5 Manusia Tampan

5 Manusia Tampan
Lima Manusia Tampan : Kisah Andi dan Aurelia


__ADS_3

Andi memasuki Areal rumahnya, bersama Aurelia. Ia merebahkan dirinya di sofa ruang tengah. Aurelia pun duduk di atas tikar karena dia tidak kebagian duduk.


" Ganti pakaianmu!! Saya aja yang melihatnya gerah, apalagi kamu yang mengenakan gaun itu?" Tanya Andi yang duduk di atas Sofa.


Aurelia bangkit dari duduknya dan bertanya.


" ganti dengan apa? Sejak kita pertama kali bertemu. Aku hanya mengenakan gaun ini, aku sama sekali tidak membawa pakaian satu pun. Kamu punya baju tidak untuk dipinjamkan untukku!!!" Tanya Aurelia.


" ada... di lantai atas ada Kamar.... disana ada lemari berisi pakaian wanita. Kamu pakai saja, sekalian kamar itu untuk tempat nanti kamu tidur. Saya sangat benci tidur satu ruangan atau satu kamar dengan gadis yang sama sekali tidak sedarah." Ucap Andi dengan wajah tegas.


" iya... kalau begitu aku ganti baju dulu." Ucap Aurelia yang berjalan menaiki tangga berbentuk silinder ke lantai atas.

__ADS_1


" Ma.... aku bawa temen buat tinggal di rumah aku... dia cewek...tapi Andi enggak akan macam macam kok." Tulis andi di pesan chat miliknya.


" iya... jadilah anak yang baik..dan jaga gadis itu.. anggap saja gadis itu adalah almarhum mendiang kakak kamu." Tulis Bu Rosa, Mama nya yang kini ikut suaminya tinggal di India.


" wah!! Rumah ini megah juga...kamarnya juga bagus lagi.. Tapi bentar, ini foto siapa? Mungkin saja Saudara dari si cowok itu." Gumamnya dalam hati.


Ia membuka lemari, dan menemukan pakaian berbagai macam merk dan bentuk. Ia mengambil Kaos polos putih bertangan panjang dan sebuah rok rampel levis berwarna biru methalic. Ia pun mengenakan pakaian itu, setelah selesai, ia bercermin pada sebuah kaca di lemari itu.


" hmm... aku terlihat sangat cantik!! Pasti si cowok itu suka sama aku...tapi ada yang kurang...apa ya?? Oh aku pakai saja kaos oranye bertangan pendek ini. Jadi senada dengan kaos polos berlengan panjang warna putih yang menjadi dalamannya." Gumamnya.


Wajah Andi memang mirip oppa korea, tapi aslinya dia blasteran India - Indonesia.

__ADS_1


" Hai.." Sapa Aurelia.


" ***r, saya kira almarhum kakak saya." Gumam Andi.


" what? Kakak? Almarhum? Emang kakak kamu sudah tiada?" Tanya Aurelia yang duduk di samping Andi yang sedang menonton TV.


Andi menjawab


" memang... ketika saya kelas satu SMA, dan kakak Saya kelas tiga SMA. Hari Rabu kala itu semua terlihat baik baik saja. Hingga suatu saat, kakak kelas saya datang ke kelas dan memberitahukan bahwa kakak saya yang bernama Andara sakit demam, saya pikir itu demam biasa. Makanya saya datang ke kelas kakak saya dan membawa kakak ke rumah sakit. Jawabannya juga sama, cuman gejala Flu. Saya bawa pulang dan hingga jam setengah satu malam kakak saya masih biasa saja. Hingga akhirnya, hari Kamis jam setengah dua malam atau dinihari. Saya terbangun dari tidur karena ingin buang air kecil dan setelah selesai buang air kecil, saya kembali ke kamar dan kebetulan kakak saya tidur bersama saya karena mungkin itu permintaan terakhir darinya. Saya menemukan kakak saya sedang terbaring di kamar tidur sambil melotot, saya panggil tidak ada jawaban dan saya minta Fabian, yang mengijinkan kamu dan saya untuk menginap sementara. Untuk mengecek kondisi kakak saya, dan jam 2 dinihari Kakak saya dinyatakan sudah tiada. Dari semua prosesi pemakaman. Fabian,Wisnu,Rakha, dan Danar membantu tanpa pamrih. Itu yang membuat persahabatan saya erat sampai saat ini." Ujar Andi.


" Hiks...hiks... sabar ya!!! Kamu harus kuat... kamu saja mampu melewati rasa sakit ini. Yakinlah, orang orang di sekitar kamu baik itu aku atau teman teman yang kamu sebut itu, akan selalu ada buat kamu." Ucap Aurelia yang menangis sedih.

__ADS_1


" iya...terimakasih... nanti Sore kita Ziarah ke makam kakak saya. Sekarang pergilah ke kamar untuk istirahat. Biar saya istirahat disini." Perintah Andi.


" Baik." Aurelia pergi ke kamarnya dan berisirahat sedangkan Andi istirahat di sofa.


__ADS_2