AERILYN (END)

AERILYN (END)
73. Will You be Engaged to Me


__ADS_3

...Aerilyn Belicia Gracemoon Will you be engaged to me?...


...~Xavier...


-


-


-


Hari-hari berjalan dengan sangat cepat tak terasa akhir semester kuliah sudah di depan mata.


Aeril dan Vier saat ini lagi menikmati suasana weekend. Seperti saat ini Aeril merangkul lengan Vier saat mereka barusan selesai menonton film di bioskop.


"Bagus kan film nya tadi KaVi?" Tanya Aeril menoleh ke arah Vier.


"Bagus" ucap Vier sambil menganggukkan kepalanya.


"Semoga aja ada season selanjutnya"


"Baru aja season ini ditayangin masa langsung ke season selanjutnya"


"Ya kan semoga aja ada KaViii" ucap Aeril. Vier hanya menganggukkan kepalanya mengerti.


Mereka berjalan keluar dari sana tetapi di tengah perjalanan mereka bertemu Ken dan Aera yang ingin memasuki bioskop tersebut.


"Ken" sapa Vier menghampiri Ken dan Aera yang terkejut saat mendapati Vier dan Aeril berada di sini.


"Yoo Vier Aeril habis menonton" ucap Ken. Vier mengangguk sedangkan Aeril tersenyum saat melihat Aera.


"Kalian juga ingin menonton?" Tanya Aeril.


"Iya Ril. Kalian sudah ingin pulang?" Tanya Ken.


"Sudah" ucap Vier.


"Ya sudah kalau begitu. By the way aku duluan ya take care" ucap Ken. Aera tersenyum menanggapi nya lalu mereka berdua langsung berjalan ke dalam bioskop.


"Mereka udah pacaran?" Tanya Aera penasaran.


"Entahlah"


"Semoga saja sudah. Mereka sangat mesra jika begitu"


"Semoga"


...∆∆∆...


Setelah mereka berdua sampai di rumah. Aeril dan Vier langsung bergegas masuk ke dalam kamar mereka masing-masing untuk beristirahat.


Tak sadar waktu sudah malam hari. Vier yang saat ini baru selesai mandi pun mendengar suara dari balik kamarnya.


"KaVi?" Panggil Aeril dari balik pintu kamar Vier. Vier yang awalnya ingin memakai baju pun ia urungkan niatnya setelah mendengar suara Aeril memanggilnya.


"Kangen?" Goda Vier saat membuka pintu kamarnya.


"Laperr~" ucap Aeril manja. Vier yang mendengar itu terkekeh.


"Bentar lagi nunggu kak Son, gak enakkan kalo kita makan duluan" ucap Vier mengelus surai rambut Aeril.


"Tapi aku udah keburu laper"


"Telpon kak Son dulu ya dia pulangnya kapan"


"Ya udah aku telpon. Kamu pake baju sana" ucap Aeril saat melihat Vier yang hanya menggunakan handuk untuk menutupi aset pentingnya.


"Gak mau masuk nih" goda Vier sambil menaik turunkan alisnya.


"Gak, KaVi mesum" ucap Aeril lalu menutup pintu kamar Vier dan langsung ke kamarnya untuk menghubungi Son.


Tak lama Aeril kembali lagi mengetuk kamar Vier. Tetapi sebelum ia mengetuk sudah di buka oleh Vier pintu kamarnya.


"Apa kata kak Son?" Tanya Vier.


"Dia lembur jadi suruh makan duluan aja"


"Ya udah yok" ucap Vier mengajak Aeril turun ke ruang makan yang ada di lantai bawah.


Sesampainya di sana Vier langsung menuju ke dapur untuk membuat makan malam.


"KaVi mau ngapain?" Tanya Aeril saat melihat Vier melangkah ke dapur.


"Masak"


"Emangnya bibi kemana"


"Bukannya kalo weekend mereka libur"


"Oh iya aku lupa, emangnya kamu bisa masak?"


"Ngeremehin nih ceritanya"


"Ngga aku cuma nanya"


"Kalo aku bisa masak kamu mau kasih aku apa"


"Gak ada"


"Ya udah gak aku masakin"


"Kok gitu"


"Hadiah?"

__ADS_1


"Hmm, ya udah nanti aku kasih"


"Sipp kamu tunggu sini aku buat makan malem dulu" ucap Vier senang saat akan dikasih hadiah oleh Aeril.


Saat Vier sedang memasak, Aeril memikirkan ingin kasih hadiah apa ke Vier.


Ia melamun sampai tak sadar hidangan di depan matanya sudah tersaji.


"Ril jangan ngelamun" ucap Vier menepuk pundak Aeril. Aeril yang tersadar langsung mendongak ke arah Vier yang sedang tersenyum.


"Makan dulu" ucap Vier.


Mereka berdua makan malam dengan khidmat dengan sesekali Aeril memuji masakan Vier yang enak.


Setelah selesai makan Aeril berinisiatif untuk mencuci piringnya tetapi tidak di perbolehkan oleh Vier. Aeril mengancam kalau tidak boleh ia tidak jadi mengasih hadiahnya. Di kasih ancaman pun Vier mengalah tetapi tetap memperhatikan Aeril dari dekat.


Sesudah Aeril mencuci piring, ia mengajak Vier untuk ke rooftop rumah untuk melihat bintang-bintang di langit. Mereka duduk di sofa yang tersedia di rooftop tersebut.


"Bagus ya KaVi" ucap Aeril saat melihat bintang-bintang di langit malam yang indah.


"Cantik" ucap Vier.


"Kok cantik?"


"Kamu"


"Aku?"


"Iya kamu cantik" puji Vier. Aeril yang mendengar itu tersenyum.


"Kan aku muji bintang kok jadi kamu muji aku"


"Kamu gak mau di puji sama aku" ucap Vier memasang wajah sedih.


"Bukan gitu ya.. gimana ya.." ucap Aeril bingung menjelaskannya. Vier yang melihat wajah Aeril bingung itu tertawa. Aeril mengernyit heran kenapa tiba-tiba Vier tertawa.


"Kamu sakit kah?" Tanya Aeril sambil menyentuh dahi Vier.


"Ngga" ucap Vier menurunkan tangan Aeril di dahinya lalu ia pegang. Aeril diam saja saat Vier memegang tangannya.


"Hadiah aku mana?" Tanya Vier menagih ke Aeril.


"Hadiah apa, emangnya aku bilang mau ngasih tah" ucap Aeril pura-pura bingung.


"Kamu udah bisa bohong ya sekarang" ucap Vier gemas memencet hidung Aeril.


"Ngga kok"


"Masih berani bohong ya" ucap Vier udah ancang-ancang ingin melakukan sesuatu ke Aeril. Aeril yang melihat itu pun seketika waspada.


"Beneran emangnya aku.. akhh KaVi jangan gitu geli hahhaa.. KaVi.." ucap Aeril sambil tertawa saat Vier menggelitik di tubuhnya.


"Mangkanya jangan bohong" ucap Vier saat masih menggelitik Aeril.


"Hahhaa.. iya ampun.. hahaha.. aku kasih aku kasih.." ucap Aeril tak tahan sampai mata nya berair karena terus tertawa. Vier yang mendengar akan dikasih pun seketika berhenti.


"Emangnya kamu mau apa?"


"Yang spesial"


"Martabak?"


"Emang martabak spesial?"


"Iya aku pernah beli sama Kak Son pas itu ada martabak spesial"


"Jangan mengalihkan topik"


"Aku gak mengalihkan topik memang bener kok" ucap Aeril tersenyum geli saat melihat wajah frustasi Vier.


"Rill.. aku serius" ucap Vier.


"Aku juga. Kamu mau apa?"


"Bukan barang"


"Kalo bukan barang apa geh" ucap Aeril bingung. Vier mendekat lalu membisikkan sesuatu.


"Give me a kiss" bisik Vier di telinga Aeril. Aeril melotot kaget saat mendengar itu.


"How?"


"Yang lain"


"Nope"


"KaVii.." ucap Aeril saat memandang mata Vier sendu. Aeril yang melihat itu terpaksa mengiyakan. Vier yang melihat itu langsung saja menarik tengkuk Aeril dan mel*mat pelan bibir Aeril dengan lembut.


Aeril menaruh tangannya di leher Vier. Vier menggerakkan bibirnya ke atas bawah bergantian dengan tempo lambat. Aeril yang merasakan sensasi berbeda saat mereka pertama kali ciuman pun ikut terbuai.


Ia membalas ciuman Vier yang membuat Vier semakin terangsang akan gairahnya. Ia l*mat balik bibir Vier atas sedangkan bibir Vier mel*mat bibir bawah Aeril. Mereka melakukan itu dengan lembut tidak menggunakan lidah tapi hanya ciuman manis yang ada diantara keduanya.


Saat Aeril kehabisan oksigen barulah Vier menghentikan ciuman itu. Ia mengelus bibir Aeril lalu mengecup nya sekali sebagai penutup.


Vier merebahkan tubuhnya di sofa itu dan memejamkan matanya saat masih merasakan sensasi ciuman lembut tadi.


Aeril masih mengatur nafas nya, sekira nya sudah teratur ia melihat ke Vier yang sedang menutup matanya. Ia mendekat lalu mendaratkan kecupan ringan di bibir Vier lalu ikut merebahkan tubuhnya di samping tubuh Vier.


Vier yang merasakan kecupan itu pun membuka matanya lalu mendapatkan Aeril ikut merebahkan tubuhnya di sampingnya. Ia tersenyum.


"Kamu udah bisa buka hati buat aku?" Tanya Vier tiba-tiba ke Aeril. Aeril yang ditanyai pun menoleh ke Vier sebentar sebelum menjawab.


"Entahlah, aku gak tau"

__ADS_1


"Kamu gak ngerasa aneh Ril sama hubungan kita ini"


"I feel"


"Kamu gak mau memperjelas nya?" Tanya Vier menyampingkan tubuhnya menghadap Aeril.


"Kamu tau KaVi apa yang aku takutin" ucap Aeril saat ikut menyampingkan tubuhnya menghadap Vier. Vier mengangkat alisnya satu tak paham.


"Aku takut kalo kita ada hubungan terus berantem dan putus, kita gak bisa sama-sama lagi kayagini. Kamu ngerti kan maksud aku?" Ujar Aeril.


"Understand, but Aerilyn Belicia Gracemoon listen to me" ucap Vier mengarahkan Aeril untuk duduk yang benar dan menggenggam tangan Aeril.


"Kamu tau perjuangan aku untuk luluhin hati kamu kayagimana. Kamu tau aku ke negara ini cuma nyari kamu seorang. Kamu tau dari awal kita ketemu aku udah jatuh cinta sama kamu. Aturannya aku gak jadi pengecut untuk ngungkapin isi hati aku lebih dulu tetapi aku didahului. Saat itu aku sangat menyesal, kenapa gak dari dulu aku ngungkapin perasaan aku sama kamu.


Kamu tau Ril.. saat kamu di bawa pergi waktu itu sama Kak Son, dunia aku seakan runtuh. Aku bingung harus ngejar kamu kayagimana. Tetapi sebelum Kak Son keluar dari ruangan itu, dia bilang ke aku 'Jika kau mencintai princess ku, kau harus berjuang untuk menemukannya. Jika kau tak bisa menemukannya jangan berharap kau bisa mendapatkan princess ku kembali' seakan dia ngasih aku secercah harapan untuk bisa bersama kamu dari situ aku gak mau nyerah.


Aku datang ke negara ini sendirian. Aku pengen nyari kamu di negara yang luas ini tetapi aku gak tau harus mulai darimana. Saat Han ngajak aku kenalan sama adik dari kakak temannya, aku seakan ketemu harapan lagi yang mau pupus. Dan aku ketemu kamu Ril. Dari situ aku berjuang untuk memperjuangkan kamu. Sampai sekarang pun aku masih memperjuangkan kamu.


Kalo aku gak cinta sama kamu gak bakalan aku nyusulin kamu di negara ini Ril. Dan sekarang aku nanya sama kamu lagi, Aerilyn Belicia Gracemoon Will you be engaged to me?" Ucap Vier berlutut di lantai sambil menyodorkan cincin di depan Aeril.


Aeril yang masih mencerna satu per satu kalimat Vier yang panjang itu pun tak sadar air mata nya turun membasahi wajahnya.


Ia terharu akan ucapan Vier kepadanya. Ia sakit saat Vier begitu putus asa untuk memperjuangkan dirinya. Ia merasa bersalah saat ucapannya tadi.


Dan saat ini Vier tiba-tiba bicara seperti itu yang membuat Aeril tak bisa berkata apa-apa lagi. Ia memeluk langsung tubuh Vier sambil menangis.


Vier yang mendapat respon seperti itu pun mengelus punggung Aeril supaya menenangkan nya dari menangis.


"Kamu.."


"Kamu tumpahin dulu air mata kamu baru kamu kasih jawaban ke aku" ucap Vier. Aeril yang mendengar itu pun menangis dalam pelukan Vier.


Sangat lama Aeril berenti menangis nya. Vier harus bersabar untuk menenangkan Aeril yang berada di pelukannya.


Setelah dikiranya Aeril sudah tenang ia menyuruh duduk Aeril di sofa. Dan terlihat mata bengkak Aeril.


Vier mengambil minuman di meja sebelah sofa dan memberi Aeril minum untuk meredakan tangisnya.


"Gimana udah tenang" Tanya Vier. Aeril mengangguk.


"Jawabannya?" Tanya Vier lagi.


"Aku gak mau kehilangan kamu, aku gak mau kamu pergi dari hidup aku"


"So?"


"I will be engaged to you" ucap Aeril tersenyum manis. Vier yang mendengar itu pun terkejut akan ucapan Aeril barusan. Ia tak menyangka Aeril setuju bertunangan dengannya. Ia kira Aeril menolak. Langsung Vier memeluk tubuh Aeril erat. Ia tak tahu sekarang bagaimana menjelaskan perasaannya. Yang ia tahu akhirnya perjuangan yang ia lakukan tak sia-sia.


"Makasih Ril, makasihh" nada suara Vier bergetar seakan menahan tangis. Aeril yang merasakan itu pun mengelus punggung Vier.


Setelah acara sesi pelukan dan tangisan bareng pun Aeril dan Vier duduk berhadapan.


Vier menggenggam tangan Aeril lalu memasukkan cincin di jari manis nya itu. Aeril tersenyum lalu ia juga memasukkan cincin ke jari manis Vier. Mereka berdua tersenyum satu sama lain saat merasakan momen berharga itu.


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


Bersambung..

__ADS_1


...Gimana terharu gak sama ucapan Vier buat Aeril?...


...Jangan lupa untuk selalu like, vote dan komennya....


__ADS_2