5 Manusia Tampan

5 Manusia Tampan
Mengantar Pulang


__ADS_3

" Sudah sampai," Ucap Fabian yang menemani Lestari pulang ke rumahnya. " Kak Bian, gue mohon...jangan sampai Ashinta tau soal ini.. gue enggak mau kehilangan sahabat gue satu satunya hiks...hiks.." Gumam Lestari yang memohon kepada Fabian.


" Tapi kamu mau Ashinta tau dari orang lain? Dan itu tidak sepenuhnya benar?" Tanya Fabian lagi yang kini tegas pada Lestari.


" iya... sekarang gue pulang dulu." Ucap Lestari yang masuk kedalam rumahnya.


" yaudah kita menginap saja di rumah nenek gua. Soalnya tenaga kita sudah habis untuk kembali ke rumah masing Masing." Ucap Fabian.


" oke baik Fab." Ucap Andi.


Satu jam sebelumnya


" Kak Lulu, Ashinta.... emangnya Fabian tau kalau kita semuanya ada disini?" Tanya Elsa yang duduk berdampingan dengan Tasya dan Lulu yang sedang mengasuh anak adopsinya yang baru berumur tiga tahun.


" tau kayaknya... biasanya kalau rumah dikunci paling tidur di rumah temennya atau di post ronda. Atau bisa juga dia bawa kunci cadangan." Ucap Ashinta.


" oh yaudah." Ucap Elsa.


Tok..tok...tok...


Elsa terkejut saat membuka pintu, ia melihat Fabian,Rakha,wisnu dan Andi wajahnya luka lebam. Sedangkan Danar tidak mengalami luka sedikit pun.

__ADS_1


" Fabian? Kamu kenapa? Kok muka kamu lebam begitu?" Tanya Elsa.


" biasa kita habis berantem tadi.." Ucap Fabian.


" Ish muka kamu banyak yang lebamnya, sini biar aku obati." Ucap Elsa yang mengambil kotak obat. Sedangkan Fabian dan tiga kawannya yang masih terluka duduk berdampingan.


" Fabian? Kamu kenapa?" Tanya Lulu dan Ashinta.


" biasa.... urusan laki laki." Gumam Andi yang mengangkat kedua alisnya kepada Tiga kawannya.


" Yaudah.... btw gue mau ngenalin ini anak adopsi gue..namanya Lala...umurnya masih tiga tahun. Surat Adopsi resmi bertanda tangan diatas matereinya ada diatas meja di kamar." Ujar Lulu.


*******


" Awww sakit!!!!" Teriak Fabian, Andi,Rakha dan Wisnu yang luka di beberapa bagian tubuhnya di obati oleh Lulu,Elsa,Tasya dan Ashinta.


" Iya sabar...sebentar lagi selesai kok." Ucap Lulu yang mengobati luka Rakha sambil menggendong Lala.


" Danar? Yang bikin aku penasaran itu kamu. Kok kamu enggak Kenapa kenapa sih? Padahal kamu Bareng sama mereka?" Tanya Elsa.


" ya tadi kan kita diusir dari rumah Pak Tomi. Lalu kita mampir di bar. Dan sialnya, Si Andi Bin Kartimin ini ponselnya berdering dengan ringtone suara tembakan. Ya tentu saja, serangan itu terjadi." Ucap Danar.

__ADS_1


" Dan lebih parahnya lagi, si Lestari ada disana sama om om. Dan seorang ibu tua... dia sedang menemani Om om itu main judi." Ucap Fabian.


" jangan jangan dia sudah menjadi..... ahh tidak!!!!" Teriak Ashinta.


" dia sudah kita antar ke rumahnya. Mungkin sekarang dia sedang menangis." Ucap Fabian.


" Hah? Kalau begitu aku menginap di rumahnya ya..." Ucap Ashinta.


" yaudah... kakak sama teman teman mau tidur dulu." Ujar Fabian.


" yaudah.... aku ke rumah lestari dulu." Ucap Ashinta yang pergi ke rumah Lestari yang bersebrangan dengan rumah neneknya.


" Tar? Lestari??? Kamu dimana??? Ini aku Ashinta..." Ucap Ashinta yang berjalan masuk kedalam rumah sahabatnya itu.


" Mau apa kamu kesini ta? Pasti buat marah marah sama aku? Sudah... kamu enggak usah repot repot buang tenaga buat marahin aku. Aku tau aku salah... atau bahkan aku mati saat ini pun aku rasa tidak masalah." Teriak Lestari yang masih mengenakan gaun itu.


" Kamu kenapa sih? Aku kesini cuman buat nemenin kamu. Aku enggak akam marah kok. Lagian aku sudah tau semuanya dari Kak Bian." Ucap Ashinta.


" kamu udah tau dari kakakmu itu. Kalau emang aku pantas buat di tinggalkan. Tinggalkan saja.." ucap Lestari.


Ashinta memeluk Lestari yang menangis histeris. " Tenanglah...aku bakalan selalu ada buat kamu. Yaudah...cepat ganti baju dan istirahatlah." Lestari hanya mengangguk tanda mengerti.

__ADS_1


__ADS_2