5 Manusia Tampan

5 Manusia Tampan
Lima Manusia Tampan : Buku


__ADS_3

Jam menunjukan setengah sepuluh malam, Fabian sedang berada di Kamar Lestari untuk mengobati adiknya itu. Ia pun memberikan sebuah Buku kepada Lestari sebagai pedoman untuk membangkitkan semangatnya.


" Ini Buku apa kak?" Tanya Lestari yang melihat setiap sisi buku itu.


" itu Buku karangan kakak. Emang edisi gabut aja sih. Ya itu merupakan kumpulan cerita kakak dari kakak ditinggal sama Kak Lulu sampai saat ini. Semoga itu bisa membuat semangat kamu kembali pulih." Ucap Fabian yang kembali ke kamarnya.


" iya kak. Makasih." Ucap Lestari yang kini kembali tersenyum Bahagia.


" Buku apa ini?" Tanya Lestari yang kebingungan. Ia pun mulai membaca buku itu.


Ini merupakan Ceritaku Fabian Andromeda Januar, Saat itu aku masih berumur sebelas tahun. Hari itu menjadi hari yang menyedihkan bagiku. Karena aku harus di tinggal oleh sahabatku Lulu, memang pada saat itu aku belum menyadari kalau Lulu itu masih satu Saudara denganku. Saat itu Lulu menangis sedih, apalagi aku, tapi aku laki laki. Hanya sedikit air mata yang keluar dari kelopak mataku. Saat itu terapi Untuk mengobati rasa sakit Akibat kehilangan Lulu yaitu melakukan apapun yang membuatku senang. Seperti membaca Buku, bermain Bola bersama teman teman. Dan juga saat itu aku memutuskan untuk memakai masker Buff sebagai Ciri khasku. Setiap orang memiliki hak untuk Bahagia. Dan aku sendiri memiliki cara sendiri untuk Bahagia.


" cukup!! Besok aku baca lagi. Sekarang aku tidur dulu." Ucap Lestari yang menyimpan buku itu. Lalu ia tidur dengan nyenyak.


Fabian yang melihat adiknya itu tertidur lelap tersenyum pelan. Lalu ia pergi ke kamarnya karena sudah mengantuk. Ia pun langsung tertidur lelap karena ia sudah benar benar banyak bekerja hari ini.

__ADS_1


*************************


" Kakak!!!! Bangun!!!" Teriak Lestari yang pagi pagi sudah membangunkan kakaknya itu.


" Iya..." Ingin sekali rasanya Fabian marah, tapi tidak bisa.


Ia pun mengambil handuknya lalu pergi ke kamar mandi. Dengan kondisi masih sempoyongan karena nyawanya belum sepenuhnya kumpul.


" Kak Lulu... sini biar Tari bantu bawa makanannya." Ucap Lestari yang membantu Lulu membawa makanan untuk Sarapan.


" Wah Lulu... nanti kamu sudah tidak menyiapkan sarapan lagi disini. Nanti kamu akan menyiapkan sarapan untuk Rian." Ucap Mama Indira.


" iya... Biasanya kita bercanda Bareng. Main di kamar bareng. Main make up an bareng. Kalau Kak Lulu pergi nanti kita kekurangan personil." Ucap Ashinta.


" Hmm... gapapa, nanti setiap weekend atau kapan saja Lulu bisa main kesini." Ucap Lulu yang menyiapkan nasi untuk anak anak yang akan sekolah itu.

__ADS_1


" Lah punya Januar mana?" Tanya Fabian.


" ini... lagian kamu kok lebih senang di sebut Januar?" Tanya Lulu.


" kan si Bidadari kecil, eh maksudku Elsa. Orang pertama yang aku suruh panggil Januar." Ucap Fabian.


" iya tau yang udah punya pacar mah. Cepat sarapan nanti kamu berangkat sekolah. Sebelumnya makasih ya udah bikinin sama sebarin undangan pernikahan aku." Ucap Lulu.


" sama sama... dan makasih juga udah bayar. Bian sengaja belum pasang Tarif Resmi karena masih awal." Ucap Fabian.


" yaudah ayo makan sarapannya." Ucap Lulu.


Fabian,Daniar, Ashinta, Rara dan Nabila makan sarapan itu. Setelah selesai, mereka semua berangkat ke sekolah masing masing


" Mah.. kita berangkat ya.." ucap Ashinta,Daniar,Rara dan Nabila.

__ADS_1


" iya hati hati dijalan ya sayang. Kamu juga hati hati Fab." Ucap Bu Indira.


Fabian dan anak anak yang lain pun pergi berangkat ke sekolah. Sedangkan Lestari dan Lulu melanjutkan aktivitasnya masing masing.


__ADS_2