5 Manusia Tampan

5 Manusia Tampan
Hujan


__ADS_3

" Ayo ayo tembak tembak.." teriak Fabian dan Andi yang sedang bermain playstation di kamar Fabian.


" udah gua tembak bro, tapi gua cuman dianggap temen aja." Ucap Andi.


" Tenang... cari yang lain." Ucap Fabian yang matanya terfokus pada layar playstation.


" Gass lah.." Ucap Andi.


" si Danar enggak kesini An?" Tanya Fabian yang menyimpan stik Playstation miliknya.


" Lagi dijalan dia... tadi dia chat gua." Ucap Andi.


" Tik....tik... tik.."


Hujan turun dengan derasnya, membuat udara malam menjadi terasa sangat dingin.


" Hujan... si Danar pasti kehujanan." Ucap Fabian. "


" Yoi." Ucap Andi.


Beberapa menit kemudian


" Tok...tok...tok.."


Pintu dibuka oleh Ashinta, ternyata ada Wisnu dan Danar yang berada di teras rumah.


" Eh kakak... ada apa? Kalau nyari kak Fabian ada sama kak Andi lagi main Playstation di lantai satu." Ucap Ashinta.


" Oh oke. Kita boleh masuk nih?" Tanya Danar.


" Boleh lah... silakan... sepatunya bawa masuk..nanti suka hilang kalau disimpan diluar." Ucap Ashinta hati hati.


" Oke dek..makasih ya!!" Ucap Danar dan Wisnu.


Danar dan Wisnu melewati tangga yang zigzag untuk pergi ke kamar Fabian. Setelah sampai, mereka berdua disambut hangat oleh Fabian dan Andi.


"Kreeekkkk!!!"


Pintu Kamar Fabian terbuka.


" Malam bro!!" Sapa Danar.


" malam juga... tumben si Nunu dibawa kesini?" Tanya Fabian.

__ADS_1


" ya tadi gua ketemu aja dijalan. Yaudah gua bajak dan bawa dia kesini." Ucap Danar.


" lu berdua kalau mau pada minum kopi, tuh kopinya ada di atas meja dan gelas sendoknya ada disitu. Seduh saja sendiri." Ucap Fabian.


" oke makasih." Ucap Danar.


Wisnu dan Danar menyeduh kopi Itu. Sambil mengaduk kopi buatannya, Wisnu memberikan beberapa buah surat undangan kepada tiga kawannya itu.


" Nih Undangan." Ucap Wisnu.


" Undangan siapa?" Tanya Fabian.


" dari kak Ervina." Ucap Wisnu.


" what? Kakak kelas itu? Yang ikut di Osis bukan nu?" Tanya Fabian pada Wisnu.


" iya.." Jawab Wisnu.


" Dia kenapa? Keduluan bukan? Apa ketahuan pacaran?" Tanya Fabian.


" Dia terpaksa nikah karena wasiat neneknya yang meninggal enam hari yang lalu. Kalau soal cowoknya sih kak Ervina nya juga udah kenal." Ucap Wisnu.


" oh yaudah, kapan?" Tanya Fabian.


" oh oke." Ucap Fabian yang mengangguk tanda mengerti.


********


Elsa masih sedikit merasakan pusing di kepalanya, ia pun merubah posisinya dari berbaring ke posisi duduk. Ia mengambil ponselnya lalu menelepon Fabian.


"Dreerrrttt"


Ponsel milik Fabian bergetar.


" halo? Apa Elsa?" Tanya Fabian sambil menyandarkan tubuh nya ke tempat tidur.


" Enggak... aku kedinginan." Ucap Elsa.


" yaudah...pake jaketnya, kaos kaki dan selimutnya." Ucap Fabian yang perhatian dengan Elsa.


" iya sebentar." Ucap Elsa.


One Fews momen later

__ADS_1


" udah semuanya, kamu lagi ngapain disitu?" Tanya Elsa.


" gua lagi main PS sama temen temen." Ucap Fabian.


" iya udah, jangan sampai larut malam ya..cepat tidur." Ucap Elsa.


" iya.. kamu aja duluan tidur. Nanti gua juga tidur kok." Ucap Fabian.


" iya... aku lanjut tidur lagi ya!!" Ucap Elsa.


" iya... dah..." Ucap Fabian.


" Tut...tit..tut..."


Telepon terputus.


*******


" Halo? Apa kak Bima?" Tanya Ashinta yang berbaring di kamarnya.


" ini Ashinta.... maafin kakak ya!! Hubungan kita harus berakhir sampai sini." Ucap Bima, Calon Suami Kak Ervina.


" hah? Kok bisa? Aku salah apa emang kak?" Tanya Ashinta.


" Kakak akan segera menikah dengan teman kakak. Kamu tau kak Ervina kan? Iya sama dia nikahnya." Ucap Bima.


" hah??? Hiks....hiks...hiks..." Ashinta menangis sedih setelah mendengar kata Bima, kekasihnya yang merupakan kakak kelas di sekolahnya bersama Fabian.


" Fab.... itu adik lu nangis." Ucap Andi.


" Ayo ke kamarnya." Ucap Fabian.


" As? Kamu kenapa?" Tanya Fabian yang duduk disamping adiknya itu.


" aku ditinggal nikah kak." Ucap Ashinta sambil menangis memeluk kakaknya.


" yaudah... biarin aja... itu kan udah kehendaknya dia..lagi pula cowok yang lain kan banyak... kayak si Wisnu dan Danar yang enggak laku laku." Ucap Fabian.


" Hmmm.... iya kak... yaudah...aku mau tidur.. kakak sama teman teman kakak pergi lagi aja ke kamar kakak." Ucap Ashinta.


" yaudah kalau begitu kakak sama teman teman kakak ke kamar lagi ya!!!" Ucap Fabian.


" iya kak." Fabian dan teman temannya pun kembali kedalam kamar.

__ADS_1


Ashinta hanya bisa berbaring sambil menangisi nasibnya yang diputus cinta secara mendadak.


__ADS_2