5 Manusia Tampan

5 Manusia Tampan
Lima Manusia Tampan : Teringat


__ADS_3

Selamat membaca


Semoga Terhibur dan ada pesan moral yang dapat diambil. Maaf jika banyak salah salah kata. Karena saya adalah manusia Biasa, yang tak sempurna dan kadang salah.


__________________________________________


" Mama...." Panggil Elsa yang cium tangan Pada Mama Indira yang sedang memantau proses pemasangan Tenda. " Eh kok panggil Dia Mama sih? Tante aja dong.." Ucap Bu Fatimah.


" Aku udah biasa panggil dia Mama... atau jaga jaga aja kalau nanti aku lulus sekolah menikah dengan Kak Januar udah enggak kaget lagi." Jawab Elsa.


" Kamu.... Sekolah yang benar... udah itu baru kamu mama lepas untuk menikah." Ucap Bu Fatimah yang mengacak acak rambut anak gadisnya itu.


" Kak Januar nya mana?" Tanya Elsa.


" Eh iya Aduh Mama lupa, ini anak dari semalam belum bangun." Ucap mama Indira yanf menepuk jidatnya.


" Pagi semuanya.." Ucap Fabian yang turun dari tangga rumahnya.


" pagi? Ini udah sore kak!!!!" Ucap Elsa.


" Hah? Sudah sore? Kenapa tidak membangunkan aku dong??" Tanya Fabian yang menggaruk kepalanya padahal sama sekali tidak gatal.


" Kak Januar tidur lama sekali? Jam segini baru bangun??" Tanya Elsa.


" Iya... bahkan dia tidur jam 6 bangun jam 6 lagi." Gumam Bu Indira pada Elsa yang mengenakan baju kemeja pink dan Celana Levis berwarna biru.

__ADS_1


" aduh mama, Fabian Jadi Malu..." Gumam Fabian yang kembali menggaruk garuk kepalanya.


" Kak Fabian tau enggak? Aku Kan besok mau di make Up sama Mama Kak Januar. Jadi apa ya?? Oh pagar hidup." Ujar Elsa.


" Alamak...." Fabian menepuk Jidatnya lalu tertawa terbahak bahak mendengar Ucapan Elsa.


" kenapa tertawa kak? Aku salah ya??" Tanya Elsa.


" asal kamu tahu, Pagar hidup adalah pagar yang ditumbuhi tanaman atau pagar dari tanaman. Atau juga orang yang berjajar untuk menghalangi tendangan bebas pada sepak bola. Mungkin yang kamu maksud Adalah Pagar Ayu." Ucap Fabian.


" nah iya itu maksud aku. Aduh aku jadi pikun kayak begini." Ucap Elsa.


" Yaudah ayo masuk Elsa, Mama Fatimah." Ucap Fabian dengan ramah. " yaudah ayo kita masuk bu." Ucap Bu Indira pada bu Fatimah. " baik bu...terimakasih." ucap Bu Fatimah.


**************************


" Kakak? Kakak lagi sibuk enggak?" Tanya Rara.


" enggak sayang, mau apa?" Tanya Fabian yang menonaktifkan Laptop miliknya lalu menutupnya dan memasukannya kedalam tas Laptop.


" Itu Kak Lulu menangis di kamar. Enggak tau juga kenapa nya. Soalnya disini sama sekali enggak ada yang menganggu Kak Lulu." Ujar Adiknya itu.


" Oh yaudah ayo kita hampiri kak Lulu." Ucap Fabian yang pergi menaiki tangga. Dua adiknya pun mengikuti dari belakang.


" Lulu... udah dong...Kok nangis terus sih? Kamu jangan sampai banyak pikiran." Tanya Daniar yang mengelus bahu Lulu.

__ADS_1


" Aku masih kepikiran Mama sama Papa kandung aku. Mungkin mereka bahagia aku akan menikah atau mungkin mereka kecewa kalau aku akan menikah?" Tanya Lulu.


" Enggak Lulu.... Mama sama Papa kamu pasti bahagia kalau kamu akan segera menikah." Ucap Daniar yang menenangkan Lulu.


" ada apa ini?" Tanya Fabian yang datang bersama Rara dan Nabila.


" Ini Lulu menangis terus. Teringat pada Mama dan Papa nya." Jawab Daniar.


" itu Wajar." Sambar Fabian.


" wajar apanya?" Tanya Daniar.


" Mama dan Papa nya Lulu memang ada di belakangmu Niar." Ujar Fabian.


" ih apaan sih Fabian? Enggak lucu tau!!!" Ucap Daniar yang kini berpindah posisi.


" kamu bisa melihatnya Fab.... eh maksudku Januar." Ucap Lulu.


" Iya bisa... makanya aku sering mengeluh banyak hantu yang datang cuman nawarin dagangan juga." Jawab Fabian.


" Kamu bisa sendiri apa Diajarin?" Tanya Daniar.


" tadinya emang enggak sengaja liat. Udah biasa, terus sama Kakek disempurnakan dan dilatih untuk menangani hal seperti yang Lulu alami saat ini." Ucap Fabian.


" Sini biar Fabian tangani." Fabian memegang bahu Lulu lalu berdoa.

__ADS_1


" nah sudah selesai. Sekarang Lulu istirahat saja dulu. Jangan banyak pikiran, apalagi hutang ke warung Bi Kokom. Eh itu mah gua😂😂..." Gumam Fabian.


" iya.." Lulu pun berbaring lalu semua orang pergi keluar kamar agar Lulu tidur nyenyak.


__ADS_2