
"Prakkk!!!"
Tamparan keras mendarat di pipi mungil Lulu saat papa nya mengetahui anak gadisnya sedang berduaan didalam hotel.
"Keterlaluan... mau jadi apa kamu ini hah? Berduaan di dalam hotel." Ucap Pak Husni.
" Papa tau enggak? Ini semua karena papa... papa terlalu egois dan papa terlalu mengekang Lulu.. sekarang Lulu sudah kehilangan semuanya.. Masa depan Lulu, kehilangan Fabian dan Semuanya..." Ucap Lulu sambil menangis.
" itu bukan urusan papa." Ucap Pak Husni.
" Prakkkk!!!"
Sebuah tamparan kembali mendarat di pipi Lulu.
" Papa Jahat!!!" Lulu membantingkan pintu dan pergi entah kemana tujuannya.
" Tik...Tik...Tik.."
Hujan turun dengan sangat deras di Kota X, membuat tubuh Mungil Lulu menjadi kebasahan.
" Semua ini salahku!! Ini salahku!!! Kenapa kamu bodoh sekali Lulu???" Tanya Lulu yang kesal dengan dirinya sendiri.
" Hmppsssshhh"
Dua orang Pria membawanya secara paksa kedalam mobil.
Mobil Jeep itu terus melaju, Rakha, teman Fabian yang tadi melihat Lulu sedang berjalan berdua keluar dari hotel. Mengejar mobil Jeep itu.
" Hmmmppssshhh"
__ADS_1
Teriak Lulu yang berusaha memberontak.
" Diam kamu!!! Saya bilang Diam ya Diam!!" Teriak salah seorang yang berada di bangku kiri pinggir sopir.
Rakha mencoba menyalip, Namun Karena terlalu ke Kanan. Ia mendadak belok ke kiri membuat sebuah truk dari arah berlawanan kehilangan kendali dan sialnya, Rem truk itu blong. Sehingga truk itu menabrak mobil jeep itu hingga hancur.
*****
"Sampai juga di rumah," Ucap Fabian yang memarkirkan motornya di rumahnya.
"Dreettt!!!"
"Halo? Apa?? Lulu diculik? Lalu kecelakaan? Yang bener mana sih?" Tanya Fabian.
" Diculik dulu... udah itu kecelakaan." Ucap Rakha.
"Yaudah gua ke rumah sakit sekarang." Ucap Fabian yang kembali berangkat ke rumah sakit.
" Hei tunggu!! Kamu mau kemana??" Tanya Lulu pada seorang gadis kecil berbaju putih yang ada di hadapannya.
" Aku mau pergi, Mama teruskan saja hidup Mama dan ubah hidup Mama menjadi lebih baik lagi. Jangan ganggu om Fabian, cari saja orang yang jauh lebih baik dari dia. Maaf Mama, aku harus pergi." Ucap Anak kecil itu.
" Mama? Kamu anakku?" Tanya Lulu.
" iya, aku anak Mama.. Aku harusnya lahir dari rahim Mama. Namun, karena kecelakaan Aku kehilangan nyawaku." Ucap Anak kecil itu.
" Maaf Mama aku harus pergi... Aku sayang sama Mama." Gadis kecil itu pergi menembus cahaya lalu menghilang. Cahaya itu sangat terang menyilaukan hingga Lulu tersadar sudah berada di rumah Sakit.
" Lulu? Dok...dok.." Teriak Rakha.
__ADS_1
" sebentar... mas silakan tunggu diluar." Ucap Dokter Jamal.
Rakha menunggu diluar, Beberapa menit kemudian Fabian datang menemui Rakha.
" ada apa Rakha?" Tanya Fabian.
" Lu tau enggak Bro? Lulu keguguran." Ucap Rakha.
" hah? Keguguran? Emang dia maaf, hamil?" Tanya Fabian.
" iya... janinnya udah berbentuk bayi sempurna..perempuan lagi." Ucap Rakha.
" Jiah... siapa bapaknya kalau gitu? Gua sama sekali kagak ngasih punya gua ke dia." Ucap Fabian.
" Lah iya gua juga." Ucap Rakha.
" maaf kalian berdua siapanya? Keluarganya?" Tanya Dokter Jamal.
" iya" jawab Fabian dan Rakha berbarengan.
" ikut sama saya." Ucap Dokter Jamal.
" Jadi begini, Ibu Lulu mengalami keguguran, dia mungkin hamil sudah lima bulan lebih. Dan dia telah menjalani operasi caesar dan dia harus dirawat selama beberapa hari." Ucap Dokter Jamal.
" oh yaudah... terimakasih dok." Ucap Rakha. " sama sama.. kalian berdua boleh pergi." Ucap Dokter Jamal. Rakha dan Fabian melewati ruangan Kenanga tempat Lulu dirawat.
" Rakha.. lu kan tinggal sendirian. Dari pada lu tinggal di kosan lalu diganggu kunti and the gang nya yang terkenal keroyokan. Mending lu jagain Lulu disini. Soal biaya rumah sakit tenang biar gua yang urus." Ucap Fabian.
" oke sip." Ucap Rakha.
__ADS_1
" Gua balik dulu... dahh." Ucap Fabian.
Rakha masuk ke ruangan Lulu dan tidur di lantai.