5 Manusia Tampan

5 Manusia Tampan
Kenangan Terindah


__ADS_3

" eh ibu ibu, itu bukannya Lulu? Anak gang sebelah itu?" Tanya Bu Inah yang sedang memilih sayuran.


" iya, kok dia jalan sendirian gitu?" Tanya Bu Halimah yang juga sedang membeli Sayuran.


" Eh Lulu? Kok jalan sendirian sih? Enggak sama suami kamu?" Tanya Bu Inah. " eh suami darimana sih bu Inah, dia kan pas hamil aja ditinggal sama cowoknya. Ih enggak tanggung jawab dia." Ucap Bu Halimah.


" terserah ibu ibu deh mau bilang apa, ini urusan saya bukan urusan kalian." Ucap Lulu yang memilih sayuran itu.


" dasar anak anak zaman sekarang, susah dibilanginnnya." Ucap Bu Halimah dengah nada sinis.


" mang beli Sayuran ini, jadi berapaan mang?" Tanya Lulu.


" jadi dua puluh ribu saja neng." Ujar tukang sayur itu. " oke ini uangnya, makasih ya mang." Ucap Lulu yang pergi meninggalkan ibu ibu itu.

__ADS_1


" sama sama neng." Ujar tukang sayur itu.


Lulu berjalan di sepanjang jalan komplek, ia melihat anak anak yang sedang asyik bermain bersama di taman utama komplek itu. Air matanya sesekali menetes saat ia ingat dirinya menangis karena harus meninggalkan Fabian.


" Maafkan aku Fab, karena dulu aku ninggalin kamu. Kejadiannya malah jadi kayak gini." Gumam Lulu yang terus berjalan di sepanjang jalanan komplek itu.


" Brukkkk"


Seorang gadis kecil berusia delapan tahun menangis setelah sepeda yang ia kendarai menabrak Lulu yang sedang berjalan.


" maafkan anak saya ya!!" Ucap seorang ibu yang merupakan orangtua anak gadis itu. " enggak apa apa bu, seharusnya saya mengalami seperti yang ibu lakukan saat ini. Namun saya kehilangan semuanya. Jagalah anak ibu baik baik." Lulu kemudian pergi sambil terus meneteskan air matanya.


*******

__ADS_1


Fabian berlari sangat kencang ke rumah Lulu, karena Lulu akan ikut pindah dengan orangtuanya ke luar kota. Sesampainya ia di rumah Lulu, ia melihat Lulu akan segera naik ke atas mobilnya.


" Lulu!!!!" Panggil Fabian yang sudah membawa bunga dan sebuah papan permainan monopoli. Lulu menoleh dan berlari menghampiri Fabian.


" Fabian? Maafin aku ya!! Aku harus pergi. Aku harus ikut dengan orangtua aku ke luar kota. Karena aku disini tidak bisa tinggal sendirian disini karena aku masih kecil." Gumam Lulu.


Fabian mengelus kepala gadis kecil berambut panjang itu, dan memeluknya dengan erat. " tidak apa apa, yang penting suatu saat nanti kita dapat bersatu kembali setidaknya sebagai sahabat." Ucap Fabian yang membisikan pada Telinga Lulu.


Lulu meneteskan air matanya ia memeluk Fabian dengan sangat erat. Karena ia tidak ingin kehilangan sahabat seperti Fabian.


" aku enggak mau kehilangan kamu Fab..." teriak Lulu yang matanya sembab karena menangis. " Lulu... sayang..ayo kita pergi." Ucap Bu Mumun. Lulu melepaskan pelukannya, lalu perlahan ia pergi meninggalkan Fabian.


sebelum Lulu benar benar pergi, Fabian mengeluarkan kain berwarna putih. Lalu ia menutup seluruh wajahnya hingga hanya mata yang terlihat. Lalu ia pergi meninggalkan Lulu yang sudah didalam mobilnya

__ADS_1


" Fabian!!!" Teriak Lulu dari dalam mobil yang mulai melaju.


Aku menutup wajahku ini karena kamu. Aku tidak ingin ketampanan wajahku menarik perhatian anak perempuan yang lain lalu membuatku lupa padamu Lulu.


__ADS_2