
"Dreeeertttttt"
" Halo? Apa Fab?" Tanya Elsa yang mengangkat telepon dari Fabian. " begini Elsa, keluarga dari mama gua mau kesini. Dan kita kekurangan unit untuk beres beres rumah." Gumam Fabian.
" oh yaudah, nanti aku kesana. Kamu enggak jemput?" Tanya Elsa.
" enggak... kamu kesini naik ojek saja, biar nanti Gua yang bayar." Ucap Fabian sambil memegang sapu dan serokan.
" yaudah, aku sama Tasya kesana sekarang." Ucap Elsa yang menutup teleponnya.
" Yuk kita lanjut beres beres rumah." Ucap Fabian yang menyetel lagu seperti mati lampu.
Janganlah kau tanyakan besarnya cintaku
Ku persembahkan untukmu, hanya kepadamu
Oh dan janganlah kau ragukan luasnya cintaku
Yang putih tulus untukmu, hanya kepadamu
Luasnya laut tak seluas cinta yang ku punya
Tak sedalam cinta yang ku rasa, cintaku satu untukmu
Tingginya langit tak setinggi kasih yang ku punya
__ADS_1
Tak setinggi kasih yang ku rasa, cintaku satu untukmu
Cintaku tanpamu ya sayang bagai malam tiada berlalu
Cintaku tanpamu ya sayang bagai malam tiada berlalu
Janganlah kau ragukan luasnya cintaku
Yang putih tulus untukmu, hanya kepadamu
Luasnya laut tak seluas cinta yang ku punya
Tak sedalam cinta yang ku rasa, cintaku satu untukmu
Tingginya langit tak setinggi kasih yang ku punya
Tak setinggi kasih yang ku rasa, cintaku satu untukmu
Cintaku tanpamu ya sayang bagai malam tiada berlalu
Cintaku tanpamu ya sayang bagai malam tiada berlalu
Cintaku tanpamu ya sayang bagai malam tiada berlalu
" tok...tok...tok..."
__ADS_1
" buka saja sayang." Ucap Fabian.
Elsa membuka pintu dan betapa terkejutnya dia saat melihat Fabian yang mengenakan jas hujan, helm proyek,Celana bahan berwarna hitam, sepatu boot dan topeng kupu kupu.
" hahahahahahah... ngakak sekali Kamu Fabian." Gumam Elsa yang tertawa bersama Tasya.
" iya... cepetan laksanakan tugas kalian." Elsa dan Tasya pun mengerjakan perintah Fabian.
Hiks...hiks..hiks..
Lulu datang dengan wajah sembab dan mata yang memerah. "Lulu?? Kamu kenapa?" Tanya Daniar yang memeluknya dengan erat.
" Huaaaaaa!!!!" Tangisan Lulu semakin kencang, membuat seisi rumah menghampiri Lulu.
" kamu kenapa Lulu?" Tanya Fabian yang memeluknya dengan erat.
" Yang kamu bicarakan dulu terjadi hari ini Fab. Kamu pernah bilang kalau nanti suatu saat aku dan kamu bertemu kembali, walau hanya sebatas sahabat. Oke, aku menghargai hubungan kamu dan Elsa. Dan jika kamu merasa terganggu, aku bisa kok meninggalkan rumah ini." Ucap Lulu sambil menangis.
" jangan Lulu!! Kita semua sayang sama kamu. Mama udah anggap kamu seperti anak mama sendiri." Ucap Bu Indira.
" iya kak Lulu, kakak udah aku anggap seperti kakak sendiri kok." Ucap Ashinta yang memeluk Lulu sambil menangis.
" terimakasih, kalian semua masih sayang sama aku." Ucap Lulu yang kembali menangis terharu. " sama sama, kalau begitu ayo kita lanjut beres beresnya." Ucap Fabian. " iya ayo." Ucap Bu Indira, Ashinta dan Daniar.
" iya ayo kita lanjutkan acara beres beres yang absurd ini. seperti mati lampu ya sayang...seperti mati lampuu...cintaku padamu ya sayang... bagai malam tiada berlalu." fabian justru asyik menyanyikan lagu dangdut itu.
__ADS_1