
Jam menunjukan jam setengah empat sore, Wisnu yang sedang bermain game online dikejutkan dengan pertengkaran kedua orangtuanya.
" Rita!!! Cepatlah kemari!!!" Teriak Pak Roni yang membawa sebuah surat.
" ada apa sih Mas? Baru Pulang kerja kok marah marah seperti itu???" Tanya Bu Rita yang datang dari dapur.
" Ini..." Ucap Pak Roni yang memberikan sebuah surat.
" apa ini mas?" Tanya Bu Rita yang penasaran.
" ini adalah surat cerai. Mas memberikan talak untukmu dan pulanglah ke rumah orangtuamu." Ucap Pak Roni dengan nada tegas.
" baiklah....lagi pula aku sudah tidak tahan tinggal serumah denganmu lagi. Wisnu, ayo ikut sama Mama." Ucap Bu Rita.
" Baik Ma." Wisnu mengenakan jaket miliknya dan mengambil semua pakaian miliknya dan memasukannya kedalam tas lalu ia pergi bersama Mama nya menaiki motor.
Mama tenanglah Nunu akan menjadi yang terbaik buat Mama. Batin Wisnu yang fokus mengendarai motornya.
Setelah setengah jam perjalanan, mereka sampai di sebuah mansion milik Keluarga Bu Rita. Miss Yuna yang melihat Bu Rita datang bersama anaknya dengan membawa koper terkejut dan memanggil Bu Ijah, Majikannya.
" Bu.... ada Bu Rita datang sama anaknya!!!" Teriak Miss Yuna dari Luar.
" Hah? Suruh dia kemari!!" Ucap Bu Ijah yang berada diatas kursi roda.
" Mama saja yang kesana. Ini Nunu titip pakaian Nunu. Seragam sekolah Nunu bawa ke rumah Bian. Biar Nunu selesaikan masalah Nunu dulu." Ucap Wisnu.
" iya nak... hati hati dijalan. Maafkan Mama ya..." Ucap Bu Rita yang berjalan masuk kedalam mansion keluarganya itu. Sedangkan Wisnu kembali menancapkan gas motornya.
__ADS_1
" Den Nunu kemana?" Tanya Miss Yuna.
" dia ke rumah temannya dulu. Memang sudah biasa dia kalau curhat pasti ke temannya. Ya sudah kalau begitu saya masuk dulu." Ucap Bu Rita.
" mah.... Maafin Rita Mah..." Ucap Bu Rita yang bersimpuh di depan Bu Ijah, mama nya.
" mama yang minta maaf sama kamu. Karena mama dulu menjodohkan kamu di usia yang masih 17 tahun. Kamu bernasib seperti ini." Ucap Bu Ijah.
" ya sudah..Rita ganti baju dulu." Ucap Bu Rita yang pergi ke kamar lamanya.
*******
" Kiri mang." Ucap Lulu yang akan segera turun dari angkotnya bersama Lala, anak adopsinya yang ada di pangkuannya.
" ini mang." Ujar Lulu yang memberikan selembar uang Lima ribuan pada sopir angkot itu.
" oke makasih." Angkot itu kembali melaju dan Lulu melanjutkan perjalanannya. Matanya terbelalak saat melihat Rakha,Andi,Danar dan Brian mendadak menjadi tukang ojek.
" Biasa... sepi job... jadinya gini." Ucap Andi.
" yaudah... anterin aku ke rumah Fabian dong." Pinta Lulu.
" yaudah ayo naik." Ujar Rakha.
" gasss lahh.." Teriak anak anak di tongkrongan itu.
Lulu naik keatas motor milik Rakha, lalu mereka pergi ke rumah Fabian dengan menaiki sepeda motor. Di perjalanan, mereka bertemu dengan Wisnu yang juga akan pergi ke rumah Fabian.
__ADS_1
" Nu? Mau ke rumah Fabian juga??" Tanya Rakha.
" iya bro..." Jawab Wisnu dingin.
Mereka pun sampai di rumah Fabian dan mengetuk pintu rumah Fabian.
" tok...tok..tok.."
" masuk Aja." Teriak Fabian dari dalam.
" di kunci Fab." Teriak Rakha.
" Eh iya tadi kan di kunci. Aduh Aing jadi pikun." Gumam Fabian yang membuka kunci pintu rumahnya.
" eh ada kalian....ayo masuk.." Ucap Fabian.
" silakan duduk." Wisnu duduk dan mengernyitkan Dahi nya.
" lu ada masalah Nu?" Tanya Fabian.
" biasa.... konflik orangtua gua udah sampai puncaknya." Ucap Wisnu.
" Akhirnya...hasil ngojek hari ini. Kita semua dapat kurang lebih 900 Ribu." Ucap Andi.
" Thanks Andi... cerita gesrek lu membuat pikiran gua sedikit lebih jernih. Mengobati dampak buah simsalabim gua." Ucap Wisnu.
" Simalakama sayang." Ucap Ashinta yang duduk di samping Fabian.
__ADS_1
" Dah lah." Anak anak yang lain termasuk Fabian pergi meninggalkan Ashinta dan Wisnu di ruang tengah.
Yuk supportnya ya kakak 😊😊😊😊😊