
Fabian dan Elsa sudah sampai di depan sebuah rumah sakit ternama di kota X, mereka berdua bertemu dengan Andi dan Tasya yang sedang kebingungan di depan ruangan tempat Tasya di rawat.
" ada apa Andi?" Tanya Fabian yang bersidekap di depan sahabatnya itu.
" Inara sedang sekarat Fab, lu lihat aja sendiri." Fabian dan Elsa mengintip dari kaca, dan benar saja Inara sedang batuk batuk dengan mengeluarkan cairan darah.
" Inara!!!!!" Teriak Elsa yang menangis histeris. Fabian segera menenangkan gadis pujaan hatinya itu.
" Tenanglah Elsa...." Ucap Fabian yang mengelus bahu kekasihnya itu.
Tim dokter melepas semua alat bantu pada tubuh Inara dan tertunduk lesu, salah satu dari mereka keluar memberikan sebuah kabar duka bahwa Inara tidak selamat.
" Disini ada keluarganya adik Inara??" Tanya Dokter Bambang.
" kita semua sahabatnya, kenapa emang dok?" Tanya Andi.
" kita sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi kita tim dokter mohon maaf sebesar besarnya. Adik Inara tidak selamat." Ucap Dokter Bambang yang membuat Elsa dan Tasya menangis histeris.
" Inara!!!!!" Teriak Elsa dan Tasya yang ditenangkan oleh Andi dan Fabian.
" Andi.. lu punya nomor orangtuanya Inara enggak?" Tanya Fabian.
" enggak.... kita bawa pulang saja jenazah Inara... biar nanti bibi nya atau siapanya lah yang akan mengurus." Jelas Andi.
" ya sudah... kita bawa pulang saja jenazah Inara nya." Ucap Fabian.
__ADS_1
" iya." Ucap Andi.
*******
" Inara!!!! Mengapa kamu pergi begitu cepat nak??" Tanya Mama nya Inara yang menangis diatas kuburan anaknya itu.
" Sabar ya mah.... kita semua sudah urus semuanya kok. Inara enggak akan membawa beban lagi. Dia tenang disana." Ucap Fabian.
" iya... makasih ya anak anak..." Ucap Bu Desi, mama nya Inara.
" Iya.... sama sama... kita semua akan selalu mendoakan Inara kok." Ucap Andi.
" iya... sekarang kalian pulang lah." Ucap Bu Desi.
Mereka berempat pun pergi dari areal pemakaman keluarga tempat Inara di makamkan.
*******
Laras turun dari angkot, setelah membayar ongkos, dia terkejut karena Tuan Ashraf sudah menunggunya di depan rumah dan membawa sebuah koper berisi semua pakaian milik Laras.
" apa ini mas?" Tanya Laras.
" ayo Mas antar kamu pulang ke rumah. Kamu benar benar keterlaluan!!! Ini uang kamu... jumlahnya sepuluh juta." Ucap Tuan Ashraf sambil melempar sebuah amplop coklat.
" hah?" Laras kemudian ikut masuk ke dalam mobil sedan silver milik Tuan Ashraf.
__ADS_1
Setelah beberapa menit menempuh perjalanan, akhirnya Laras dan Tuan Ashraf sampai di rumah orangtua Laras.
" Tok...tok...tok.."
" Tuan Ashraf? Laras? Ada apa ini?" Tanya Pak Tomi yang terkejut dengan kondisi Tuan Ashraf yang babak belur.
" nih anakmu buat ulah di Rumah Pak Galih. Hingga terjadi kerusuhan!!!" Ucap Mama Nya Tuan Ashraf. " apa???? Keterlaluan kamu Laras.... pergi kamu dari sini!!! Jangan injakan kaki di rumah ini lagi... bikin malu saja!!!" Teriak Pak Tomi.
Laras pergi meninggalkan rumah itu sambil menangis terisak.
Laras berjalan sendirian menyusuri Kota Z yang bersebrangan dengan kota X. Dia terus menangis tiada henti sambil terus berjalan melintasi jalan yang gelap.
" Mama sama papa jahat. Udah jodohin aku.... udah mah acara nya mendadak seperti itu lagi. Aku takut, kalau aku hamil nanti aku bicara apa sama dek Fabian?" Tanya Laras dalam hati.
" Huekkkk!!!!huek!!!!"
Laras nampak mual mual di tengah jalan. Tak lama kemudian, ia jatuh pingsan. Untung saja, seorang ibu yang baru pulang dari toko lalu membawanya pulang.
" neng.... bangun!!!" Ucap Ibu Itu.
" Aku dimana?" Tanya Laras.
" kamu di rumah ibu, sekarang kamu istirahat saja. Sepertinya kamu kelelahan." Ujar ibu itu.
" iya bu..." Ucap Laras.
__ADS_1