5 Manusia Tampan

5 Manusia Tampan
Disosor Angsa


__ADS_3

" Tok...tok...tok.."


" Fabian.." Sahut Danar yang sudah membawa joran pancingan bersama Rakha, Wisnu dan Andi.


" iya. Ada apa bro?" Tanya Fabian." mancing yuk!!!" Ucap Danar.


" gaskeuunn.." Ucap Fabian yang mengambil joran


pancingannya.


" kita berangkat jalan kaki?" Tanya Fabian. " iya, lagipula spot mancing kita dekat ini." Ujar Andi yang sudah membawa joran pancingan.


" yaudah ayo." Ucap Fabian.


Di Sungai


Sudah lima belas jam Fabian dan kawan kawan mancing ikan di sungai. Akan tetapi, tidak ada satupun ikan yang menyambar kail milik kelima anak itu.


" lama euy.... sudah lima belas jam kita disini. Makanan saja sudah habis." Gumam Fabian.


" eh kira kira ada yang salah tidak dengan umpan kita?" Tanya Andi.


Kelima anak itu mengangkat joran pancingan mereka dan ada sebuah hal yang membuat mereka semua emosi.

__ADS_1


" Umpannya enggak ada beg*" Teriak Fabian yang menendang Batu ke sembarangan tempat. Hingga mengenai sarang lebah.


"Zzzzzzzzzz"


" bangk*, kena sarang lebah lagi. Kaburr!!!!"


Anak anak itu lari tunggang langgang akibat dikejar lebah. Belum selesai di kejar lebah, mereka kembali di kejar oleh anjing liar.


" aahhh Anj***g" Teriak Danar.


" kabur!!!!" Teriak Andi.


Lagi dan lagi, mereka justru berhadapan dengan manusia dengan masalah psikologi yang cukup berat. " Aahhhhh.... orang stress lagi." Ucap Fabian.


" wek...wekkk.wek..."


Angsa itu mengejar Anak anak itu hingga masuk ke sebuah Villa yang sedang ada sebuah acara pesta. Hingga membuat Fabian dikeroyok akibat dipukul orang orang disana.


********


Fabian hanya bisa tertawa jika mengingat momen itu, rasa ngakaknya mengalahkan emosinya karena ia di keroyok dulu.


" Lucu juga ya kalau kita mengingat masa itu." Ucap Fabian yang menyeruput kopi miliknya.

__ADS_1


" iya... menurut gua itu momen paling absurd yang pernah ada di muka bumi ini." Ucap Andi yang menghisap rokoknya.


" Tapi disitu gua curiga sama Laras. Dia seperti diikuti oleh satu keluarga dimana dari segi bersikap layaknya mertua dan suaminya deh." Gumam Fabian.


" apa jangan jangan dia benar suaminya. Soalnya gua waktu itu dengar Laras berteriak, dia nih suamiku paling sengklek pelakunya. Semua orang langsung memukuli Om Ashraf. Dan juga sepertinya om Ashraf lalu membawa Laras pulang dengan wajah marah dan malu." Ujar Rakha.


" kayaknya itu yang menghambat kak Laras menuju alam abadi. Kita temui saja keluarganya nanti kita minta mereka memaafkan kak Laras. Kasihan dia." Gumam Fabian.


" iya Fab. Kita semua setuju." Ucap Rakha,Wisnu,Andi dan Danar.


" akhirnya emak gua pulang juga." Ucap Fabian.


" Eh ada kalian disini? Enggak ngopi dulu?" Tanya Bu Indira.


" ini baru selesai ngopi ma." Ucap Rakha.


" oh yaudah...mama,Lulu,Daniar dan Ashinta masuk kedalam ya!!" Ucap Bu Indira yang masuk bersama ketiga gadis itu yang membawa banyak belanjaan.


" jadi apa yang harus kita lakukan saat ini?" tanya Andi.


" Pertama, kita datang ke rumah Kak Laras yang sebenarnya. atau rumah keluarganya lah. kedua, Kita tanya apa yang sudah mereka lakukan ke Laras? ketiga, kita ke makam nya kak Laras untuk mendoakan kak Laras agar dia tenang di alam sana." Ujar Fabian yang memberikan arahan kepada teman temannya.


" Baik Fab, semoga misi kita berhasil." Ujar Danar dengan optimistis.

__ADS_1


yuk dukung Novel ini dengan Like,Vote,Coment 😊😊😊


__ADS_2