
...The most beautiful surprise in my life...
...~Aeril...
-
-
-
"Ayok Ril kita foto bareng" ajak Aera kepada Aeril yang sedari tadi diam saja sehabis melaksanakan wisuda.
Ya hari ini setelah wisuda mereka semua foto-foto di universitas untuk kenangan bersama. Ada yang bersama teman, kekasih, ataupun bersama keluarga mereka.
Aeril mengangguk sebagai jawaban atas ajakan Aera tetapi ia menampilkan wajah datarnya saat berfoto.
"Senyum Ril jangan seperti itu" ucap Aera saat melihat hasil jepretan nya. Aeril yang mendengar itu pun hanya mengangguk pasrah.
Sesudahnya berfoto-foto Aeril kembali diam saja sambil melihat-lihat sekelilingnya saat mereka bersama keluarga. Ia jadi merindukan keluarga nya yang ada di sana.
Aeril duduk dengan menundukkan wajahnya dengan tatapan sendu. Ia menghadiri wisuda ini hanya dengan Vier saja. Son ataupun Max tidak bisa datang. Ia ingin menangis mengingat nya.
"Ril" seru Vier. Aeril mendongak seakan berbicara mengapa.
"Aku punya surprise buat kamu" ucap Vier saat mendekati Aeril sambil tersenyum.
"Apa?" Tanya Aeril datar. Vier yang melihat itu mengacak gemas rambut Aeril.
"Jangan gitu, suprise aku pasti buat kamu happy"
"Masa"
"Yupss aku serius, wait ya" ucap Vier lalu berjalan menjauh dari Aeril. Aeril hanya melihat punggung Vier menjauh dari pandangannya ke kerumunan yang ada seketika menghilang. Ia cukup menunggu lama sampai pandangannya mengarah ke teman-teman nya.
Han, Ken, Sam dan Aera sedang foto bersama dengan keluarga dan kerabatnya masing-masing. Ia jadi menundukkan kepalanya lagi tak ingin melihat hal itu yang akan mengingatkan nya kembali kepada keluarganya.
"Aeril" sapa seseorang saat mendekati Aeril yang duduk membelakangi nya.
Aeril yang mendengar suara itu menegang seketika tetapi ia menggelengkan kepalanya tanda ia berhalusinasi mendengar suara Mama nya.
"Ril"
"Aeril"
"Kamu gak kangen sama kami"
Deg
Suara yang di dengarnya semakin mendekatinya. Aeril merasa ada seseorang yang menepuk pundaknya. Segera ia mengarahkan pandangannya ke belakang dan sangat terkejut apa yang telah ia lihat. Jika ini mimpi ia tidak ingin bangun, jika bangun ia tak akan bisa melihat pemandangan yang ada di depannya ini.
Orang yang sedari tadi memanggil itu pun langsung memeluk Aeril kuat. Aeril masih syok atas apa yang telah ia lihat barusan, ia tak tahu bagaimana perasaannya saat ini sekarang.
Ia tak percaya jika kedua orang tua nya, kakaknya serta sepupu nya datang menemuinya saat ini. Dan juga sepertinya ada orang tua dari Vier juga datang bersama mereka. Ia tak tahu menjelaskan nya bagaimana tetapi saat ini ia sangat merindukan sosok yang tengah memeluknya erat yakni sang Mama yang sangat ia cintai.
Hiks.. hiks.. hiks..
"Maa, aku kangen banget sama Mama" tangisan Aeril pecah saat mengucapkan ucapannya yang sudah lama ia tahan.
"Mama juga kangen banget sama kamu sayang"
"Hiks.. maafin aku Ma gak ngubungin Mama selama ini hiks"
"Gak papa Mama maklumi"
Vier dan keluarganya juga Son, Max, Alex dan Axelio hanya menonton Aeril dan Axella penuh haru.
__ADS_1
Saat Axella melepaskan pelukannya pada Aeril, Aeril menolak dan tetap memeluknya erat. Axella terkekeh dan menggoda Aeril.
"Kamu gak malu apa di liatin sama calon mertua kamu" goda Axella. Aeril yang mendengar itu melepaskan pelukannya dan melihat sekelilingnya yang ada Rafael dan Elena a.k.a calon mertuanya yang sedang tersenyum ke arahnya, Axelio, Son, Max dan Alex yang sedang tersenyum jahil, dan terakhir Vier yang tersenyum manis kearahnya. Seketika ia malu dan memeluk Mama nya dengan sangat erat untuk menutupi wajahnya yang memerah. Mereka semua yang melihatnya tertawa.
"Di sapa dong Ril calon mertua kamu masa gak sopan kamu tuh" omel Axella saat Aeril tetap memeluknya tanpa mau melepaskannya. Aeril yang mendengar itu pun seketika gugup.
"Aku malu Ma" cicit Aeril. Axella yang mendengar itu mendengus sebal lalu merangkul Aeril ke arah di mana keluarga Vier berada. Aeril makin gugup dibuatnya.
"Wahh calon mantu kenapa malu-malu gini ya" ucap Elena kepada Aeril. Aeril yang mendengar itu menunduk malu dan gugup secara bersamaan.
"Hahahaa sini sayang Mama peluk" ucap Elena lalu memeluk Aeril. Aeril yang dipeluk tegang dan Elena membisikan Aeril untuk rileks. Tak butuh waktu lama Elena melepaskan pelukannya dan mengelus surai rambut Aeril penuh kasih sayang.
Aeril tak tahu harus bagaimana menghadapi situasi saat ini. Ia terkejut saat melihat keluarganya dan keluarga Vier datang kemari, juga ia terkejut bagaimana keluarganya dan keluarga Vier tau jika ia dan Vier tunangan atau apakah Vier memberitahukan mereka sebelumnya, ia pun tak tahu.
...∆∆∆...
Saat ini keluarga besar Aeril dan Vier mengadakan rapat yang diadakan di rumah Son. Aeril terlihat tegang di buatnya yang secara tiba-tiba mengadakan rapat yang ia tak tahu rapat apakah itu.
"Baiklah kita mulai aja rapat nya" ucap Axelio saat membuka rapatnya.
"Jadi kapan tanggal pernikahan kalian di laksanakan?" Tanya Axelio menatap Aeril dan Vier bergantian. Mereka yang ada di sana pun menatap ke arah mereka berdua. Aeril menatap Vier yang duduk di sebelahnya.
"Besok juga bisa" ucap Vier yang langsung mendapatkan cubitan manis dari Aeril. Vier terpekik kaget lalu terkekeh.
"Emangnya kamu gak mau Ril?" Goda Vier. Aeril yang melihat itu mendongak lalu menjawab.
"Hmm, nunggu satu tahun lagi boleh?" Tanya Aeril.
"Kenapa?" Tanya Vier heran.
"Bukannya apa, tapi aku gak mau buru-buru. Kita juga baru selesai wisuda dan belum dapet pekerjaan. Aku mau coba kerja dulu untuk satu tahun ke depan sebagai usaha aku karena udah sarjana. Aku gak mau sia-siain sarjana aku tanpa pengalaman bekerja" jelas Aeril. Mereka semua yang ada hanya menganggukkan kepalanya tetapi tidak untuk Vier yang tampak sedih mendengarnya.
"Tapi Ril.." ucap Vier lirih. Aeril hanya menatap Vier lalu tersenyum.
"Benar juga apa yang di katakan Aeril. Tidak perlu buru-buru Vier. Kamu juga ngebet banget mau nikah udah gak tahan apa" ledek Rafael saat anaknya ingin menikah besok. Vier yang mendengar itu hanya cengengesan.
"Hahahahaa dasarr anak muda jaman sekarang pengennya cepet-cepet nikah alasannya cuma karena gak tahan hahhaa" ucap Axellio tertawa diikuti oleh Rafael. Axella dan Elena hanya menggelengkan kepalanya saja mendengar gerutuan para suami.
...∆∆∆...
Tok..tok..tok..
Terdengar suara ketukan pintu kamar Aeril pagi ini. Aeril yang masih bergelung dengan selimut pun membukakan pintunya dengan mata yang sayub-sayub masih mengantuk.
"Apa Mama boleh masuk?" Tanya Elena.
"Ehh boleh masuk aja" ucap Aeril masih setengah sadar. Elena pun masuk dan menutup pintunya.
"Aku ke kamar mandi bentar ya Ma" ucap Aeril dianguki oleh Elena yang sudah duduk di sofa kamar Aeril.
Setelah Aeril ke kamar mandi dengan wajah yang sedikit lebih fresh dari yang tadi, ia menghampiri Elena yang sedang duduk di sofa nya.
"Maaf ya Mama buat kamu bangun" ucap Elena merasa bersalah.
"Ehh iya Ma gak papa udah pagi juga lagian" ucap Aeril dengan tertawa canggung. Ia masih tak terbiasa mengobrol dengan Mama nya Vier ini.
"Mama mau minta maaf atas kejadian dulu yang sempat bikin kamu koma" ucap Elena menatap wajah Aeril dengan tatapan merasa bersalah. Aeril yang melihat itu mengalihkan pandangannya sebentar lalu menghadap wajah Elena lagi.
"Huft.. sebenernya aku gak mau ngungkit-ngungkit masa lalu Ma. Aku udah lupain itu semua. Jadi Mama gak perlu merasa bersalah sama aku" ucap Aeril sambil tersenyum. Ia memang sudah melupakan apa yang terjadi di masa lalu. Yang ia ingin jalankan sekarang adalah masa kini dan masa depan nanti.
"Makasih sayang, makasih. Mama masih gak bisa tidur karena kepikiran kamu mau maafin atau ngga nya. Makasih sekali lagi" ucap Elena memeluk Aeril.
"Iya udah gak papa Ma" ucap Aeril mengelus punggung calon mertuanya ini.
"Kamu baik gini tapi dulu kenapa anak Mama jahatin kamu ya, Mama ngerasa gak bisa didik anak yang bener. Maafin Mama ya Ril" tak sadar Elena mengeluarkan air mata nya merasa bersalah akan kelakuan Riel yang dulu khianati Aeril. Aeril yang melihat itu langsung memeluk Elena untuk menenangkan nya.
__ADS_1
"Mama sempat marah dan kecewa sama Riel tapi begitu juga Riel anak Mama. Mama gak tau di mana didikan Mama dan Papa nya yang salah yang udah buat Riel seperti itu. Mama ngerasa sakit saat Riel khianatin kamu dan buat kamu koma. Maafin Mama Ril yang gak becus didik anak Mama sendiri"
"Gak boleh ngomong kayagitu Ma. Mama adalah Mama yang terbaik yang pernah Aeril temuin walau aku baru ketemu Mama pertama kali. Aku bisa tau kalo Mama baik kok"
"Kamu ini bisa aja"
"Hehee.. udah ya Ma lupain aja yang telah berlalu, sekarang kita jalanin masa sekarang dan masa depan dan jangan lihat ke belakang lagi"
"Iya sayang makasih bangettt yaa Ril"
"Iya Ma"
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Bersambung...
__ADS_1
...Jangan lupa untuk selalu vote dan komennya yaa......
...(≧▽≦)...