
..."Mencari teman baru itu memang mudah tetapi mencari teman yang sesungguhnya itu sulit"...
...~Ar...
-
-
Negara berbeda, suasana kota yang berbeda, musim yang berbeda, dan orang-orang yang berbeda.
Di sinilah saat ini Vier menapaki kaki nya di negara orang. Ia memperhatikan orang-orang yang berlalu lalang di depannya.
Saat ini Vier ingin menyewa apartemen dan mendaftar kuliah ke universitas yang ada di negara ini.
Setelah mendapat apartemen yang ia inginkan. Vier segera merebahkan tubuhnya di atas ranjangnya karena perjalanan yang panjang. Tak terasa ia tertidur masih dengan pakaian yang lengkap.
Skipp>>>
#POV Vier
Saat ini gue baru bangun dari saat gue sampe ke sini. Dan gue langsung mandi dan beresin barang-barang gue yang masih ada di koper.
Setelah membereskan barang-barang, gue ingin sarapan tetapi gue lupa beli bahan makanannya.
Jadilah gue cari tempat untuk sarapan dulu baru beli keperluan bahan masak.
Perlu kalian tau, gue memang bisa masak dari dulu tapi gak gue liatin aja keahlian masak gue. Yang pernah makan makanan yang gue buat cuma orang tua gua kecuali Riel adik gue dia belum pernah nyoba masakan gue.
Ngomong-ngomong soal adik gue Riel, gue terkejut saat itu dan gak bisa berkata apa-apa lagi pada saat itu. Pas gue pengen berangkat aja dia masih di kamarnya gak mau ngucapin salam perpisahan ke gue. Sebenernya gue udah maafin dia sebelum dia minta maaf, walau bagaimana pun juga dia adik gue.
#POV Off
Vier saat ini lagi ada di pusat perbelanjaan yang ada di negara itu. Ia menjadi pusat perhatian karena wajah nya yang tampan dengan style-nya yang keren dan cool.
Vier memakai kaos hitam ditutupi oleh jaket berwarna merah serta membawa sling bag berwarna hitam.
Vier mengelilingi pusat perbelanjaan itu dengan sesekali mampir di toko buku untuk melihat-lihat buku yang ingin ia beli.
Setelah itu ia mencari kafe untuk mengisi perut nya yang sudah berbunyi. Saat memasuki kafe Vier mencari tempat duduk di dekat jendela sembari melihat orang yang lalu lalang. Tak lama pelayan kafe menghampiri meja Vier dan menulis pesanan Vier.
Sambil menunggu pesanan Vier membaca buku yang tadi sempat ia beli di toko buku itu. Larut dalam cerita tak sadar seseorang duduk di kursi depannya.
"Hai" Sapa orang tersebut kepada Vier. Vier yang kala itu kaget pun tersenyum kaku membalas sapaan orang itu.
"sorry for sitting here without excuse me" ucap orang itu kepada Vier.
"No problem" ucap Vier santai.
__ADS_1
"Where do you live from?"
"From Indonesia"
"Oh ya, I can speak a little Indonesian" ucap orang itu semangat. Vier hanya tersenyum menanggapi nya.
"Ah ya maafkan aku karena lupa memperkenalkan diri. Perkenalkan nama ku Hansel panggil saja Han" ucap nya memperkenalkan diri.
"Xavier panggil saja Vier" ucap Vier.
"Oh iya Vier kamu di sini kuliah atau apa?" Tanya Han.
"Aku baru ingin mendaftar universitas di sini" ucap Vier.
"Serius, aku juga. Bagaimana kalau kita berkeliling bersama untuk mencari universitas yang bagus" saran Han. Vier hanya mengangguk tanda setuju.
Tak lama pesanan Vier datang bersamaan pesanan Han yang tidak tau kapan ia memesan.
Mereka berdua makan dengan sesekali ngobrol ringan sembari mengakrabkan diri.
Tak biasanya Vier yang dingin pada orang bisa seramah ini kepada orang yang baru ia temui. Mungkin karena Han orang yang ramah dan juga suka bercanda seperti Regan.
Setelah makanan mereka habis, mereka berdua berkeliling mencari universitas yang bagus.
Lama mencari dengan sesuai kriteria mereka berdua akhirnya ketemulah universitas yang mereka berdua inginkan. Ternyata Vier dan Han memiliki kriteria kampus yang sama.
Mereka berdua memasuki universitas itu dan segera mendaftar. Mereka berdua menunggu beberapa hari untuk mendapatkan panggilan jika di terima di universitas tersebut.
"Hopefully I'm accepted at that university and Vier too" ucap Han. Vier hanya mengangguk kepalanya tanda setuju.
"Oh iya kamu tinggal dimana Vier?" Tanya Han lagi.
"Di apartemen xxx" ucap Vier. Han terkejut lalu tersenyum lebar.
"Vierrr aku juga tinggal di sana dan jadi tetangga kamu" ucap Han senang. Vier hanya tersenyum menanggapi ucapan teman baru nya itu.
"Yes, let's go back to the apartment" ajak Han.
"Aku mau beli bahan makan dulu tadi gak sempet beli karena mau liat kampus" ucap Vier. Han hanya terkekeh.
"Ayok aku antar sekalian aku juga mau beli" ucap Han.
Mereka berdua berjalan sambil mengobrol sembari menikmati pemandangan di malam hari ini.
Skipp>>
"Hufftt... Lelah juga seharian ini kita jalan-jalan" ucap Han yang saat ini sedang tiduran di sofa apartemen Vier. Yupps setelah mereka berdua membeli bahan makanan Han meminta Vier untuk mengizinkan ia ke apartemen Vier sembari makan malam buatan Vier, Vier menyetujui ucapan Han.
"Kamu gak mau mandi dulu?" Tanya Vier kepada Han yang sedang tiduran itu.
__ADS_1
"Nanti aja Vier aku lelah, kalau kamu butuh bantuan panggil aja aku" ucap Han sembari menutup mata nya.
Vier yang melihat kelakuan teman baru nya itu hanya menggelengkan kepalanya dan langsung menuju ke dapur untuk membuat makan malam.
Saat ini Vier telah selesai membuat makan malam untuk diri nya dan Han.
"Han bangun, makan malam udah jadi" ucap Vier sembari membangunkan Han yang tertidur.
"Hoamm, sorry Vier aku ketiduran" ucap Han tak enak hati.
"Udah gak papa ayok makan kamu cuci muka dulu sana" ucap Vier lalu berjalan menuju meja makan sembari menunggu Han yang sedang cuci muka.
"Enak banget masakan kamu ini Vier" puji Han setelah memakan satu sendok masakan buatan Vier.
"Biasa aja" ucap Vier menanggapinya.
Setelah makan malam itu Han kembali ke apartemen nya yang ternyata di sebelah apartemen Vier.
"Huftt.. capek juga badan gue ini seharian jalan-jalan sama new friend" monolog Vier sambil terkekeh mengingat kelakuan Han yang mirip seperti Regan itu.
"Tunggu gue Ril, walaupun gue di sini juga kuliah tapi gue bakal tetep nyari Lo. Tunggu gue Aeril" ucap Vier lalu terlelap di ranjang nya itu.
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Bersambung..
Cast Hansel atau Han
...Haii gengss, aku buat Vier ada temennya karena apa, aku kasian ngeliat nya masa sendirian di negara orang kan gak seru ntar cerita nya. Nah aku juga pengen ngerubah sifat Vier yang dingin itu, di sini lah Vier ketemu temen baru nya yang mencairkan dinginnya Vier hehee......
...Tunggu kelanjutannya di chapter selanjutnya......
__ADS_1
...Jangan lupa untuk selalu vote, like and comment...