
Danar dan Tasya tiba di sebuah rumah berukuran cukup besar berwarna oranye dengan halaman yang cukup luas. Tasya membuka kaca mobil dan meminta Security untuk membuka gerbang rumahnya.
" pak, bukakan pintu!!!" Pinta Tasya yang berbicara dari dalam mobil toyota Avanza itu..
" Baik Nona!!!" Ucap Pak Ujang, Security di rumahnya.
" terima kasih pak." Ucap Tasya, lalu mobil minibus itu memasuki areal rumah yang juga sudah ada mobil tipe mewah yang parkir di depan rumah. Tasya dan Danar turun dari mobil, lalu mereka berdua melihat bagian dari mobil mewah itu.
" mobil siapa itu?" Tanya Tasya yang berkeliling melihat interior mobil itu. Danar sebenarnya khawatir jika ada orang yang akan melakukan sesuatu pada gadis kecilnya itu.
" mang Ujang, mobil saha ieu nya?" Tanya Danar. " Teu Terang, tapi tadi ngadangu mah bade jodokeun neng Tasya." Jawab Mang Ujang.
" hah? Kasihan Tasya, kalau dia dijodohin dan menikah. Pasti pernikahannya akan penuh air mata karena dia masih terlihat seperti anak kecil. Masih manja dan sama sekali belum dewasa." Batin Danar.
" Kak Danar, masuk yuk!!! Sekalian kak Danar mau aku kenalin ke nenek dan kakak aku." Ucap Tasya yang menarik tangan Danar yang berotot kekar itu.
Kedua anak itu masuk ke dalam rumah, dan terkejut karena ada Dina, kakaknya Tasya. Nina, bibi Tasya dan Mbah Taruma, kakeknya Tasya.
" Mbah? Bibi? Kakak? Ada apa ini? Kok ramai ramai seperti ini?" Tanya Tasya yang langkahnya terhenti karena kakek,kakak dan bibinya sudah berkumpul di tengah rumah bersama Pak Hendra, Thomas dan Bu Lusi yang akan menjodohkan Thomas dengan Tasya.
__ADS_1
" Tasya, duduklah. Kakek ingin bicara." Ucap Mbah Taruma.
Tasya pun duduk, dengan bantuan Sugesti dari Danar jika benar yang ia khawatirkan terjadi, Tasya akan otomatis menjawab tidak.
" Kakek ini sebenarnya ingin menjodohkan kamu dengan thomas, anak pak Hendra. Dia adalah pengusaha sukses, nanti kalau kamu sudah menikah dengannya bisa jalan jalan ke Bali, ke Eropa, menikmati SPA di pinggir pantai. Naik pesawat..uh pokoknya semua fasilitas mewah akan di beri untukmu. Kakek harap kamu mau ya!!!" Ucap Pak Hendra.
" tidak kakek, aku bukanlah bibi dan kakak. Wanita matre yang selalu memikirkan harta. Yang aku ingin hanyalah kasih sayang. Apa selama ini aku selalu menerima kasih sayang? Tidak... Hanya beberapa hari ini aku mendapat kasih sayang dan terbukti, kakek ada maunya." Ucap Tasya.
" beraninya kau berkata seperti itu Tasya!!!" Gertak Mbah Taruma
" Prakkk!!!"
Keempat temannya yang kebetulan sedang mengendarai motor, Mendapat pesan itu lalu merapat ke rumah Tasya.
" Anda keterlaluan!!! Anda kasar sekali ke perempuan seperti itu? Dengan enaknya menampar seorang gadis kecil yang tak bersalah." Ucap Danar.
" kamu siapa? Lagipula dia adalah cucu saya, dia pantas dihukum karena berbicara tidak sopan kepada orangtua." Ucap Mbah Taruma.
" Saya Danar, saya bukan bermaksud unuk menjadi jagoan. Tapi ini merupakan salah satu misi saya bersama teman teman saya, untuk menolong para wanita terutama anak anak dari upaya yang mengarah atau bahkan memang sebuah kekerasan." Jawab Danar dengan Lantang.
__ADS_1
" Tapi ini kan hak saya untuk memberikan yang terbaik untuk cucu saya. Termasuk menjodohkannya dengan pria pilihan saya." Ucap Mbah Taruma.
" itu terlalu kuno, memang ini Zaman siti Nurbaya? Main menjodohkan begitu saja?" Tanya Danar. Thomas yang sudah kepanasan bangkit dan menghajar Danar.
" prakk!!!!"
Danar memegang perutnya yang kesakitan, ia berusaha bertahan menahan rasa sakit yang dia alami.
" Danar!!!" Teriak Kawan Kawannya yang tak kuasa menahan emosinya.
" Eh lu kalau berani lawan gua dulu!!!" Teriak Rakha. Thomas berusaha menghajar Rakha, namun lelaki itu menghindar dan balik menghajar Wajah Thomas hingga dia tersungkur.
Fabian membuka maskernya, Lalu Thomas dan keluarganya wajahnya berubah menjadi Pengecut. Padahal tadi terlihat sangat sombong.
" pergilah sebelum saya melakukan hal yang jauh lebih sakit daripada ini." Ucap Fabian dengan tegas. Thomas dan keluarganya pun pergi tunggang langgang dari rumah itu. Danar pun pergi meninggalkan rumah itu sambil menahan rasa sakit di perutnya.
" Halo... Rian... kesini... bonceng Aji..biar dia bawa motor gua.. cepat!!!" Ucap Fabian. Tak lama kemudian, Rian datang dengan membonceng Aji. Fabian memberikan kunci motornya kepada Aji lalu berkata.
" nanti di rumah Danar kuncinya ke gua lagi." Ucap Fabian. " oke... siap!!!" Ucap Aji. Fabian naik ke Mobil Danar dan ia yang mengendarai mobil itu, sedangkan Danar di bonceng oleh Rakha. Kemudian mereka semua meninggalkan rumah Tasya, dan Tasya yang menangis karena kasihan kepada Danar yang terluka.
__ADS_1