
...Hari yang awalanya terasa membahagiakan tetapi di akhiri oleh hari yang buruk...
...~Ar...
-
-
Hari di mana semua siswa berkumpul bersama setelah kenaikan kelas. Teman-teman yang mereka nanti-nanti setelah liburan berakhir akhirnya dapat bersama lagi.
Saat ini seorang siswa laki-laki berjalan lesu menuju ke kelas seperti tidak ada semangat hidup lagi.
Bagaimana tidak? Sahabat dan sepupu yang di sayanginya sudah tidak ada lagi di sisi nya.
Siswa laki-laki ini adalah Max. Yaps, Max saat ini ingin melangkah ke dalam kelas tetapi di hentikan oleh seseorang yang tidak ingin ia lihat lagi.
Max memandang orang itu acuh dan ia melangkah lagi ke dalam kelas tetapi seseorang itu tetap menghalangi jalannya.
Max memandangi orang itu lagi dengan dingin tetapi sebelum orang itu ingin berbicara terdengar suara yang memekakkan telinga dari belakangnya.
"Pagiii sayangggg!!" Ucap nya.
Orang yang di sapa nya hanya acuh dan masuk ke dalam kelas meninggalkan orang yang menyapa nya tadi. Sedangkan Max, ia tak peduli dan langsung masuk ke dalam kelas.
Kelas yang saat ini mereka tempati sama dengan kelas 11 saat itu tidak ada yang berubah teman-teman nya.
Maka dari itu Max tidak ada semangat hidup karena satu kelas lagi dengan orang yang tidak ingin ia lihat. Siapa lagi kalau bukan Riel dan Anez. Orang yang paling di benci oleh Max.
Saat ini Anez menghampiri Riel yang mengabaikan sapaannya yang tidak seperti biasanya langsung membalas.
"Kamu kenapa si sayang aku sapa kok gak di jawab" ucap Anez sebal. Riel yang mendengar itu hanya diam tidak menanggapi nya seperti tidak ada orang di hadapannya.
"Kamu kok diemin aku kayagini sih, emangnya aku salah apa sama kamu" ucap Anez yang tiba-tiba ingin mengeluarkan air mata nya. Tetapi Riel tetap tak bergeming.
"Sayangg jawab pertanyaan aku, aku salah apa sama kamu" ucap Anez yang langsung meneteskan air mata nya. Riel yang melihat itu tak tahan lagi dan berucap.
"Berisik" ucap Riel dingin lalu mengabaikan nya lagi. Teman sekelas yang melihat nya pun heran tidak biasanya Riel sangat acuh kepada Anez.
"Hiks, kamu kok berubah Riel hiks" ucap Anez menyedihkan.
Rini, Mia dan Dea yang saat itu sedang temu kangen pun tak luput dari mata mereka.
"Guys, itu kenapa dah si Riel tumbenan amat dia cuekin Anez biasanya juga lengkett banget sampe eneg gue liat nya" ucap Dea.
"Gak tau gue juga nih, masa baru masuk sekolah udah berubah si Riel atau mereka ada masalah sebelumnya" ucap Mia.
Rini yang saat itu memperlihatkan mereka diam saja menyimak pembicaraan Dea dan Mia.
"Rin kok Lo diem aja si biasanya juga Lo paling tau masalah kayagini" heran Mia.
"Emangnya gue jadi stalker mereka berdua gitu" ucap Rini memandang Mia aneh.
"Ya gak gitu juga kali Rin" ucap Mia terkekeh.
"Ya udah liatin aja lagi mereka berdua, kan seru baru masuk sekolah ada tontonan gratis" ucap Rini. Dean dan Mia yang mendengar nya heran tetapi mereka hiraukan.
"Rie..." Sebelum ucapan Anez selesai tetapi sudah di potong oleh ucapan Riel yang membuatnya bungkam.
__ADS_1
"Lo mau tau salah Lo apa, salah Lo banyak ******!" Ucap Riel dingin dan membuat siswa di dalam kelas terkejut karena Riel memanggil Anez ******.
"Apa maksud kamu manggil aku kayagitu, aku ini pacar kamu Riel" ucap Anez sesenggukan.
"Cuihh, pacar Lo bilang. Gue orang bego yang buta karena jadiin Lo pacar gue tau gak Lo" murka Riel. Anez yang mendengar itu tambah nangis.
"Maksud kamu apa?" Tanya Anez.
"Maksud gue. Lo tanya maksud gue apa. Seharusnya Lo udah tau sendiri sebelum Lo tanya gue maksud gue apa. Lucu Lo" ucap Riel terkekeh. Anez yang saat itu tidak mengerti pun hanya bisa menangis.
"Masih gak ngerti maksud gue apa. Lo manfaatin gue untuk dapetin harta keluarga gue dan Lo bilang masih gak ngerti. Otak Lo tarok di mana hah!" Ucap Riel dingin. Teman sekelasnya terkejut dengan pengakuan Riel.
"Ak..aku gak kayagitu.. aku gak manfaatin kamu Riel aku tulus sama kamu" ucap Anez membela diri.
Darimana Riel tau kalo gue cuma manfaatin dia. Batin Anez.
"Masih ngelak dari kesalahan Lo sendiri. Anez..Anez.. gue akuin gue cowo beg* yang mau aja dimanfaatin sama orang yang gak ada akal nya kaya Lo. Lo sama pacar baj*ngan Lo itu buat rencana ngambil harta keluarga gue. Dan Lo juga yang udah buat Aeril kecelakaan sampe koma. Ha..ha..ha.. Riel bego bisa aja dimanfaatin sama cewe jal*ng kaya lo" ucap Riel.
"Pa..pacar aku cuma kamu sayang, emangnya siapa lagi pacar aku selain kamu" ucap Anez ingin memegang tangan Riel tetapi sebelum itu dihempaskan tangan nya sama Riel.
Gak bisa kayagini, gue gak bisa kayagini. Gue harus ngerasa gak bersalah sama Riel kalo gak bisa hancur rencana yang udah gue bikin dengan susah payah. Batin Anez.
"Jangan nyentuh gue dengan tangan kotor Lo itu" ancam Riel. Anez yang saat itu ketakutan pun hanya bisa diam.
"Gak bisa ngomong lagi Lo, Lo bisu" tanya Riel.
"Aku gak kaya yang kamu bilangin jadi untuk apa aku ngomong" ucap Anez masih membela diri.
"Bagus banget akting Lo, gue acungin jempol buat Lo" ucap Riel sambil mengacungkan jempolnya ke depan mata Anez.
"Yaa mulai hari ini kita putus dan Lo bukan pacar gue lagi. So, terserah gue dong mau manggil Lo apa" ucap Riel.
"Kamu gak bisa putusin aku kayagini dong, emangnya aku salah apa sampe kamu putusin aku kayagini" ucap Anez masih membela diri.
"Lo itu beg* atau apa sih, Lo masih gak ngerti apa yang gue omongin tadi" ucap Riel. Anez menggelengkan kepalanya dengan sok polos.
"Perlu gue kasih bukti biar seluruh kelas tau kalo Lo jal*ng hah!" Ucap Riel.
"Aku bukan jal*ng!" Ucap Anez.
"Jal*ng teriak jal*ng ha..ha.." ejek Riel.
"Kamu gak bisa giniin aku Riel, emangnya kamu ada bukti apa kalo aku jal*ng" ucap Anez menantang.
Riel gak bakalan ada bukti kalo gue jal*ng. Kalo ada bisa mati malu gue. Batin Anez.
"Wahh Lo mau bukti, Lo gak bakalan malu sama seluruh sekolah. Oh iya gue lupa Lo kan udah gak ada urat malu lagi ya kan Lo jal*ng" ucap Riel pedas. Anez yang mendengar itu pun tidak bisa berkata apa-apa lagi.
"Lo liat ke depan bukti nya dan Lo bakalan malu sekolah di sini lagi" ucap Riel.
Teman sekelasnya menghadap ke papan tulis dan di situ terdapat layar proyektor yang menampilkan video Anez dengan seorang lelaki sambil bercinta.
"Gilaa woii ternyata di kelas kita ada jal*ng malu bangett guee" teriak Dea.
"Bolehlah tontonan gratis di pagi hari hahahahah" ucap salah satu teman sekelasnya.
Anez yang melihat video itu pun sudah malu tetapi ia tetap menyangkalnya.
__ADS_1
"Itu bukan aku, bisa jadi itu orang yang mirip aku. Mana mungkin aku kayagitu" ucap Anez.
"Berarti muka Lo pasaran" ucap Mia sambil tertawa. Anez yang mendengar itu pun mendelik ke arah Mia dengan tajam.
"Oh masih gak mau ngaku dia, nih gue tunjukin satu bukti lagi kalo Lo mau ngambil harta keluarga gue. Dan habis itu Lo pergi jauh jauh dari hadapan gue" ucap Riel.
Saat video di tayangkan itu sama persis apa yang pernah di dengar oleh Riel saat itu di bar. Anez yang melihat itu pun sudah tidak bisa mengelak lagi dan langsung keluar dari kelas. Tidak tau apa ia berani menampakkan muka nya lagi di sekolah ini.
"Parahh sii gilaaa gak ada otak memang" ucap Dea menggelengkan kepalanya.
"Baru kali ini gue liat cewe kayagitu" ucap Dion.
Riel yang saat ini sudah tidak ada lagi beban di hati nya menghela nafas lega.
Max yang sedari tadi diam juga terkejut karena tau jika kecelakaan Aeril karena Anez. Ia lalu bangkit dari kursinya ingin mengejar Anez tetapi di hentikan oleh suara Riel.
"Tunggu" ucap Riel lalu berjalan mendekat ke Max. Max yang mendengar itu hanya memasang ekspresi dingin.
"Maaf" ucap Riel saat di hadapan Max. Max yang mendengar itu pun terkejut tetapi langsung mengubah ekspresi nya lagi menjadi dingin.
"Apa bisa kata maaf dari Lo buat Eril kembali lagi ke sini. Gak bisa kan, jadi gue gak butuh maaf dari Lo, permisi" ucap Max lalu ke luar kelas.
Riel yang mendengar itu pun tak terkejut karena ia sudah bisa menebak hasil nya seperti ini.
Teman sekelas yang menonton pertunjukan tadi menghela nafas karena tadi membuat mereka sangat tegang. Tidak menyangka teman sekelasnya bisa seperti itu.
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Bersambung...
Cukup segini aja cerita dari kehidupan Max, Riel dan Anez nya. Nanti di chapter selanjutnya aku buat cerita tentang Aeril lagi...
...Note:...
...Kalo kalian heran kenapa Riel punya bukti kelakuan Anez itu karena seseorang mengirimkan video tersebut ke Riel. So, karena itu Riel berani buat ungkapin semua kesalahan Anez. Riel juga udah muak di manfaatin dan di bohongin sama Anez....
...Gimana kalo kalian jadi Riel, tidak mau bukan?...
Jadi, nanti aku gak bakalan bahas tentang Anez lagi di chapter selanjutnya
Maaf ya aku update nya jarang ðŸ˜
__ADS_1