5 Manusia Tampan

5 Manusia Tampan
Cewek Sinting Vs Cowok Sinting


__ADS_3

Flashback


Fabian : P


Fabian : Bian ada di teras kak.


Laras segera keluar rumah kos nya dan melihat Fabian yang hanya mengenakan Kaos lengan pendek dan celana Jogger membuat Laras diam tak berkutik.


OMG.... Tampan sekali adik kelasku ini.


" Eh Dek Bian, mau apa kamu kesini?" Tanya Laras. Fabian tersenyum, lalu membelai rambut kakak kelasnya itu pelan pelan.


" Bian sengaja main saja. Boleh duduk enggak nih?" Tanya Fabian.


" eh harusnya aku yang bilang, silahkan." Ucap Laras. Fabian malah duduk di teras rumah kos itu.


" eh kok duduk di teras? Di kursi saja atau didalam juga boleh." Ucap Laras.


" diluar saja. Soalnya kalau didalam nanti salah paham sama masyarakat sekitar. Memang wajahku ini seperti pria ganas yang siap menerkam wanita. Tapi ini hanya cover saja, bawaan keluar pabrik udah kayak gini." Gumam Fabian.


" Uuhh... ototnya itu loh..kekar dan padat. Padahal aku kalau digituin sama orang seganteng kamu juga enggak apa apa. Aku ikhlas." Gumam Laras.


" enak saja!! Bian juga masih punya logika kali. Belum mau melakukan hal yang belum saatnya." Gumam Fabian.


" yaudah deh... kamu mau makan apa? Mau aku buatkan mie rebus? Ya emang pada dasarnya aku cuman punya mie goreng saja sih." Gumam Laras.

__ADS_1


" ya sudah." Ucap Fabian.


Dasar kakak kelas sinting. Batin Fabian.


One Few moments Later


" ini mie rebusnya. Silakan dimakan." Ucap Laras.


" jadi berapaan?" Tanya Fabian.


" aku menghormati tamu saja, bukan jualan Dek." Gumam Laras.


" hmm... makasih. Buka mulut kakak!! Ada sesuatu yang masuk." Ucap Fabian yang ternyata hanya modus.


" hah? Apaan?aaaaa...." Fabian menyuapi Laras dengan mie instant itu.


" hmm..Apa ini? Baru kali ini aku disuapi oleh laki laki di luar keluargaku." Batin Laras dalam Hati. Ia pun menyandarkan dirinya ke bahu adik kelasnya itu, ia terus disuapi oleh adik kelasnya itu.


*******


" Halo? Bro... semuanya ke rumah gua dong!!! Mama gua, Lulu,Ashinta dan keluarga besar gua lagi keluar sebentar. Sedangkan Tasya dan Elsa pulang tadi." Ucap Fabian.


" oke... gua sama anak anak kesana sekarang." Ucap Danar.


Beberapa menit kemudian, Danar,Wisnu,Rakha dan Andi tiba di depan rumah Fabian. Lalu menemui Fabian yang sedang mencuci motornya.

__ADS_1


" halo bro!!" Sapa Danar dan anak anak lainnya.


" halo juga, langsung duduk aja... tangan gua kotor." Ucap Fabian.


" oke..." Ucap Danar.


" lu semalam diganggu hantu somplak bukan?" Tanya Andi.


" iya.... udah beberapa kali gua didatangin hantu hantu yang kehilangan pekerjaan." Gumam Fabian.


" iya.. makanya mereka jadi jualan kayak gitu." Ucap Fabian.


Danar mendengar suara angsa milik tetangga sebelah rumah Fabian, ia lalu teringat dengan kejadian kerusuhan yang terjadi akibat Fabian yang disosor Angsa.


" Fab.... lu inget enggak? Kejadian lu disosor Angsa di acara pak Galih? Sampai terjadi kerusuhan?" Tanya Danar.


" iya.... momen apes gua... udah mah di acara itu ada Laras. Enggak enak gua sama dia." Ucap Fabian.


" hah? Kok lu tau Laras ada disana dan Laras gak tau lu disana?" Tanya Danar.


" kayaknya Laras sadar gua ada disana. Dan dia melakukan hal yang jauh lebih absurd dari gua. Pas gua digebukin sama orang orang disana yang sepertinya orang orang kaya. Laras menimpuk salah satu orang dan dia mengatakan kalau suaminya lah yang melakukan hal itu." Ucap Fabian.


" oh iya, pas si orang yang ditimpuk itu marah. Dia malah berkelahi dengan Om Ashraf dan membuat sebuah kerusuhan yang amat sangat besar. Hingga memakan korban jiwa." Ucap Danar.


" pas gua buka masker gua, mereka semua lalu panik karena wajah gua udah marah dan tangan ini sudah ingin menghajar mereka satu persatu. Untung gua masih bisa sabar." Gumam Fabian.

__ADS_1


Iya, karena kejadian itu. Laras dikembalikan ke orangtuanya dan orangtuanya Laras juga mengusir Laras dari rumah karena malu dan tidak enak dengan keluarga Tuan Ashraf. Batin Danar.


__ADS_2