
Fabian dan kawan kawannya sedang berada di tengah rumah menyaksikan pertarungan Permainan Perang di playstation milik Fabian. Pertarungan itu antara Rakha Vs Danar.
" ayo.... tembak tembak!!!!" Teriak Fabian pada Rakha yang sedang memainkan salah satu game perang di playstation itu.
" Udah gua tembak bro!!! Tapi cuman dianggap temen aja." Jawab Danar dengan Ekspresi dingin.
" eh malah curhat lu. Cepetan tembak!!! Itu di depan lu ada musuh." Teriak Fabian.
" iya... yah kalah.." Gumam Danar.
" Lu mainnya Noob Danar," Ucap Rakha yang meminum kopi hitamnya.
" Eh baru aja sekali lu menang.... sombong amat.." Gumam Danar yang memakan biskuit coklat di meja makan.
" main lagi?" Tanya Rakha.
" Gass lah.." Ucap Danar.
" hei bisa enggak sih mainnya jangan berisik? Aku mau tidur, besok aku harus bangun pagi karena aku mau bertugas sebagai kakak pembimbing." Teriak Ashinta dari kamarnya.
" iya... anak gue juga belum tidur dari tadi karena berisik." Sahut Lulu yang nongol dari kamarnya.
" Iya maaf." Ucap Fabian yang meminta maaf pada lulu dan Ashinta.
" Eh Ada yang mau nitip enggak?" Tanya Brian.
" lu mau kemana emang?" Tanya Fabian.
" mau beli Rokok sama Makanan di warung." Jawab Brian.
__ADS_1
" yaudah... lu pergi aja.... kita semua udah kenyang." Ucap Andi.
" hmm... yaudah... gua pergi dulu ya!!!" Brian pergi ke warung untuk membeli rokok dan makanan.
********
" Jadi berapa bu?" Tanya Brian yang memberikan uang seratus ribuan pada ibu penjaga warung itu.
" semuanya jadi tiga puluh empat ribu saja." Ujar ibu penjaga warung itu.
" oke... ini kembaliannya mas... uangnya besar sekali? Baru habis gajian ya mas?" Tanya Ibu penjaga warung itu.
" iya...makasih bu.." Ujar Brian.
" sama sama." Jawab ibu itu.
" Bu saya titip motor sama belanjaan ya!!!" Ujar Brian.
" iya mas.. hati hati." Brian melompati pagar dan mendarat di sebuah rumah dengan sepasang suami istri yang sedang bertengkar.
" Aduh Sakit mas!!!" Teriak Salma, gadis berusia 18 tahun, yang kini sudah menikah dengan Aldo, 29 tahun.
" Itu akibat dari kamu melanggar peraturan di rumah ini." Jawab Seorang lelaki dengan wajah tampan dan tubuh kekar.
" Ada apa ini?" Tanya Brian dengan nada tegas.
" siapa kamu? Pergi!! Anak anak belum harus tahu soal ini." Ucap lelaki itu.
" Eh Asal Om tahu ya!!! Saya memiliki kakak yang seumuran dengan dia, dan dia sudah lulus sekolah dan akan segera kuliah di kota M." Jawab Brian.
__ADS_1
" terus apa hubungannya dengan saya hah?" Tanya lelaki itu.
Brian berdecak, ia menatap Gadis yang ada disampingnya itu.
" Umur kakak pasti berkisar antara 17 dan 18 tahun ya??" Tanya Brian.
" iya." Jawab Salma.
" Heh bapak saya sama bapaknya dia sudah bersahabat sejak lama, makanya mereka menjodohkan saya dengan dia." Ucap Lelaki itu.
" Persahabatan orangtua kalian akan hancur akibat keserakahan dan keegoisan om sendiri. Camkan hal itu." Brian membawa Gadis itu pergi.
" Halo? Fab... rumah lu kunci aja.. gua enggak bakalan balik lagi ke rumah lu." Ucap Brian.
" daritadi emang udah gua kunci." Jawab Fabian lewat telepon.
" Cih..."
Brian membawa Salma pergi menggunakan motor, sebelum sampai rumahnya. Ia menitipkan Salma ke rumah Pak karena khawatir akan menjadi fitnah.
" pak nitip dia ya.. dia korban Kekerasan oleh suaminya." Ucap Brian.
" yaudah...nanti saya bantu laporkan suaminya dia ke polisi. Kebetulan saya kenal sama suaminya, emang agak keras kepala dan sedikit pemarah." Ucap Pak Rt.
" oke pak... kalau begitu saya pamit dulu.. terimakasih." Ucap Brian.
" iya hati hati dijalan." Ucap Pak RT.
Brian pergi meninggalkan Salma yang dibawa masuk oleh ibu Rt dan ibu ibu lainnya untuk diberikan Trauma healing.
__ADS_1