5 Manusia Tampan

5 Manusia Tampan
Lima Manusia Tampan : menginap


__ADS_3

_____________________________


Tasya turun dari mobil milik om Tedi, suami bibi nya yang mengantar dirinya ke rumah Danar. " sampai juga, makasih ya Om." Ucap Tasya yang merasa optimis bisa bertemu dengan Danar.


" sama sama, yaudah om pergi lagi ya!!!" Gumam Pak Tedi.


" iya om." Ucap Tasya yang masuk ke areal halaman rumah Danar.


" Tok...tok...tok..."


" Aduh siapa sih yang datang malam malam begini?" Tanya Danar yang berjalan menuju pintu depan rumahnya.


" Kreokk.." Pintu dibuka.


" Hai," Sapa Tasya.


" Bus*t, set*n" teriak Danar.


" hiks...hiks...kak Danar Jahat... masa aku dibilang set*n sih?" Tanya Tasya yang menangis karena ulah Danar.


" ih maafin, kak Danar kira set*n, soalnya datangnya malam malam seperti ini. Mau ngapain?" Tanya Danar yang melihat Tasya membawa sebuah rantang berisi makanan.


" mau menginap disini," Jawab Tasya.


" oh... cepetan masuk!!! Nanti di lihat tetangga bisa habis saya dikeroyok!!" Gumam Danar.

__ADS_1


" iya ayo." Ucap Tasya.


" kamu bawa apa itu? Baunya enak sekali!!!" Gumam Danar yang mencium aroma yang sangat sedap dari dalam rantang itu.


" ini aku bawa Ayam goreng, baru bibi aku goreng tadi. Emang sengaja buat kak Danar." Ucap Tasya yang memberikan Rantang itu.


" boleh dimakan enggak?" Tanya Danar.


" pelototin aja udah.." jawab Tasya.


" ya Maaf." Ucap Danar.


" iya udah, cepetan makan dulu." Ucap Tasya yang duduk di samping kursi termahal berwarna putih milik Danar.


" Hmm... enak sekali..." Ucap Danar yang memakan Ayam goreng itu dengah sepiring nasi.


" iya makasih ya.." Ucap Danar.


" sama sama, btw si Cewek itu mana?" Tanya Tasya.


" tuh lagi menyetrika baju." Jawab Danar.


" hai," Sapa Kinara. " hai juga," Sapa Tasya.


" ahh kenyang juga, sebenarnya tadi si nona itu udah bikinin aku makanan. Tapi sehubungan masih lapar dan Takut gadis pujaan hatiku yang satu ini menangis sedih, yaudah makan deh." Batin Danar dalam hati.

__ADS_1


" ooh jadi kalau kak Danar udah kenyang, kak Danar enggak mau terima makanan dari aku?" Tanya Tasya yang menatap Danar Sebal.


" enak aja, tau dari mana kamu?" Tanya Danar.


" Kak, aku tau ya... aku bisa baca hati kakak dan pikiran kakak. Kakak pasti punya pikiran kan kalau seandainya tadi udah kenyang, kak Danar enggak mau terima makanan dari aku? Hiks...hiks..." Tanya Tasya yang menangis.


" eh maafin kakak, maksudnya kalau sekarang sudah kenyang kan masih bisa buat besok pagi?" Tanya Danar yang berusaha bela diri.


" jadi walaupun sekarang sudah kenyang, kakak masih akan menyimpannya untuk besok pagi?" Tanya Tasya. Danar mendekati Tasya, lalu mengelap air mata yang keluar dari dua mata gadis mungil dan imut itu. Kemudian ia berkata.


" iya, nanti Saya akan menerima apapun yang dikasih sama kamu. Sekarang tidurlah, kamu tidur sama si Nona itu. Anggap saja dia adalah mama kamu." Kata Danar.


" hmm... baiklah kak Danar.." Ucap Tasya.


" Nona!!! Sini!!!" Panggil Danar.


" iya Tuan, ada apa?" Tanya Kinara. " kamu antar Tasya ke kamarnya, temani dia tidur." Pinta Danar.


" baik Tuan Danar." Ucap Kinara yang membantu Tasya yang sudah sangat mengantuk.


" ayo aku bantu..." Kinara membawa Tasya ke kamar dan setelah sampai, Tasya segera berbaring di kamar yang sudah di sediakan Danar. Kinara mengusap dan memijat kepala Tasya dengan lembut hingga gadis mungil itu tertidur.


" udah tidur rupanya, aku juga ikut tidur ah." Ucap Kinara. Sebagai bentuk penghormatan kepada dua gadis itu, Danar memilih tidur sendirian di ruang tengah Depan TV.


_________________________________________

__ADS_1


Intinya ini Tasya lagi menginap di rumah Danar, dan Danar pun tidak melakukan yang aneh aneh ke Kinara dan Tasya. ayo mampir, like,komen and Vote๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š


__ADS_2