5 Manusia Tampan

5 Manusia Tampan
Lima Manusia Tampan : Lestari?Laras?


__ADS_3

Halo kakak kakak, maaf ya di novel ini tidak ada adegan action yang benar benar action. Itu karena saya sebagai Author tidak bisa membuat cerita yang berbau Action. Tapi ceritanya akan tetap menghibur kok... Yuk Like , Vote dan koment ya.....


__________________________________________


Jam menunjukan setengah Tiga sore, Lestari yang sedang menyapu rumahnya dikejutkan dengan kedatangan polisi dan Pihak sekolahnya. Ia menangis lalu masuk ke dalam rumahnya.


" Lestari? Kamu kenapa?" Tanya Mama Indira yang memeluk anak gadisnya itu. Ashinta juga ikut menenangkan adiknya itu. Dan juga Fabian yang baru selesai makan siang setelah sebelumnya mengerjakan proyek bersama teman temannya ikut menemani Lestari.


" Ada Polisi ma.. sama Guru kesiswaan di sekolah aku." Gumam Lestari.


" Yaudah... kamu jangan takut!! Ayo kita temui sama sama." Ucap Mama Indira.


" Baik Pak, ada perlu apa ya??" Tanya Mama Indira yang menjadi Tameng bagi anak anaknya.


" Begini, kita akan memberitahukan Bahwa pelaku perundungan pada anak bernama Lestari sudah ditangkap dan dia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya." Ucap Pak Polisi.


" Dan kita sebagai perwakilan dari sekolah meminta maaf atas kesalahpahaman ini. Tapi dengan sangat menyesal juga kita memberikan berkas ini. Jadi, Lestari benar benar secara murni sudah dikeluarkan dari sekolah karena Terlanjur membuat Nama Sekolah tercoreng." Ucap Pak Yanto, guru kesiswaan sekolah.


" mama.... Aku benci ma...aku emang enggak mau lagi sekolah disana. Aku selalu tersakiti, di rumah yang dulu juga aku enggak pernah dianggap. Cuman kak Laras yang mengerti perasaan aku." Ucap Lestari.


" Kak Laras?" Tanya Fabian.


" Emang Kakak kenal sama dia?" Tanya Lestari yang menatap Kakak laki lakinya itu.


" iya...kakak kenal sama dia. Sempat main bersama dia. Ke mall bareng, Makan bareng sampai main di taman kota itu juga bareng Pas pulang sekolah. Tapi sayang, sekarang dia telah tiada dan Dia meninggal dalam kondisi hamil 4 Bulan." Gumam Fabian.


" Hah? Kakak kenal sama dia?? Berarti lima orang yang sempat aku usir itu adalah kakak? Hah...Tante Tami sama om Tomi jahat sekali sama aku..." Teriak Lestari.


" Tenang... mereka berdua sudah menerima akibatnya." Ucap Fabian.


" iya...sekarang kamu masuk ke dalam." Ucap Mama Indira.


" Baik ma." Ucap Lestari.

__ADS_1


" Ini Bu surat penghentian Lestari. Semoga dia bisa menerimanya dengan lapang Dada." Ucap Pak Tanos, Guru kesiswaan Lestari.


" Iya baik pak... saya harap yang memfitnah Anak saya dihukum seberat beratnya." Ucap Bu Indira.


" Baik Bu.. kalau begitu kami permisi." Ucap Pak Polisi dan pak Tanos.


" baik.." Bu Indira pun masuk ke dalam rumah.


__________________________________


" Dek Fabian.... gimana kita turun dari sini? Lewat sini lagi?" Tanya Laras yang ketakutan saat akan menuruni Eskalator.


" Iya kita lewat Eskavator ini." Jawab Fabian yang memegang Tangan Laras dengan erat. " emang Dasar anak ABG, Udah SMA masa enggak bisa bedain mana Eskavator mana Eskalator?" Tanya Seorang ibu yang berdiri di belakang kedua remaja SMA itu.


" Memang kenapa?" Tanya Fabian yang menoleh ke Ibu itu.


" Eh enggak...." Ucap Ibu itu.


" Yang tadi kita sampai sini sama yang baru saja kita naiki itu beda ya???" Tanya Laras.


" nanti saja jawabnya." Ucap Fabian yang sudah tiba di parkiran itu.


" nih pake helmnya..." Ucap Fabian.


" iya..." Ucap Laras yang memakai helm itu. Lalu dia menaiki motor.


" Ayo.... jangan dulu hujan!!!" Ucap Fabian


" Tik..tik...tik..."


Hujan mulai turun dan membasahi kota X, Fabian pun mampir sebentar di depan sebuah ruko yang kebetulan sedang tutup untuk memakai jas hujan.


" Nih pakai dulu jas hujannya." Ucap Fabian.

__ADS_1


" iya dek." Setelah memakai jas hujan, kedua remaja itu kembali menaiki motor dan melanjutkan perjalanan menembus Hujan.


______________________________________________


" Kak? Kakak!!!!" Teriak Rara dan Nabila yang membuyarkan lamunan Fabian.


" Eh ada Ara sama Bila, mau apa?" Tanya Fabian yang menonaktifkan komputer miliknya lalu mengajak kedua adik perempuannya itu keluar ruang Kamarnya.


" Kak Tari nangis terus... ini aja sama Kak Sinta,Kak Niar sama Kak Nisha di tenangkan juga belum Berhenti nangisnya." Ucap Rara.


" Iya kakak ke kamarnya sekarang." Fabian pun membuka Kamar Adiknya itu dan menemui Lestari yang sedang menangis.


" Tari? Kamu kenapa?" Tanya Fabian yang duduk di samping Lestari.


" Kakak.... aaku takut, Aku masih Trauma sama Pak Tomi sama Bu Tami." Ucap Lestari yang menangis ketakutan.


" Tenang, kamu jangan pikirkan itu. Kakak juga paham dengan kondisi kamu saat ini. Sekarang tenanglah, kakak akan Membiayaimu untuk mengikuti Paket B dan Home Schooling." Ucap Fabian.


" Kakak Janji?" Tanya Lestari.


" iya, semua anak anak pak Jackson wajib sekolah 12 Tahun. Untuk soal kuliah, kakak serahkan ke kalian masing masing. Termasuk Daniar juga," Ucap Fabian.


" teruntuk Nisha, Fabian mau tanya sesuatu." Ucap Fabian.


" apa itu Fab?" Tanya Nisha


" Sebelumnya mohon maaf, bukannya Fabian enggak mau kamu ada disini. Tapi Fabian perkirakan akan kerepotan mengasuh empat adik dan satu sepupu. Maka dari itu, Fabian kasih rekomendasi tinggal di rumah Saka mau enggak? Dan juga agar nanti kamu bisa bebas melakukan apapun dengan Saka. Kamu menikah dan tinggal dengannya. Kalau mau sambil kerja, jadi Asisten Saka." Ucap Fabian.


" iya aku mau." Ucap Nisha.


" nanti kita bicarakan lagi." Ucap Fabian.


" baik.." Ucap Nisha.

__ADS_1


__ADS_2