
Tasya yang menaiki kursi roda berjalan menuju parkiran dimana disana sudah ada Aji yang menunggu di dalam mobil Mercedez Benz berwarna Silver. " permisi... atas nama Pak Fabian?" Tanya Aji yang seolah olah adalah driver taksi online.
" Iya.. mas Aji ya??" Tanya Fabian. " oke.. silakan naik." Ucap Aji.
" Aurel sama Tasya naik ke mobil, Kak Andi sama Kak Fabian naik motor." Ucap Fabian.
" baik. Ayo Tasya kita naik keatas mobil." Ucap Aurelia yang mengangkat tubuh mungil Tasya keatas mobil mewah itu.
" iya.. sudah siap..." Ucap Aurel dan Tasya.
" sesuai Aplikasi ya mbak." Ucap Aji yang menancapkan gas mobil berwarna silver itu.
" Emakk.... Aing kudu kumaha ieu??? Tadi aya duaan nu gesrek..ayeuna aya dei nu leuwih gesrek. Apes ieu mah." Batin Aurelia dalam hati.
" Mbak habis dari rumah sakit?" Tanya Aji pada Aurelia. Sedangkan Tasya tertidur di pangkuan Aurelia.
" iya... ini adik sakit, udah sembuh. Mau dibawa pulang." Jawab Aurelia dengan terpaksa.
" Mau lewat mana? Jalan Utama apa Alternatif?" Tanya Aji.
" Lewat jalan utama kenapa emang?" Tanya Aurelia. Aji menjawab...
" lewat Jalan Utama macet neng.." Jawab Aji.
" kalau jalan alternatif?" Tanya Aurelia. Aji kembali menjawab..
" Jalan Alternatif padat merayap mbak." Jawab Aji.
" itu sama aja Beg*!!!! Yaudah lewat jalan Utama aja. Bodo amat macet juga." Ucap Aurelia.
__ADS_1
" oh oke." Ucap Aji.
Foto Aurelia
********************
Danar dan Kinara tiba di Rumah Tasya, nampak terdengar keributan antara Kak Dina dan kakeknya. Mereka pun menempelkan telinga di pintu depan, untuk mendengarkan apa yang terjadi.
" Lepaskan Bayiku!!!!" Ucap Dina yang menangis karena bayinya diambil secara paksa oleh Mbah Saritem, kakeknya.
" Tidak Dina!!! Kakek gagal menjodohkan Tasya, berarti kakek bisa mendapatkan Bayi ini." Ucap Mbah Saritem yang tertawa tawa.
" Ini tidak bisa dibiarkan Tuan, kita harus masuk kedalam. Jika tidak, nyawa kak Dina dan bayinya menjadi taruhannya." Ucap Kinara.
" oke.." Ucap Kinara.
Kinara
" Sekarang Bayi ini menjadi milikku!!!" Ucap Mbah saritem bersama seorang wanita muda yang ternyata adalah selingkuhan dari suami Dina.
" Hmpssshhh...." Mbah Saritem di bekap mulutnya dan dikunci oleh Danar.
" Lepaskan!!!" Teriak Lina, selingkuhan dari Suami Dina.
" Tidak... diam kamu!!!" Teriak Kinara dengan Tegas.
__ADS_1
Tak lama kemudian, Fabian datang lalu menggantikan tugas Kinara yang mengunci wanita itu.
" bawa dia ke kantor polisi!!!" Ucap Fabian.
" baik Fab... ayo..kalian berdua ikut ke kantor polisi." Ucap Andi dan Fabian yang membawa kedua orang itu.
" Kak Dina tidak apa apa? Ini bayi kakak, dia baik baik saja. Aku sudah membersihkan Aura buruk dari bayi kakak ini. Agar nantinya efek dari Kakek Tua itu menghilang selamanya." Ucap Kinara.
"Baik... terimakasih." Ucap Kak Dina.
" sama sama..." Ucap Danar dan Kinara.
" Sudah sampai, silakan turun Nona." ucap Aji yang menghentikan mobilnya.
" baik... terimakasih... untuk Bayarnya gimana?" tanya Aurelia yang kebingungan.
" tenang, ini semua gratis kok." gumam Aji yang memberikan senyuman ramahnya pada Aurelia dan Tasya.
" Tasya!!!!!" panggil Dina yang menangis ketakutan sambil memeluk Adik kesayangannya itu.
" kakak kenapa?" tanya Tasya yang mulai panik terhadap kondisi kakaknya itu.
" kamu nanti bisa tahu sendiri... ya sudah..sekarang kamu istirahat saja dulu." Ucap Danar dan Kinara.
" Baiklah." Tasya dibantu Aurelia dan Kinara masuk kedalam rumahnya bersama sang kakak yang kini sudah tidak sendirian lagi.
Cast Kak Dina
__ADS_1