5 Manusia Tampan

5 Manusia Tampan
Malam


__ADS_3

Setelah kejadian tidak diinginkan tadi, Elsa sedikit demi sedikit mulai merasakan apa yang Fabian rasakan. Ia merasa kasihan dengan Fabian, ia pun mencoba untuk menghubungi Fabian.


" Halo? Kamu lagi ngapain?" Tanya Elsa. " Gua lagi duduk di dalam kelas." Ucap Fabian.


" Aku menjadi tidak enak atas kejadian tadi, kamu pasti marah kan?" Tanya Elsa.


" iya, gua emang marah. Tapi bukan sama kamu." Ucap Fabian hati hati.


" oh yaudah.... kamu lagi enggak ada kerjaan bukan?" Tanya Elsa.


" iya... lagi sepi job." Ucap Fabian.


" Kamu tau tempat makan yang enak enggak?" Tanya Elsa yang duduk di depan kelasnya.


" oh kamu mau kesana? Ada kok!! Di kota ada Cafe kebetulan Gua kenal sama pemilik Cafe itu." Ucap Fabian yang mulai sedikit tersenyum.


" Oh yaudah...kita kesana ya!!!" Ucap Elsa.


" Oke... sekarang kan udah jam pulang. Kamu gua antar pulang dulu, udah itu Baru kita kesana." Ucap Fabian.


" Oke." Ucap Elsa.


" Kriiiingggg!!!"


Bel sekolah berbunyi, Elsa,Inara dan Tasya pun pergi keluar kelas untuk pergi pulang ke rumah masing masing.


" Gimana? Jadi enggak?" Tanya Fabian. " oke...ayo.." Ucap Elsa.


Elsa menaiki motor Fabian, sedangkan Inara menaiki motor Andi dan Tasya menaiki motor Danar.


******


"Prang!!!!"

__ADS_1


Suara piring terbang,sapu terbang,sepatu terbang, Bantal terbang dan semua perabotan rumah beterbangan lalu pecah berkeping keping.


" Siapa lelaki di foto itu Mumun?" Tanya Pak Husni, Suaminya.


" itu temanku mas." Ucap Mumun tak berdaya.


" bohong!!" Ucap Pak Husni.


" Itu teman bisnisku mas." Ucap Mumun.


"Bohong!!" Ucap Pak Husni lagi.


" itu teman lamaku mas." Ucap Mumun lagi.


" Bohong!!" Ucap Pak Husni ketiga kalinya.


" iya itu teman kencanku mas." Ucap Mumun akhirnya mengakui kesalahannya.


" Hah? Dane!! Putar balik Dane..aku mohon!!" Ucap Lulu yang panik.


" iya yaudah." Ucap Dane.


******


" Ayo berangkat Fab." Ucap Elsa. Fabian menoleh dan matanya tak berkedip saat melihat penampilan Elsa yang sangat luar biasa cantik.


" Berangkat kapan?" Tanya Elsa.


" yaudah ayo." Ucap Fabian.


( Skip Cafe)


" sampai juga, ayo masuk!!" Ucap Fabian.

__ADS_1


" halo bro!! Kemana aja bro?? Ini siapa bro? Pacar lu?" Tanya Rakha, teman lama Fabian.


" ada... ya bisa dibilang begitu." Ucap Fabian.


" mantap... silakan duduk.. mau pesan apa?" Tanya Rakha.


" kamu pesan apa Elsa?" Tanya Fabian.


" Roti bakar yang ini aja deh." Ucap Elsa. " yaudah berarti gua sandwich aja Deh." Ucap Fabian.


" Roti bakar jeung Sandwich teh eta eta keneh Kasep." ( Roti Bakar sama Sandwich masih itu itu juga ganteng.) Ucap Rakha.


" idih... lu nyebut gua ganteng. Geli gua euy." Ucap Fabian.


" tapi kan muka kamu emang ganteng Fab." Ucap Elsa.


" terimakasih, tapi kalau si Rakha yang bilang gitu gua jadi geli dengernya." Ucap Fabian.


" iya... btw, aku seneng banget melihat atmosfer malam di kota X ini." Ucap Elsa dengan rasa senang di dalam hatinya.


" iya... inilah the nights atau kehidupan malam." Ucap Fabian.


" ini Roti sandwichnya. Silakan dinikmati." Ucap Rakha. " makasih Rakha." Ucap Fabian. " sama sama." Ucap Rakha yang pergi kembali melayani pengunjung yang lain.


" Kamu tau enggak Fab? Ini merupakan kali pertama aku jalan bareng cowok diluar keluargaku." Ucap Elsa.


" emang kamu doang? Sama gua juga ini lagi mengakhiri masa paceklik cewek alias jomblo." Ucap Fabian.


" Nih... kamu suapin gua... gua suapin kamu." Ucap Fabian.


" oke.... buka mulutnya..." Ucap Elsa.


Saat sedang asyik saling menyuapi roti bakar, Fabian melihat Lulu keluar dari sebuah hotel yang berada di seberang cafe itu dengan kondisi sempoyongan dan masih mengenakan seragam sekolah. Ia tidak menghiraukan hal itu. Ia hanya fokus pada Elsa yang ada di hadapannya.

__ADS_1


__ADS_2