
..."Di saat orang yang paling kau sayangi tak mempercayaimu. Bagaimana perasaanmu? Sakit bukan"...
...~Ar...
-
-
-
Hari dimana Festival akan di mulai. Semua siswa/i dan para guru pun sedang mempersiapkan tampilan yang akan di pentaskan.
Banyak orang luar yang datang untuk acara tersebut. Karena pengunjung festival ini untuk umum yang ingin melihat penampilan siswa/i tersebut.
Sang MC pun berjalan di atas panggung melihat kerumunan yang sudah tak sabar untuk melihat pertunjukannya.
"Baiklah, saya selaku MC untuk acara Festival bulan ini mengungkapkan terima kasih karena dapat membawakan acara Festival bulan ini di sekolah ini. Dan saya tidak mau berbasa-basi lebih lanjut karena seperti nya penonton sudah tidak sabar untuk melihat acara nya di buka. Baiklah ini lah acara yang kita tunggu-tunggu di buka" ucap MC tersebut kepada penonton. Penonton pun bersorak ria dan bertepuk tangan saat melihat tirai di depan mata mereka perlahan di buka.
Saat ini pertunjukan di buka oleh beberapa tarian, dan setelah itu ada beberapa penampilan yang akan di pentaskan.
"Untuk acara kali ini kita akan mengadakan lomba drama musikal dari setiap kelas yang dimana para penonton akan menilai mereka untuk menjadi juara nya. Baiklah ini lah penampilan pertama dari kelas 12 IPA 1" ucap MC tersebut dengan riang.
Saat ini drama musikal dari setiap kelas pun di tampilkan. Untuk urutan kelas Aeril, ia mendapatkan urutan terakhir.
Tak terasa sudah tengah hari pun berlalu. Saat ini mereka menanti nantikan penampilan terakhir untuk acara lomba ini.
Aeril yang saat ini sedang ber-make up di belakang panggung terganggu oleh suara yang datang dari belakang nya.
"Hai, udah lama kita gak bertatap muka" ucap nya dengan kekehan.
"Oh iya gue cuma pengen kasih tau Lo satu hal, gue di sini untuk melihat ekspresi Lo yang dulu saat gue rebut pacar Lo hahaa" tambah nya.
Aeril tetap tak bergeming mendengar ucapannya seolah-olah tak ada orang di sana.
"Kaya nya pacar Lo gak kasih tau sesuatu ke Lo yah. Kasihann, mungkin Lo gak berarti di hidup dia. Sebenernya gue pengen kasih tau lo, tapi kayanya lebih seru saat Lo liat sendiri hahahaaa. Di saat itu juga gue pengen ngeliat ekspresi Lo kaya dulu" ucap nya.
"Oh iya gue lupa, sampai nanti di pertunjukan" ucap nya saat beranjak dari tempat nya menuju keluar.
Aeril berusaha keras untuk tidak menjatuhkan air mata nya untuk saat ini. Karena pada saat ini penampilan kelas mereka akan di tampilkan.
"Baiklah kita sambut lomba terakhir kita pada kelas 11 IPA 2" ucap MC tersebut. Perlahan-lahan tirai yang menutupi panggung tersebut terbuka sedikit demi sedikit.
Aeril dan teman sekelas nya menampilkan penampilan yang memukau di mata para penonton.
Di saat di mana adegan Cinderella memohon untuk mengikuti pesta ke istana. Ibu tiri Cinderella (Anez) mendorong keras tubuh Cinderella sampai ia terjungkal.
Tak sadar kening Cinderella (Aeril) berdarah karena mengenai properti di atas panggung. Tetapi tetap ia memperankan dialog Cinderella sampai akhir.
Tak terasa lomba terakhir pun usai. Aeril dan teman sekelas nya menuju ke backstage.
__ADS_1
Alex yang sedari tadi menonton penampilan Aeril dari bawah panggung pun marah karena Aeril mengeluarkan banyak darah di kening nya saat Anez mendorong tubuh nya.
Alex langsung berjalan menuju ke backstage untuk mengobati Aeril diikuti Max, Vier dan Regan.
Saat di belakang panggung teman sekelas Aeril khawatir melihat kening Aeril yang mengeluarkan banyak darah.
"Lo gak papa Ril?" Tanya Robi saat melihat kening Aeril.
"Gue gak papa kok" ucap Aeril sambil menahan perih di kening nya.
"Kita ke UKS ya untuk obatin luka Lo dulu" ucap Mia.
"Gak usah, Gak papa kok" ucap Aeril.
"Lo juga Anez dorong Aeril nya gak usah pake tenaga bisa kan Lo. Lo liat kening Aeril sekarang berdarah gara-gara Lo" ucap Dea. Memang diantara teman sekelas nya Dea lah yang bermulut pedas.
Anez yang merasa bersalah pun menitikkan air mata di pipi nya.
"G..guee gak sen..sengaja hiks, maafin guee" ucap Anez saat mengarahkan pandangan nya ke arah Aeril dan yang lainnya.
"Ngapain Lo nangis, Lo gak luka kan. Aeril yang luka aja gak nangis. Lebay amat Lo" ucap Dea sinis.
"G..guee bener bener gak sengaja. Rill maafin guee" ucap Anez memegang tangan Aeril. Aeril saat ini diam saja melihat penampilan Anez yang menangis.
"Maafin guee Rill" ucap nya dengan terisak-isak.
Saat Aeril ingin melepaskan tangan nya dari Anez. Saat itu juga Anez terjatuh seperti ia habis di dorong oleh seseorang.
Pada saat itu Riel yang melihat kearah dimana Anez jatuh pun langsung bergegas ke arah nya dan memeluk nya.
"Lo apa apaan sih Ril, kan Anez udah minta maaf sama Lo. Kenapa Lo dorong dia kayagini hah" bentak Riel kepada Aeril.
Melihat Riel yang membentak Aeril. Teman sekelas nya pun terkejut saat itu juga.
Bagaimana tidak, Aeril ingin melepaskan tangan nya dari genggaman Anez dan saat itu juga Anez terjatuh. Bagian mana saat Aeril mendorong Anez.
Teman sekelas nya pun hanya menggeleng kan kepalanya tanda tak percaya.
"Heh Lo Riel, bagian mana Aeril ngedorong Anez. Emang nya Lo gak ngeliat kita semua di sini ngeliat jelas apa yang terjadi. Lo seenak nya nuduh orang yang jelas jelas Lo tuduh sendiri gak bersalah" ucap Dea marah saat melihat Riel.
"Lo kalo gak tau spesifik nya jangan asal nuduh orang. Lo gak ngeliat kening Aeril berdarah karena Anez dorong dia kuat. Saat itu juga dia genggem tangan Aeril untuk minta maaf setelah itu Aeril pengen ngelepasin tangan nya dan Anez jatuh sendiri. Lo bilang Aeril ngedorong dia. Lo buta apa. Lo gak ngeliat hah kening Aeril berdarah!" ucap Dea menggebu-gebu saat menjelaskan nya.
"Tenang Dea, sabar" ucap Mia.
Saat ini Anez menangis histeris saat melepaskan pelukan Riel dan menggenggam tangan Aeril lagi.
"Rill gue gak sengaja hiks maafin guee hikss" ucap Anez.
Aeril masih diam tak bergeming di tempat nya.
__ADS_1
"Rill maafin gue hiks gue obatin Lo ke UKS yah hikss Rill maafin gue" ucap Anez terus menggoncangkan tubuh Aeril kuat.
Riel yang melihat itu pun tak tahan. Segera ia memeluk tubuh Anez untuk menenangkan nya.
"Udah Nez, Lo gak perlu minta maaf sama dia. Pasti juga Aeril udah maafin Lo kok" ucap Riel.
"Gak Riel dia belum hiks maafin gue hiks" ucap Anez.
"Ril Lo gak mau maafin Anez apa. Dia udah minta maaf sama Lo" ucap Riel dengan nama sedikit membentak.
Aeril masih diam menahan pusing karena goncangan yang diberikan kepada Anez tadi.
"Udahlah yok Nez kita tinggalin mereka di sini" ucap Riel merengkuh tubuh Anez keluar dari backstage tersebut.
Setelah Riel dan Anez keluar. Aeril tak tahan lagi seketika tubuh nya jatuh di depan teman sekelas nya.
"Rill Rill Lo kenapaa Rill" ucap Mia khawatir.
"Woii tolongin ini bawa Aeril ke UKS" ucap Dea.
Saat mereka ingin membawa Aeril. Di saat itu juga Aeril sudah berada pada pelukan seseorang yang menggendong nya ala bridal style.
"Biar gue aja" ucap nya. Lalu meninggalkan yang lain dengan tercengang.
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Bersambung....
__ADS_1