5 Manusia Tampan

5 Manusia Tampan
Lima Manusia Tampan : Terjebak Hujan


__ADS_3

Tik...tik...tik


Rintik Hujan mulai turun, Fabian segera menambah kecepatan motornya agar tidak kehujanan di tempat yang sama sekali tidak ada lokasi untuk berteduh. Hujan semakin deras ia segera mencari tempat untuk berteduh.


" Untung udah dekat sama Rumah Elsa, mampir dulu ah." Gumam Fabian yang memasukan motor miliknya kedalam areal rumah Elsa.


Mendengar ada suara Motor yang masuk kedalam areal rumahnya. Bu Fatimah, Mama Elsa segera mengintip siapa yang datang dari jendela rumah.


" Itu siapa ya??" Tanya Bu Fatimah.


Bu Fatimah pun keluar rumah untuk menanyakan siapa dan ada keperluan apa pada Fabian.


" Mas..." Panggil Bu Fatimah.


" permisi bu... saya Januar ingin numpang berteduh disini. Hujannya lebat bu Jadinya saya berteduh disini. Elsa nya ada bu? Kebetulan saya Kenal sama Elsa." Ucap Fabian.


" oh emang Mas Januar siapanya Elsa ya? Maaf nama ibu Fatimah. Mama nya Elsa." Ucap Bu Fatimah.


" Oh ini Mama nya Elsa, masih muda rupanya. Tadinya Mau gua Jadiin pacar. Eh tapi mending sama anaknya aja lah." Batin Fabian.


" Mas... Jawab dulu pertanyaan ibu!" Sahut Bu Fatimah.


" Saha nya.... kumaha deuih ieu ngajawabna?" Tanya Fabian yang kebingungan.


" Lah si Mas nya punya wajah blasteran tapi jago bahasa sunda nya??" Tanya Bu Fatimah.


" Enya Bu, simkuring teh kakalengeuna Neng Elsa." Jawab Fabian agak gugup.


" Kamu pacarnya Elsa? Ganteng sekali kamu... silakan duduk.. sebentar mama bangunkan Elsa dulu." Fabian yang merasa lega duduk di kursi teras rumah. Sedangkan Bu Fatimah masuk kedalam rumah.

__ADS_1


Fabian mengambil ponselnya lalu menghubungi orang rumah untuk memberikan info kalau dia kejebak hujan lebat.


Januar : Lulu? Ashinta udah pulang belum? Bilangin Fabian ada di rumah Elsa. Kejebak hujan.


Lulu : Bilang aja mau apel ke rumah Elsa wkwkwk


Januar: Eh kejebak hujan Asli, daripada berteduh di tempat yang asing, Gabut... mending di rumah Elsa.


Lulu : iya nanti aku bilangin, anaknya juga lagi tidur.


Januar : iya...


Fabian menyimpan ponselnya kembali. Lalu ia tertidur.


_____________________


" what? Siapa ma? Hmm.... oh Kak Fabian..." Gumam Elsa.


" bukan.. dia namanya Januar." Jawab Bu Fatimah.


Elsa menepuk keningnya lalu berkata, " Mama... Kak Fabian dan Kak Januar itu masih orang yang sama. Dia ada diluar?" Tanya Elsa.


" iya.. suruh masuk aja deh. Soalnya hujan lebat, ada angin kencang lagi." Ucap Bu Fatimah.


Brakkkk!!!!!!


Beberapa atap rumah berterbangan seiring dengan adanya angin ****** beliung yang melintas di tempat itu. Membuat Lulu menangis ketakutan.


" Ashinta!!! Diluar ada angin Besar.... kakak takut!!" Gumam Lulu yang menggendong anaknya itu.

__ADS_1


" Gapapa... Kakak diam saja disini... semuanya aman kok." Gumam Ashinta. Memang dia juga sama takutnya, namun dia sudah terlatih sejak kecil untuk menghadapi bencana seperti sekarang ini.


" Ishh ya ampun... mama lihatlah..atap rumah mereka berterbangan. Ada pusaran angin lagi!!" Teriak Elsa. Mendengar teriakan Elsa, Fabian terbangun lalu meminta Elsa dan Bu Fatimah untuk masuk kedalam rumah.


" Bu, Elsa.. ayo kita masuk.... anginnya besar sekali!!" Gumam Fabian.


" iya Ayo." Ucap Elsa.


" Kak Fabian ngapain kesini?" Tanya Elsa.


" maaf.. untuk kedepannya panggil kak Januar saja. Tadi abis anter si Wisnu jemput kakaknya." Jawab Fabian.


" Braakkkkkk!!!!!"


Angin semakin kencang dan membuat Sebuah Pohon yang terletak di depan rumah Elsa tumbang.


" Mama!!! Aku takut!!!" Teriak Elsa yang menangis ketakutan.


" Tenang... kita berdoa saja.. mudah mudaham tidak terjadi apa apa." Gumam Fabian.


" Aamiin."


Mereka bertiga pun duduk di Sofa panjang ruang tengah lalu mereka bertiga tertidur.


Nanti Saya lanjut di Episode 49


______________


Maaf kalau tidak nyambung, garing atau banyak kesalahan lainnya karena saya adalah manusia biasa yang tak sempurna dan kadang salah. Wait kok jadi nyanyi sih?? Jangan lupa like,Koment, dan Vote nya ya kakak kakak.

__ADS_1


__ADS_2