
Setelah membawa Rara dan Nabila ke kamarnya. Fabian dan Wisnu segera membaringkan gadis kembar itu di tempat tidur. Lalu, mereka berdua keluar kamar untuk makan siang.
" Makan siang dulu Nu, gua lapar nih!!!" Seru Fabian pada Wisnu yang sedang melihat foto dirinya bersama Ashinta di mall.
" Woy, kuping lu rabun ya??" Tanya Fabian yang kesal pada Wisnu.
" eh dimana mana juga, kuping itu budeg. Bukan rabun, emangnya kuping gua ini mata?" Tanya Wisnu yang kesal dengan ulah sahabatnya itu.
" Maka dari itu, gua ngajakin elu makan. Mau kagak?" Tanya Fabian yang menjitak kepala Wisnu dengan keras.
" platakk!!!!"
" woy...sakit tau!!!" Teriak Wisnu yang memegangi kepalanya.
" Anj*r, segitu aja sakit. Dasar lebay lu!!" Gumam Fabian yang sedang membuka pintu rak makanan di dapur.
" Fab...aku mau ngomong sebentar sama kamu." Ucap Nisha yang memegangi rambutnya yang dikuncir dua itu.
" Ngomong apa?" Tanya Fabian.
" Aku mau menikah sama Saka besok, di rumah sakit. Dan aku sama Saka sepakat, enggak akan melakukan resepsi demi menghormati Papa nya Saka yang sedang sakit. Tapi kamu bisa enggak carikan tempat yang jual kebaya atau sewa kebaya? Soal uang, nanti akan ada bibi dan om aku yang akan menjadi wali dan membiayai pernikahan aku." Uar Nisha.
" oh yaudah, tapi kamu siap lahir batin kan? Kamu ikhlas dan rela kan?" Tanya Fabian.
" iya..." jawab Nisha.
__ADS_1
" nanti kita sewa sama El.... alamak!!! Aji ikut sama gua sekarang!!!" Teriak Fabian.
" anyar ge rek istirahat.." Batin Aji.
" oke kita kemana sekarang Fab?" Tanya Aji yang sedang mengendarai mobil.
" Ke toko bunga sama toko boneka...." jawab Fabian.
" oke.." Ujar Aji.
" Setelah sampai di toko bunga dan toko boneka yang bersebelahan, Fabian meminta Aji untuk membeli coklat dan boneka sedangkan Fabian membeli boneka.
" ini uangnya Aji." Gumam Fabian.
" oke..." Ujar Aji.
" Ba...bu..ba.bu.. saya masih 19 tahun, belum nikah sama sekali. Saya juga enggak pernah pacaran, selama SMA sekalipun." Batin gadis penjaga toko bunga itu.
" yaudah, jadinya berapa?" Tanya Aji.
" Enam puluh ribu." Jawab penjaga toko itu.
" ini uangnya... makasih." Ucap Aji.
Tiga menit kemudian, Fabian dan Aji kembali ke mobil. Lalu keduanya pergi ke rumah Elsa.
__ADS_1
**************
" tok...tok...tok.."
" iya? Eh ada Mas Januar sama Mas Aji, mau ngapain? Kok bawa bunga,boneka sama coklat gitu sih?" Tanya Bu Fatimah.
" Ini bu, si Elsa Kan ulangtahun hari ini, makanya saya sama Ajudan saya datang kesini." Jawab Fabian dengan ramah.
" ohh iya atuh...ayo ke kamar Elsanya, Mama juga lupa mas." Gumam Bu Fatimah yang justru menertawakan dirinya sendiri.
" baik Ma.." Ucap Fabian dan Aji.
Mama Fatimah,Aji dan Fabian masuk ke dalam kamar Elsa dan menemui Elsa yang sedang tertidur lelap di tempat tidurnya.
" Elsa...sayang bangun dong!! Maafin Mama ya!! Pantas saja tadi pagi kamu bangunkan mama, buatkan mama sarapan dan buatkan mama teh hangat. Ternyata kamu lagi cari perhatian karena hari ini kamu ulangtahun yang ke 17 tahun." Ucap Bu Fatimah.
" Hah??" Elsa terbangun lalu ia membuka matanya perlahan, ia melihat Aji dan Fabian sudah memegang bunga,Coklat dan boneka.
" selamat makin dewasa Elsa!!!" Elsa menangis terharu, karena hanya Fabian dan Aji lah yang masih ingat dengan hari ulangtahunnya dibanding teman temannya.
" Huaaaaaa!!!! Makasih Kak Januar...Mama..om Aji..." Ucap Elsa yang memeluk Fabian dan Mama nya.
" om lagi om lagi.." Gumam Aji.
" udahlah Aji, biarkan saja. Sekarang kita ke ruang tengah yuk!! Pengen makan gua teh.." Gumam Fabian.
__ADS_1
" hmm..pasti kamu lapar ya mas..yaudah...ayo kita makan." Ucap Mama Fatimah. Fabian segera menggendong Elsa ke ruang makan dan Aji yang sebenarnya ingin memiliki pasangan seperti dua kawannya itu.