
Fabian sudah siap dengan seragam sekolah miliknya. Ia pun pergi ke garasi motornya, lalu ia berusaha menyalakan motornya. Namun, motornya mogok karena semalam kedinginan. " Sialan.... motor kesayangan gua pake acara mogok segala lagi!!! Yaudah lah numpang ke si Rakha aja." Gumam Fabian yang kembali ke dalam rumahnya untuk menyimpan kunci motornya.
" Fab... kenapa?" Tanya Lulu yang sedang memberikan makan anaknya.
" Enggak bawa motor dulu.... motor Fabian mogok." Gumam Fabian yang kembali keluar dari dalam rumahnya.
" terus kamu sekolah naik apa? Kalau si Ashinta tadi dijemput sama Wisnu." Ujar Lulu Pelan.
" numpang sama si Rakha." Ucap Fabian yang mengetik pesan di whatsapp miliknya.
Beberapa menit kemudian, Rakha datang dan segera memarkirkan motornya.
" Bian berangkat dulu ya.... daaahhh..." Fabian berangkat sekolah bersama Rakha.
Elsa dan Tasya sedang berbincang di Dalam angkot. Pandangan mereka tertuju pada Fabian yang di bonceng oleh Rakha yang memgendarai motornya dengan kecepatan tinggi.
" Emang dasar Gesrek!!!" Ucap Elsa yang menepuk kepalanya.
" Iya sih." Ucap Tasya.
Setelah sampai di sekolahnya, Rakha memarkirkan motornya. Sedangkan Fabian ling lung akibat di bawa ngebut oleh Rakha.
" Lu bisa bikin gua tidur lebih cepat kalau begitu bawa motornya." Gumam Fabian yang merasa pusing akibat dibawa ngebut oleh Rakha.
" Maaf Fab.... gua gabut." Ucap Rakha.
" Ga gitu juga kali." Ucap Fabian.
" Yaudah ayo kita ke kelas." Ucap Rakha yang berjalan ke kelasnya. Diikuti Fabian yang masih ling lung.
__ADS_1
" Hai Nu..." Sapa Rakha dan Fabian.
" hai juga, Si Fabian kenapa Bro?" Tanya Wisnu yang baru selesai menghapus papan tulis.
" Dia tadi dibawa ngebut... yang penting dia bahagia sekarang." Ucap Rakha.
" Bapak kau bahagia somplak!!!" Teriak Fabian.
" Yaudah.... tapi gua pengen nanya, si Daniar kemarin ijin ada acara keluarga. Lalu sekarang dia sakit. Dia sebenarnya kenapa sih fab?" Tanya Wisnu.
" nanya ke gua.... gua aja enggak tau dia acara keluarganya acara apa? Biasanya juga dia update status di medsos sama kasih tau gua dan undang gua.... dan ini? Gua sama sekali enggak diundang." Ucap Fabian.
" bodo amat... nanti juga lu dapat tahu sendiri. Si Danar dan Andi bagaimana?" Tanya Rakha. " nah mereka berdua itu kecelakaan di tempat yang angker. Jadi sepertinya mereka pingsan lalu dibawa sama penghuni disana untuk diobati. Dan nantinya mereka dikembalikan lagi ke tempat semula dengan luka yang tak begitu parah." Ucap Fabian.
" oke... sekarang kita duduk dulu. Nanti lu ceritakan lagi." Ucap Wisnu.
" oke." Jawab Fabian.
Beberapa jam yang lalu
Danar dan Andi terbangun, mereka melihat ke handphone mereka masing masing. Mereka terkejut karena hanya Fabian dan Tasya yang menanyakan keberadaan mereka.
" Sialan.... orangtua enggak nanyain kabar anaknya, udah tau anaknya kecelakaan. Pedih amat hidup gua!!!" Gumam Andi.
" emang lu doang? Sama, gua juga kali!!!" Gumam Danar yang kini meneteskan air matanya.
" kalian kenapa? Kalian sedih orangtua kalian tidak ada yang menanyakan kalian? Memang kalian tinggal dimana?" Tanya Kinara.
" kita berdua tinggal di kota X, tepatnya di komplek BTZ. Rumah kita berhadapan." Jawab Danar.
__ADS_1
" yaudah.... sekarang kita pulang, bukankah kita sudah di bolehkan pulang?" Tanya Aurelia.
" Permisi, mas Danar dan Mas Andi sudah boleh pulang dan ini ada Mas Rian,Mas Saka dan Mas Aji yang akan mengantar kalian pulang." Ujar Dokter Herdi.
" oh kalian... yaudah ayo..tapi bagaimana dengan dua gadis ini? Kita bawa pulang juga?" Tanya Andi. " hmm... sebenarnya kita pantang sekali bawa mereka pulang. Pertama, dia perempuan. Dua, Kita enggak punya dokumen resmi, menikah atau adopsi. Ketiga, Kita khawatir akan salah paham nantinya." Ujar Rian.
" Tapi kasihan juga mereka, sepertinya mereka yatim piatu. Kita bawa pulang dulu aja, nanti kita kasih tempat tinggal untuk mereka berdua atau kita ajak tinggal bersama." Pinta Danar.
" Yaudah... nanti kita bicarakan sama Fabian. Soal cewek, dia paham kok harus gimana." Ucap Saka.
" yaudah...ayo kita pulang." Ucap Andi.
" Ayo." Ucap Rian.
Saat mereka melintasi ruangan Rawat inap, mereka terkejut karena ada Daniar yang sedang menangis didampingi oleh Kedua orangtuanya dan Istrinya pak Firhan.
" Daniar?" Panggil Danar.
" Danar? Andi? Rian?Saka?Aji? Ngapain kalian disini? Ngapain juga kalian bawa dua gadis itu?" Tanya Daniar.
" Daniar? Kamu habis nikah bukan?" Tanya Andi.
" bukan urusan kalian," Jawab Daniar.
" Fabian udah tau belum?" Tanya Andi.
" hah????" Daniar langsung terdiam dan menangis di pelukan mama nya.
" Yaudah.... kita pamit pulang." Ucap Andi.
__ADS_1
Andi,Danar dan Tiga anak buah Fabian pergi dari rumah sakit itu. Serta Dua anak gadis yang sama sama pergi kembali ke Kota X.