
...Jamkos adalah waktu yang paling di tunggu-tunggu oleh semua pelajar....
...~Ar...
-
-
-
Tok..tok..tok..
Aeril membuka pintu kelasnya. Banyak pasang mata melihat Aeril yang datang terlambat bersama Riel.
Aeril melihat tidak ada guru yang mengajar di kelas.
Untung lah belum ada guru. Batin Aeril.
Aeril segera duduk di samping Max yang sedari tadi melihat nya tajam.
"Kok telat?" tanya Max dingin.
"E-eeh i-ini i-itu" ucap Aeril gugup.
"Yang bener ngomong itu!" bentak Max.
Aeril menunduk takut untuk melihat ke arah Max. Riel yang tak jauh dari tempat duduk mereka pun segera bangkit menghampiri meja Aeril dan Max.
"Sorry Max, Aeril telat masuk gara-gara gue" ucap Riel.
"Kenapa?" ucap Max dingin.
"Cuma dengerin cerita gue aja gak sadar gak tau nya udah masuk" ucap Riel, Aeril menatap Riel bingung.
"Beneran?" tanya Max ke Aeril. Aeril cuma menganggukkan kepalanya.
"Inget jangan sampe telat lagi. Maaf gue ngebentak lo" ucap Max memeluk Aeril.
"Iya gak papa kok Max, maafin gue juga yah" ucap Aeril.
Tiba-tiba ketua kelas mereka masuk memberi tahukan sesuatu.
"Woiii kita jamkosss" teriak ketua kelas.
"Yuhuuuu gue juga belum ngerjain pr"
"Azekkk lahh lanjut drakor lagi"
"Sipp gue bisa tidur"
Dan masih banyak lagi teriakan unfaedah mereka semua. Aeril dan Max hanya memainkan hp mereka.
"Max foto yok" ajak Aeril.
"Ayo dongg" ucap Max.
Cekrek
"Bagus Ril hahaa" ucap Max.
"Iya sih, gue buat di post-an lah" ucap Aeril.
"Ya udah gue juga" ucap Max.
Aeril segera memposting foto nya di aplikasi instagram nya dengan captions Cowo nyebelin 😋.
"Ciee caption-nya" ledek Max.
"Emang kenapa? Ada yang salah?" tanya Aeril.
"Gak ada kok, emang gue nyebelin tah?" tanya Max.
"Bangett tau gak" ucap Aeril.
"Tapi sayang kan?" tanya Max.
"Hmm..sayang lahh sama Max Eril mah" ucap Aeril langsung memeluk Max.
"Ululuuu masih inget aja nama panggilan gue untuk lo hehee" ledek Max.
"Ihh lo mah Max" ucap Aeril.
"Iya iya Eril nya Max, kantin yok" ucap Max.
__ADS_1
"Ayokk" ucap Aeril semangat.
Aeril dan Max segera beranjak dari duduk nya tetapi di hentikan oleh suara Riel.
"Mau kemana kalian?" tanya Riel.
"Kantin" ucap Max.
"Ikut gue yok" ucap Riel.
Mereka bertiga keluar kelas dan menuju kantin. Di kantin suasana sepi karna hanya kelas mereka yang jamkos.
Mereka hanya memesan minuman dan sesudah itu mereka mengobrol di meja kantin.
"Max banyak yang comment nihh" ucap Aeril menunjukkan hp nya ke Max.
"Hahaaaa kira mereka gue pacar lo" ucap Max tertawa.
"Iyaa" ucap Aeril.
"Ya udah lah gak papa kan gue ganteng" ucap Max sambil menyisir rambut nya ke belakang.
"Yee pede amat lo" ucap Aeril menoyor kepala Max.
"Nahh mulai duluan" ucap Max sembari menggelitiki Aeril.
"Hahahaa Max hahaa ber hahaa henti hahaaa Maxxx ampun haha Max" tawa Aeril pecah di kantin itu untung saja tidak banyak orang.
Max segera menghentikan aksinya menggelitiki Aeril yang wajah penuh keringat.
"Mangkanya jangan kayagitu lagi" ucap Max mengelap keringat Aeril.
"Hehee iya iya maaf" ucap Aeril tersenyum.
Riel yang sedari tadi memperhatikan mereka berdua terkekeh dan bertanya.
"Sumpah deh kalian berdua kaya pacaran tau" ucap Riel.
Aeril dan Max saling memandang dan tertawa.
"Ada yang salah" tanya Riel heran.
"Gak kok kan lo tau gue sama Eril itu sepupuan" ucap Max.
"Ya iya gue juga tau, tapi kalo dari sudut pandang orang yang gak kenal lo pasti mereka ngira kalian pacaran" ucap Riel.
Riel yang mendengar nya terkejut atas ungkapan Max kepada Aeril.
"Gak lah" ucap Aeril santai.
"Kenapa?" tanya Max sedih.
"Karena..."
"Apa?"
"Karena..."
"Jangan buat gue penasaran Ril"
"Karena lo nyebelin hahaaa" ucap Aeril tertawa.
"Ishh lo mah Ril orang lagi serius di bercandain" ucap Max kesal.
"Hahaaaa sorry sorry Max Erill muach" ucap Aeril mencium pipi Max.
"Gilaaa gilaa lo parahh men gue deg degan njirrr lo ngomong kayagitu ke Aeril" ucap Riel.
"Nahh aneh, ya kan gue cuma becanda lo di bawa serius" ucap Max santai.
"Mana ada lo becanda, gue liat lo serius gitu bilang nya" ucap Riel.
"Masa sih" ucap Max.
"Iyaa Maxxx"
"Emang gue peduli" ucap Max sambil berlari keluar kantin.
"Lah njirr nih anak sini lo" ucap Riel mengejar Max.
Tinggal seorang Aeril yang melihat mereka berdua berlarian saling mengajar.
"Gue di tinggal kan, parahh memang Max awas aja lo" monolog Aeril beranjak dari kursi nya menuju ke kelas.
Aeril berjalan dengan aerphone di kedua telinganya sambil menyenandungkan lagu favorit nya.
__ADS_1
Ia berjalan tak sadar hingga lapangan basket yang jauh dari kelas nya.
"Nah ngapain gue coba di sini, jauh banget lagi gue jalan gak sadar"
"Ya udah lah main basket aja mumpung sebentar lagi istirahat" monolog Aeril lalu mengambil bola basket yang ada di pinggir lapangan.
Aeril mendribble bola tersebut lalu mengarahkan bola itu ke arah gawang dan bola itu masuk dengan sempurna.
Aeril lalu mengambil bola tadi dan mendribble menuju tengah lapangan dan melakukan gerakan lay up ke gawang dan berhasil.
Bertepatan bola masuk bel istirahat telah berbunyi dan mereka semua melihat aksi memukau Aeril tadi.
Banyak sorakan pujian untuk Aeril dengan tepuk tangan yang terdengar nyaring.
Aeril yang melakukan tadi ia kelelahan karena cuaca pagi yang lumayan terik.
Aeril menyeka keringat di wajah nya yang lumayan banyak mampu membuat kaum adam di sana terpesona.
Aeril duduk berselonjoran di bawah pohon rindang di pinggir lapangan basket.
Tiba-tiba ada yang menyodorkan sebuah minum kepada Aeril.
"Nih minum" ucap nya.
"E-ehh thanks Riel" ucap Aeril tersenyum.
Riel duduk di sebelah Aeril. Ia menatap Aeril yang sedang minum yang ia berikan.
Riel yang melihat banyak keringat di wajah Aeril pun menyeka keringat dengan tangannya.
Aeril yang mendapat perlakuan Riel pun hanya diam memperhatikan nya sampai mata Aeril dan Riel bertemu.
Riel menatap intens mata Aeril yang tampak indah di pandang nya. Aeril juga seakan terkunci oleh mata hazel milik Riel.
Mereka berdua saling tatap-tatapan menghiraukan keadaan yang banyak pasang mata melihat keromantisan mereka berdua.
Sampai suara seseorang mengagetkan mereka berdua.
"Woii" teriak Max.
Aeril yang tersadar segera memalingkan pandangannya ke samping menutupi rona merah di wajahnya.
Riel juga sama memalingkan pandangannya ke sumber suara.
"Apa?" tanya Riel.
"Santai bro" ucap Max.
"Ganggu aja" gumam Riel yang dapat terdengar oleh Aeril dan Max.
"Owh gue ganggu yah gitu" ucap Max menatap tajam Riel.
"E-ehh gak kok Max, sini duduk" ucap Riel.
"Gak usah, Ril ayok makan dulu lo pasti laper kan" ucap Max.
"Hmm" gumam Aeril.
Max segera menarik tangan Aeril menuju kantin. Semua orang yang menonton adegan mereka pun bubar semua menyisakan Riel yang memandang kepergian Aeril dan Max.
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Bersambung..
__ADS_1
Cast Xavier Zain Vasco