5 Manusia Tampan

5 Manusia Tampan
Lima Manusia Tampan : Nyasar ke Dimensi ( Sebelah)


__ADS_3

Di hari yang sama


Andi dan Danar sedang mengendarai motor dengan kecepatan sangat tinggi hingga mentok 160 Km/jam. Mereka menembus hujan badai dengan angin ber kecepatan angin sebesar 80 km/ jam. Saat melintasi jalanan menikung dan terdapat jurang di salah satu tepiannya. Danar tersambar petir lalu ia terjatuh dari motornya.


" Duarrrrrr!!!"


Petir menyambar Tubuh Danar hingga lelaki bertubuh atletis itu terjatuh dari motornya. Andi yang tak mengetahui Danar terjatuh menabrak motor milik Danar yang tergeletak di tengah jalan hingga hancur. Dan...


" Duarggghhhh"


Tabrakan tak terhindarkan. Motor Andi terpental jauh hingga masuk kedalam jurang. Sedangkan dua remaja itu tergeletak tak sadarkan diri dengan posisi berdekatan.


Beberapa menit kemudian, seperti ada dua orang yang membawa mereka ke sebuah tempat yang amat sangat indah.


" ahhh **** tangan gua..." Teriak Danar yang merasakan perih di lengannya.


" Tenang... sebentar lagi juga selesai." Ucap Seorang gadis cantik yang memiliki sayap yang sangat indah. Layaknya bidadari.


" Aduh cantik sekali!!! Kalau enggak bersayap pasti udah gua bawa pulang. Gua sadar ini pasti hanya mimpi." Ucap Danar.


" Andi... bangun!!!" Teriak Danar. Andi membuka matanya dan terkejut karena ada gadis mirip tasya yang sedang mengobati luka di tubuhnya.


" kamu siapa?" Tanya Andi.


" kamu tidak perlu tahu siapa aku, pasti kamu tidak akan percaya. Kalau kamu bicara ke sesama manusia juga palingan mereka semua akan menertawakanmu." Ucap Gadis Cantik itu.

__ADS_1


" kamu hanya mengalami lecet di lutut dan cedera ringan pada tangan kamu. Tenanglah, nih minum dulu." Ucap Gadis cantik itu.


" Enggak....kamu dan aku beda alam... aku mau minum dari alamku sendiri." Jawab Andi.


" Yaudah nih... ini air minum dari botol di tas milikmu." Ucap Gadis Cantik itu.


" iya makasih." Ucap Andi.


" ya sudah kalau begitu aku pergi dulu." Ucap Gadis cantik itu.


" Baik. Terimakasih." Ucap Andi.


__________________________


" Dan... kita ada dimana sih?" Tanya Andi yang berdiri dari tempat pembaringannya.


" Andi... lihatlah... pemandangannya bagus bukan?" Tanya Danar.


" Yoi.. kita ada dimana sih sebenarnya? Memang pemandangannya bagus. Cuman, yang jadi masalah kita ada di alam dimensi tetangga kita. Itu sangatlah mustahil." Gumam Andi.


" Lah iya... cara kita pergi bagaimana?" Tanya Danar. Andi berpikir sejenak, lalu ia mendengar Suara seperti Para Anggota kerajaan sedang berbicara dengan rajanya.


" Dua laki laki itu harus pulang, mereka tidak cocok tinggal disini. Mereka harus pulang ke Dunia tempat mereka tinggal.


" tapi ibunda, Mereka berdua sangatlah tampan. Kita ingin sekali tinggal bersama mereka." Ucap Salah satu anggota kerajaan.

__ADS_1


" boleh.... jika kalian ingin tinggal bersama mereka silahkan. Tapi kalian harus menjadi manusia biasa, sama seperti mereka." Ucap Sang Ibu Ratu bidadari itu.


" Baiklah ibunda... kami akan melaksanakan perintah ibunda. Kalau begitu kami pamit dulu." Ucap Dua Bidadari itu.


" Hei? Kalian berdua sudah sembuh?" Tanya Dua bidadari itu.


" Sudah... katanya kita harus pulang ya?? Terus lewat mana pulangnya?" Tanya Andi.


" Sini pegang tangan kami." Ucap Dua bidadari itu. Andi dan Danar memegang Tangan bidadari yang sangat lembut itu. Kemudian seberkas sinar muncul dengan sangat terang. Tak lama kemudian, Danar dan Andi terbangun dan tersadar ada di kompleks pemakaman.


" Lah... ini kan kuburan??" Tanya Danar. " Hehe... iya... permisi... enggak usah dijawab. Nanti bikin kondisi makin parah." Gumam Andi.


Dua bidadari itu melepas sayapnya dan menjadi manusia normal seutuhnya.


" Lah kalian berdua manusia juga rupanya?" Tanya Danar.


" iya... nanti si Author akan menjelaskan kok siapa kita sebenarnya, Dia kan hebat... dapat mencampur semua genre menjadi satu." Gumam gadis cantik itu.


" terus kita sekarang gimana?" Tanya Andi.


" kita harus ke rumah sakit, katakan saja kita adalah korban selamat." Jawab Gadis itu.


" iya lagipula kan ada beberapa luka di tubuh kalian yang harus sembuh secara medis." Ucap Gadis yang satunya lagi.


" iya... ayo kita ke rumah sakit." Ucap Andi. Keempat anak itu pun pergi ke rumah sakit dengan berjalan kaki.

__ADS_1


_______________________________________


Kak, kok ceritanya jadi gini sih? Perasaan makin lama makin ngaco, gak nyambung. Tenang dulu!!! Ini hanyalah salah satu cara agar orang tertarik untuk membaca. Bisa dibilang dengan adanya bab Bergenre Fantasi ini di umpamakan sebagai bumbu merica agar suatu masakan semakin enak. Jumlah takarannya juga pas kok. Pokoknya Like,Komen dan Vote di Aplikasi Noveltoon.


__ADS_2