5 Manusia Tampan

5 Manusia Tampan
Lima Manusia Tampan : Seandainya


__ADS_3

Lulu dan Rian tiba di sebuah pemakaman umum tempat anaknya di makamkan. Lulu pun duduk di samping peristiarahatan anaknya, lalu mencabuti rumput yang ada disana. Rian pun membantu membersihkan areal di sekitar kuburan itu. Setelah selesai, keduanya lalu berdoa untuk Andari.


" Andari, kamu yang tenang ya... disana.. Mama sama Om Rian Datang kesini buat jengukin kamu, bersihkan rumah kamu. Sama memastikan kalau kamu tenang disana. Semoga nanti kita bisa bertemu lagi ya nak." Ucap Lulu.


" Seandainya dia bisa melihatmu, apa yang akan kamu katakan Lulu?" Tanya Rian.


" hah? Rian!! Kamu jangan bikin aku makin sedih dong!!" Gumam Lulu yang memasangkan wajah cemberutnya.


" Ayolah Lulu...." Ucap Rian.


" baiklah... jika Andari ada disini...aku ingin mengatakan bahwa aku rindu..." Gumam Lulu.


" iya... aku juga mama..." Jawab Andari yang ada di belakang mereka.


Lulu menoleh, Lalu matanya berkaca kaca saat melihat sesosok gadis cantik dengan pakaian serba putih ada di hadapannya.


" Andari!!!!" Teriak Lulu yang menangis Histeris.


" Mama....aku rindu sama Mama..." Gumam Andari yang memeluk Lulu, padahal keduanya sudah berbeda Dunia.


" udah ya ma.. aku pergi lagi.. aku menunggu kehadiran mama disini. Tapi sekarang belum waktunya, Dadah Mama..." Andari kembali menjadi sebuah berkas cahaya lalu pergi terbang ke langit.


" Andariii!!" Teriak Lulu.


" udah ya Lu.... ayo kita pulang." Ucap Rian yang menenangkan Lulu.


" Hai...." Sapa Fabian yang datang bersama Danar dan Aji.


" hai... kalian ngapain kesini?" Tanya Lulu yang mengikuti langkah ketiga anak itu.


" Mau ziarah ke makam kak Laras..." Jawab Fabian yang membawa Sebuah berkas.


" oh..." Jawab Lulu. Fabian dan tiga Kawannya membersihkan makam Laras, setelah selesai. Mereka membacakan doa untuk Laras.


" Nah selesai, Kalian pulang saja. Fabian ada urusan penting. Soal rapat penting di Amerika." Gumam Fabian dengan tatapan nakal.


" hmm... kamu kebiasaan nakal..." Gumam Lulu. " yaudah, Fabian berangkat dulu ya.. daah.." Ujar Fabian yang langsung pergi.

__ADS_1



Andari Riani Putri, anak Lulu yang seharusnya tumbuh Dewasa


******************


" Tok...tok..Tok.."


" Elsa!!!!" Sahut Fabian yang sudah membawa dua buah potong ayam padang.


" Itu kak Januar kan? Kamu samperin saja dulu. Nanti suruh dia masuk... biar ikut makan." Ucap Bu Fatimah. " hmm... baik ma.. Elsa keluar dulu temui dia." Ucap Elsa.


Elsa pun membuka pintu rumahnya dan menemui Fabian yang sudah ada di teras dan membawa dua potong ayam padang.


" Hai, kak Januar? Ayo masuk!!!" Ucap Elsa dengan ramah.


" terimakasih..." Ujar Fabian dengan ramah.


" mau makan?" Tanya Elsa.


" oh yaudah coba kita ke ruang makan dulu... siapa tau kakak ada yang mau." Ucap Elsa.


" oh yaudah, sekalian ikut makan disini ya.. soalnya tadi pagi cuman makan bihun sama pisang goreng." Jawab Fabian.


Emang dasar gesrek. Batin Elsa.


" yaudah... ayo biar aku ambilkan nasinya. Kak Januar ke ruang makan aja dulu." Ucap Elsa.


" iya udah." Jawab Fabian yang melepas Jaket miliknya.


" Halo mama..." Ucap Fabian dengan ramah. " halo juga Mas Januar, habis darimana?" Tanya Bu Fatimah yang baru saja selesai makan.


" ini kak Nasinya." Ucap Elsa yang memberikan sepiring nasi.


" makasih, oh iya ma. Ini ada Satu potong ayam padang lagi. Mama mau enggak?" Tanya Fabian.


" Enggak Mas, buat Elsa aja. Kamu makan saja Elsa." Pinta Bu Fatimah.

__ADS_1


" tapi kan aku udah makan mah." Gumam Elsa.


" makan ayamnya saja Elsa. Bukankah kamu suka?" Tanya Bu Fatimah.


" iya mah." Ucap Elsa.


" Oh iya, sambil makan. Mama mau tanya sama Mas Januar, kenapa sih mas Januar sama teman teman menolak keras perjodohan?" Tanya Bu Fatimah.


" Hehe... bukan menolak perjodohannya mah, menolak prosedurnya saja. Gini, singkat cerita pas saya kelas satu SMA. Saya sama teman teman saya lagi nongkrong di tongkrongan. Ya biasa lah mengobrol santai, tapi enggak minum yang aneh aneh... dan hanya merokok saja. Tapi saya sama sekali tidak merokok, yang merokok itu teman saya." Jawab Fabian.


" oh, terus?" Tanya Bu Fatimah.


" terus, Saya sama teman teman saya itu mendengar suara jeritan dari sebuah rumah. Tadinya mungkin saya dan kawan kawan pikir itu hanya pertengkaran ringan. Tapi, kelamaan suara itu semakin keras dan saya melihat ada anak perempuan ukuran tinggi tubuhnya seperti Elsa, nah saya dan kawan kawan menghampiri lah si gadis itu dan ternyata gadis itu wajahnya berdarah darah. Maka dari itu, saya inisiatif melaporkan kejadian itu ke polisi, lalu Teman saya mengantar Gadis itu pulang ke rumah orangtuanya." Ucap Fabian sambil makan.


" Gimana tuh? Kasihan sekali gadis seumuran Elsa dianiaya sama suaminya seperti itu." Ucap Bu Fatimah.


" Jadi setelah diobati di rumah sakit, wanita itu kita berlima pada saat itu antar dia pulang ke rumah orangtuanya. Di rumah orangtuanya kita disambut dengan timpukan batu karena si bapak wanita itu berpikir anaknya selingkuh dengan teman teman saya. Setelah melalui penjelasan cukup alot, akhirnya kita dapat menenangkan orangtua itu. Kita tanya lebih dalam, ternyata saya dan rekan menemukan Fakta diantaranya :


Satu, wanita itu masih 18 tahun. Sikapnya masih kayak bocah banget, sama sekali belum tahu seluk beluk soal pernikahan. Orangnya juga agak introvert kata tetangganya.


Dua, Prosedurnya yang salah. Bapaknya si wanita itu secara tiba tiba memerintahkan anaknya untuk menikah dengan anak sahabatnya di sebuah rumah sakit di kota ini.


Terakhir, Wanita atau anak tersebut dikucilkan oleh keluarga si suaminya itu. Kata si korban, dia dijadikan babu oleh keluarga itu.


Jadi Finalnya, Kedua belah pihak orangtua ditangkap atas penganiayaan anak secara psikis dan pasal pernikahan dini. Kesimpulannya, Gadis atau janda yang akan menikah harus dalam keadaan ikhlas atau tanpa paksaan. Kalau wanita tersebut tidak ikhlas, pernikahannya tidak sah. Dan juga harus benar benar sudah baligh dan dewasa." Jawab Fabian.


" Hiks..hiks.. makanya ya Elsa, kamu sekolah dulu yang pintar. Kuliah dulu, nanti di sela sela kuliah kamu bisa menikah dengan mas Januar atau siapapun, selagi dia benar benar baik dan perhatian sama kamu." Ucap Bu Fatimah.


" iya mah.." Ucap Elsa yang ikut menangis.


" mah.. Januar ikut istirahat dulu ya!!!!" Pinta Fabian.


" iya...silakan... disini ada satu kamar yang tersedia buat kamu. Lagipula dua kakaknya Elsa sudah pulang kembali ke rumah suaminya masing masing." Ucap Bu Fatimah.


" baik Mah." Ucap Fabian.


Setelah selesai makan, Fabian segera pergi ke ruangan kamar yang dimaksud bu Fatimah. Lalu ia bermain game online disana, hingga dia tertidur.

__ADS_1


__ADS_2