
...Saat kita tertidur dan bangun setengah sadar. Otak kita akan bekerja sangat lambat membuat kita lupa melakukan hal apa....
...~Ar...
-
-
-
Saat ini Aeril dan Vier sedang di perjalanan pulang bersama sopir Son. Sopir Son tadi menjemput bertepatan saat kereta baru saja sampai.
Vier mengamati perjalanan yang sangat lama ini membuat ia mengantuk tetapi tetap ia tahan. Tak lama Vier ikut tertidur juga sampai Sopir Son membangunkannya jika sudah sampai.
"Tuan kita sudah sampai" ujar Sopir Son kepada Vier yang masih setengah sadar tersebut.
"Terima kasih" ucap Vier mengendong Aeril ala bridal style tetapi sebelum itu ia bertanya.
"Di mana kamar Aeril?" Tanya Vier kepada Sopir Son.
"Naik saja di lantai 2 nanti belok kanan di pintu kamarnya ada nama nona Aeril" ucap Sopir Son. Vier mengangguk lalu berjalan memasuki rumah.
Sesampainya di kamar Aeril, Vier menidurkan Aeril dengan perlahan dan menyelimutinya.
Vier yang masih mengantuk itu pun tak tau ingin tidur di mana jadi ia tak sadar tidur di sebelah Aeril.
Sinar matahari muncul di sela-sela gorden kamar tidur Aeril yang membuat sang empunya kamar samar-samar membuka mata.
Saat Aeril membuka matanya ia merasakan perutnya tertindih oleh sesuatu yang berat. Ia menoleh ke perutnya ternyata ada tangan seseorang.
Aeril terkejut dan menoleh ke sampingnya ternyata ada sesosok Vier yang lagi tertidur dan sedang memeluknya.
Ia mau tak mau terkejut segera ia duduk dan memeriksa keadaan tubuhnya ternyata lengkap bajunya.
Merasakan pergerakan di sampingnya mau tak mau Vier membuka mata nya yang berat dan melihat sesosok wanita sedang duduk dengan ekspresi panik di wajahnya.
Vier tersenyum dan membawa sesosok wanita itu ikut tertidur di sampingnya dan memeluknya seperti guling.
Aeril yang di perlakukan seperti itu pun jantungnya berdetak sangat kencang. Ia tak tau harus melakukan apa sekarang.
Ia pun merilekskan jantungnya itu, tak baik jika di dengar oleh Vier bisa malu di tempat dia.
Vier tetap memeluk Aeril seperti guling dan mengelus kepala Aeril dengan lembut.
Aeril yang merasakan kepalanya di elus pun tak sadar memejamkan matanya menikmati elusan lembut dari Vier.
Hari menjelang siang tetapi dua sejoli yang sedang tidur itu pun tak kunjung membuka matanya sampai suara handphone berdering kencang membangunkan keduanya.
Aeril dan Vier yang sedang tidur sambil berpelukan pun terkejut lalu terbangun dan saling menatap satu sama lain.
Vier lalu mengangkat handphone nya dan bertanya dengan suara serak karena habis bangun tidur.
"What!?" Seru Vier kesal.
"Calm down, jam segini kamu baru bangun Vier" tanya Han heran saat mendengar suara Vier yang serak.
"Emangnya sekarang jam berapa?" Tanya Vier penasaran karena ia bangun tadi tidak melihat jam.
"Jam 12" ucap Han.
"What!" Ucap Vier terkejut dan ikut mengejutkan Aeril di sampingnya juga.
"Why? Sekarang kamu di mana daritadi aku ketukin pintu kamu tetapi tidak ada jawaban" ucap Han. Vier tak menjawab pertanyaan Han tetapi ia mengajukan pertanyaan ke Aeril.
"Kamu ada kelas sekarang?" Tanya Vier saat sambungan telepon nya masih menyala membuat Han bertanya-tanya.
"Ada jam 1 nanti" ucap Aeril.
__ADS_1
"Ya udah kamu mandi dulu sekarang abis itu aku. Nanti aku jelasin" ucap Vier. Aeril mengangguk dan berjalan ke kamar mandi yang ada di kamar nya.
Han yang di seberang telepon pun mengerenyitkan dahi nya heran. Dengan siapa Vier berbicara seperti suara wanita.
"Hallo Vierr!! Kamu dimanaaa, itu tadi siapa!?" Tanya Han penasaran. Vier yang mendengar suara Han pun terkejut karena telepon nya belum ia matikan.
"Diam lah Han, aku lagi di rumah Aeril. Kita ada kelas jam 1 kan, kamu duluan aja perginya aku berangkat dari sini" ucap Vier lalu mematikan sambungan teleponnya.
Han yang ingin bertanya lagi pun tak bisa karena sambungan teleponnya di matikan sepihak oleh Vier makin membuat Han penasaran.
Hehehe ada berita bagus nih. Batin Han.
Han pun segera berangkat ke universitas sendirian. Ia tak sabar untuk memberitahukan hal tadi kepada Ken dan Sam.
Setelah Aeril selesai mandi dan berpakaian, sekarang giliran Vier yang mandi.
Aeril yang melihat itu pun segera ke kamar sebelah yaitu kamar kak Son untuk membawakan baju untuk Vier pakai.
"KaVi, kamu pake baju kak Son aja ini udah aku bawain" ucap Aeril di depan pintu kamar mandinya. Segera Vier membuka pintunya dan mengambil bajunya.
"Thanks" ucap Vier lalu segera menutup pintu kamar mandi nya.
Aeril yang sedang menunggu di kamar nya pun memandang pintu kamar mandi yang telah di buka menampakkan Vier yang telah segar sehabis mandi.
"Kita sarapan di mobil aja takut telat" ujar Aeril. Vier mengangguk kepalanya lalu berjalan keluar bersama Aeril.
Saat Aeril menyiapkan sarapannya, Vier berjalan ke depan rumah untuk melihat-lihat.
Setelah Aeril selesai menyiapkan sarapannya ia berjalan menyusul ke tempat di mana Vier berada. Aeril melihat Vier sedang kebingungan dan bertanya.
"Kenapa?" Tanya Aeril.
"Kita naik apa ke kampus?" Tanya balik Vier.
"Naik mobil" ucap Aeril lalu berjalan dimana ada mobil sport berwarna biru gelap.
Saat ini Vier mengendarai mobil tersebut dan Aeril menyiapkan makanan di pangkuannya.
"Kemana sopir kak Son?" Tanya Vier heran.
"Hah? Sopir? Mungkin sekarang dia sama kak Son" ucap Aeril.
"Ini kita gak papa pake mobil kak Son?" Tanya Vier takut Son mengamuk.
"Siapa bilang ini mobil kak Son, ini mobil aku tapi gak di bolehin bawa sama kak Son" jelas Aeril. Vier mengangguk mengerti akan Son yang protektif kepada Aeril.
"Kamu bisa makan sambil nyetir?" Tanya Aeril. Vier menggelengkan kepalanya. Aeril mengangguk mengerti. Segera ia menyuapi Vier yang bengong melihatnya.
"Makan KaVi" ujar Aeril terkekeh. Vier yang mendengar itu pun memakan makanan yang tadi di suapi oleh Aeril dengan senang.
"Enak" ucap Vier sesudah menelan makanannya. Aeril yang mendengar itu pun tersenyum.
Mereka berdua makan sarapan sambil sesekali bercanda. Tak sadar mereka telah sampai di universitas.
Vier memarkirkan mobilnya di parkiran gedung musik. Aeril yang melihat itu heran dan bertanya.
"Kenapa parkir di sini?" Tanya Aeril.
"Gak papa sekalian nanti aku jemput kamu" ucap Vier. Aeril tertegun sesaat.
"Udah kamu parkir aja di gedung jurusan kamu nanti pas pulang kamu jemput aku di sini" ujar Aeril.
"Tapi.."
"Udah gak papa, aku turun sini udah telat" ucap Aeril turun dari mobil dengan terburu-buru. Vier yang melihat itu pun mau tak mau tersenyum senang karena udah ada perkembangan. Segera ia menuju parkiran gedung bisnis.
Saat ini di kelas Han, Ken dan Sam sedang membicarakan Vier yang tadi di bilang Han.
__ADS_1
"Benar Han kalau tadi yang kamu bilang Aeril?" Tanya Ken penasaran.
"Iya benar, aku juga penasaran karena setau aku kak Son itu protektif banget sama Aeril" ujar Han. Ken dan Sam memikirkan sesuatu tetapi di kejutkan oleh suara seseorang.
"Ngomongin aku ya" ucap Vier mengagetkan mereka semua.
"Ini orangnya datang, gimana Vier kok kamu bisa ke rumah nya Aeril. Terus dimana kak Son kok dibolehin. Itu tadi kamu tidur sama Aeril, kamu gak takut kena amuk kak Son" tanya Han panjang lebar. Vier yang mendengar itu melongo lalu menjelaskan dengan sabar.
"Astaga Han satu satu kalo nanya" ucap Sam menggelengkan kepalanya. Han hanya terkekeh lalu melihat Vier untuk memberi penjelasan karena ia sungguh penasaran.
"Kemarin aku sama Aeril jalan-jalan terus gak sadar udah malam kita berdua pulangnya. Tapi di pertengahan jalan Aeril ketiduran terus itu kak Son telpon nanyain Aeril dan kak Son bilang sopir dia mau jemput kita berdua. Sampai rumahnya aku tidurin Aeril di kamarnya tapi aku gak sadar ikut tidur di sebelahnya" jelas Vier. Han, Ken dan Sam mengangguk-anggukan kepalanya tanda mengerti.
"Terus kak Son kenapa gak ada di rumah sekarang?" Tanya Han.
"Entahlah" ucap Vier mengangkat bahunya acuh.
"Tapi kamu gak apa-apain Aeril kan?" Tanya Han tajam takut kena amuk Son.
"Tidak lah Han mana mungkin aku apa-apain Aeril, just sleep itu saja" ucap Vier. Han mengangukkan kepalanya mengerti.
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Bersambung..
...Jangan lupa ya untuk selalu like dan komennya!!! ...
__ADS_1