5 Manusia Tampan

5 Manusia Tampan
Lima Manusia Tampan : Danar Curhat


__ADS_3

" Kamu sudah benar benar keterlaluan Risa, ini surat cerai nya. Besok saya tunggu kamu di pengadilan. Ayo Aqila, ikut sama papa. Biarkan mama kamu sama laki laki jalang itu dan anak tidak berguna itu." Ucap Pak Komar yang pergi sambil membawa Aqila.


" Kak Danar!!!!!" Teriak Aqila.


" Aqilaaa!!!!!" Teriak Danar.


" Nar, bangun nar. Lu kenapa?" Tanya Fabian yang menepuk nepuk pipi Danar.


" Aqilaaa!!!!!" Teriak Danar yang terbangun dari tidurnya.


" Lu kenapa? Lu pasti mimpi buruk kan karena keretakan rumah tangga kedua orangtua lu ya??" Tanya Fabian.


" iya... karena itu gua sering main ke rumah Lu Fab. Gua pengen hilangin stress akibat pertengkaran orangtua gua." Ucap Danar.


" Tenang Nar.... kita semua ada buat lu. Kita semua juga mengalami apa yang lu alamin sekarang." Ucap Fabian yang menenangkan Danar yang menangis.


" Kak Danar...tenang dong... baru kali ini aku ngeliat kakak menangis seperti ini. Kuat ya kak." Ucap Tasya yang menenangkan Danar.


" Sekarang gua pengen Aqila bisa balik lagi. Dan gua bisa hidup bahagia sama mama dan Aqila seutuhnya." Gumam Danar.


" Oke...kita semua siap membantu lu Nar." Ucap Fabian dan empat Kawan lainnya yang memegang bahu Danar.


" Eh btw, sekarang jam setengah enam pagi. Dapur belum berisik, ya mau enggak mau kita keluar jajan bubur." Ucap Fabian.


" gas aja selagi kita berlima." Ucap Rakha.


" hmm.... ayo."


Kelima anak itu tersenyum saat melihat Elsa, dan Lulu yang masih tertidur. Apalagi Lulu yang sedang tidur sambil memeluk anak adopsinya itu. Kemudian mereka berlima lalu keluar untuk membeli bubur.

__ADS_1


*******


" mana tukang bubur? Kok enggak ada?" Tanya Fabian yang kebingungan. Karena tukang bubur langganannya tidak ada di tempat hari ini.


" Liat jam dong beg*, ini baru jam setengah enam. Mana ada tukang bubur?" Tanya Wisnu yang agak sebal pada temannya itu. Padahal, dia juga sama sama sinting.


" Eh kok gua bisa lupa ya??" Tanya Fabian.


" eh lu Kan udah TUA." Ucap Danar.


" sstttt.... ngomongnya jangan keras keras... sama jangan pake muncrat segala bodoh!!" Ucap Fabian.


" eh jangan marah dong!!! Baperan lu mah Fabian." Gumam Danar.


" ya udah ayo." Ucap Fabian.


Setelah tiga jam berjalan mencari tukang bubur, akhirnya mereka berlima menemukan tukang bubur itu. Ternyata posisinya ada di rel kereta, beberapa meter dari rumah Bu Cucum.


" akhirnya gua bisa juga nahan emosi sama temen sinting kayak lu Fab." Gumam Andi.


" ya sudah ayo kita beli. Bang bungkus Sembilan ya.." Ucap Fabian.


" banyak sekali!!! Buat siapa saja??" Tanya Andi.


" si Ashinta...Lulu..Elsa...Sama Tasya... sisanya ya buat kita berlima lah." Ucap Fabian.


" oh yaudah." Ucap Andi.


" ini semuanya jadi lima puluh ribu." Ujar tukang bubur itu. " ini mang saya bayar pas 25... sisanya mereka bayar masing masing." Ucap Fabian.

__ADS_1


" ini mang Uangnya..." Ucap Andi dan anak anak lainnya.


" makasih... baru pada cair ini kayaknya." Ucap Tukang bubur itu.


" biasa mang... tanggal tua." Jawab Andi.


*****


" Mamaaa!!!!"


Lala terbangun dan menangis, Lulu yang terbangun justru terkejut karena dia bangun kesiangan.


" Aaaa!!! Kesiangan!!!" Lulu melihat ke sampingnya ternyata Elsa masih tidur dan Tasya sudah bangun.


" Sabar ya sayang!!! Ayo kita bangun!!" Lulu menggendong Lala keluar kamar dan menemui Tasya yang sedang menonton sinetron Azab.


" Anak anak lakinya pada kemana?" Tanya Lulu. " dari setengah enam mereka cari sarapan belum pulang pulang juga." Gumam Tasya.


" Hai gaes... nih sarapan buat kalian semua. Makan ya!!!" Ucap Fabian yang mengambil bubur dalam wadah plastik itu lalu menumpahkannya ke mangkok.


" ihh makasih ya Fabian." Ucap Lulu yang mengambil satu bungkus bubur itu.


" sama sama... Elsa...ayo bangun..." Panggil Fabian.


" ada apa sih?" Tanya Elsa.


" nih makan dulu. Nanti kamu sakit lagi!!!" Ucap Fabian.


" iya...." Elsa mengambil satu bungkus bubur itu.

__ADS_1


Yuk kawan kawan, yang suka sama cerita Manusia Tampan ini silakan like,Vote dan komen di kolom komentar ya.... asalkan komennya bebas tapi sopan. Up Jalan terus...


__ADS_2