya Fabian.


" ini, aku cuma mau bilang. Si Tasya sudah boleh pulang sama dokter. Cuman, dia enggak mau pulang ke rumahnya." Ucap Aurelia pada Fabian.


" oke... sekarang juga saya kesana. Nanti saya coba bicarakan sama kakeknya dia." Ucap Fabian. " oh oke, baik. Terimakasih." Ucap Aurelia.

__ADS_1


" sama sama." Fabian pun segera bersiap siap untuk pergi.


________________________________________


" Lulu? Kenapa kamu menangis? Fabian galak sama kamu bukan?" Tanya Daniar yang turun dari tangga berbentuk Zig zag itu.


" niar...." Ucap Lulu yang menangis memeluk Daniar.


" Lulu? Kamu kenapa sih? Pagi pagi sudah menangis seperti ini?" Tanya Daniar yang ikut menitikan air mata.


" Kita semua berhutang budi sama Fabian, dia yang selama ini mengurus kita. Suatu saat nanti, kalau kita sudah menikah semuanya. Kita akan meninggalkan dirinya disini." Ucap Lulu sambil menangis terisak.


" iya sih... kalau kita menikah pasti kita akan ikut tinggal bersama suami kita masing masing. Tapi kamu jangan dulu fokus kesitu. Fokus saja sama pemulihan psikologis kamu. Aku aja masih trauma atas kegagalanku untuk menikah." Ucap Daniar yang memeluk Lulu.


" Baik Niar.... kita pasti bisa melalui ini semua." Ucap Lulu. " iya Lulu.... ayo kita sarapan. Anak anak yang lain sudah menunggu." Seru Daniar.


" baik." Lulu dan Daniar pun pergi ke ruang Makan untuk sarapan bersama Ashinta dan Lestari yang baru saja selesai di pijat.


__________________________________

__ADS_1


Ayo kakak kakak...Like...Vote lalu Komen Cerita ini😊😊😊


__ADS_2