AERILYN (END)

AERILYN (END)
69. Absurd


__ADS_3

...4 musim sudah berlalu secara tak sadar tetapi hubungan kita belum ada yang berubah seperti ikatan yang terjalin diantara kita...


...~Vier...


-


-


-


Musim semi, musim panas, musim gugur, dan musim dingin. Tak terasa semua musim di negara ini sudah di rasakan oleh Vier semenjak tinggal di negara ini. Ya satu tahun sudah berlalu.


Di mana tahun yang membuat seorang Vier memperjuangkan Aeril yang tidak mudah untuk di perjuangkan.


Hubungan keduanya sudah semakin terbuka satu sama lain tetapi satu hal yang belum yaitu ikatan yang membuat mereka terikat satu sama lain.


Bagaimana tidak? Vier masih menunggu saat yang tepat untuk mengikat Aeril dengan dirinya. Cepat atau lambat pasti terjadi juga kita tunggu saja..


...∆∆∆...


Saat ini Son dan Aeril tengah berada di taman di negara itu untuk menghabiskan waktu bersama dan juga membicarakan banyak hal.


"Udah setahun kamu sama Vier berhubungan Ril, apa kamu masih belum juga buka hati kamu untuk Vier?" Tanya Son kepada Aeril.


"Aku masih takut kak" ucap Aeril.


"Apa yang kamu takutkan, kamu udah lihat bukan gimana sikap Vier sama kamu, perhatian dia untuk kamu, perjuangan dia untuk taklukin kamu, kamu lihat bukan?"


"Aku tau, tapi semakin ke sana aku gak tau harus lakuin apa kak"


"Huft, kamu gak kasian apa sama Vier Ril, kakak aja yang cuma seorang penonton tau gimana berjuang nya Vier untuk dapetin kamu. Apa kamu gak ngerasa hal itu sama sekali?"


"Aku bingung kak"


"Kamu pikirin lagi jangan sampai kamu menyesal" ucap Son. Aeril hanya mengangguk mengerti.


"Yok kita mau kemana lagi ini" ajak Son.


"Kemana aja deh kak aku ikut kakak aja" ucap Aeril.


Mereka berdua bersenang-senang sampai matahari ingin terbenam. Beda lagi dengan sosok Vier yang tidak melakukan apa-apa selain tiduran di kasur nya.


"Huft.. kemana sih ini mereka. Gak tau apa gue bosen di rumah" monolog Vier pada diri nya sendiri.


#POV Vier


Seharian gue di tinggal sama kak Son dan Aeril dirumah sendirian. Gue bosen pengen keluar tapi temen-temen gue pada ngilang entah kemana. Han yang biasanya ngajakin main pun ikutan ngilang gak kaya biasanya. Gue bingung harus ngapain. Ada yang bisa bantu gue harus ngapain?..


Gue cerita aja ya sama kalian daripada gue bosen.


Di sini gue pengen cerita gimana perjuangan gue buat taklukkan Aeril itu gak gampang. Buktinya sampe saat ini udah setahun gue belum ngikat Aeril sama gue. Gue juga tau gimana perasaan Aeril dan gue gak mau egois jadi cowo, tapi gue egois dikit bolehlah ya kaya milikin Aeril seutuhnya.


Gue sempat frustasi gimana susah nya dapetin Aeril tapi dengan dibantu kak Son sang kakak pengertian kaya kakak gue sendiri dia bantu gue buat perjuangin Aeril dan di situ gue di kasih ceramah panjang lebar sama kak Son. Jadi, gue gak mau nyerah gitu aja untuk perjuangin Aeril lagi.


Dah lah yaa segini aja gue ceritanya, tiba-tiba gue denger suara mobil kak Son kayanya mereka udah pulang. Gue mau pura-pura mati aja di kasur hehee..


Bye semua nanti kita jumpa lagi..


#POV off

__ADS_1


Ceklek


"KaVi?" Ucap Aeril saat sudah masuk ke dalam kamar Vier.


Ia mendekat dan mendapati Vier tidur terlentang di kasurnya seperti tak bernyawa.


"KaVi jangan bercanda lah aku gak suka lho" ucap Aeril menggoyangkan tubuh Vier.


"KaViii, ya udah deh kalo gitu aku pergi" ucap Aeril lalu melangkah keluar kamar tetapi sebelum itu tangannya di pegang oleh Vier dan ia segera jatuh ke kasur Vier tepat di samping tubuh Vier dan segera Vier melingkarkan tangannya di pinggang Aeril.


"Ka-KaVi" ucap Aeril gugup.


"Hmm" gumam Vier.


"Lepasin"


"Gak"


"Jangan gini lah"


"Kenapa emangnya?"


"Ya-yaa you know what I mean"


"Hmm"


"KaVi"


"Lama"


"Ya kan namanya jalan-jalan"


"Lepasin"


"Just a second"


Aeril yang merasa posisi mereka berdua yang ambigu pun terdiam di tempat sampai Vier mengalihkan pandangannya ke hadapannya.


"A-apa?" Tanya Aeril gugup saat wajah mereka berdua hanya berjarak beberapa cm.


Vier diam tak menjawab ia tetap mengarahkan pandangannya ke wajah Aeril. Aeril yang dipandangi pun mengalihkan pandangannya ke arah lain tetapi dihalangi oleh tangan Vier yang memegang sisi wajahnya.


Mereka berdua saling pandang memandang satu sama lain sampai Vier mendekatkan wajahnya semakin dekat ke wajah Aeril.


Aeril yang melihat itu pun mau tak mau jantungnya berdetak sangat cepat sampai Vier pas di depan wajahnya dengan hidung mereka berdua yang saling bersentuhan.


Wajah Vier semakin dekat dan tak sadar Aeril memejamkan matanya. Ia merasakan sebuah kecupan di sudut bibirnya kala Vier mengecupnya lembut.


Aeril seketika terkejut dengan apa yang telah Vier lakukan kepadanya barusan.


Tak sampai di sana Vier melanjutkan menaruh kepalanya di ceruk leher Aeril dan mengendus aromanya yang terasa wangi bagi Vier. Aeril yang masih linglung pun terasa geli saat Vier mengendusnya.


"KaVi?" Panggil Aeril. Vier hanya berdehem sebagai jawabannya, ia masih asik mengendus aroma dari leher Aeril itu.


"Wangi" jawab Vier setelah sekian lama mengendus aroma di leher Aeril.


"Aku belum mandi lho" ucap Aeril.


"But I like it" ucap Vier.

__ADS_1


Tak lama setelah Vier mengucapkan kalimat tadi nafas Vier teratur seperti sedang tertidur.


Aeril yang merasakan hembusan nafas teratur di ceruk lehernya pun mengalihkan pandangannya ke samping dan terdapat Vier yang sudah tertidur. Mau tak mau ia tersenyum melihat kelakuan Vier yang sangat absurd ini.


Ia diam-diam memindahkan tangan Vier yang sedari tadi memeluknya dan segera ia menyelimutinya.


Aeril segera melangkah keluar dari kamar Vier supaya tidak menggangu tidurnya yang secara tiba-tiba itu.


...∆∆∆...


"Ma Pa aku pergi dulu ya. Jaga diri kalian di sini" ucap seseorang itu saat berpamitan dengan kedua orang tuanya.


"Kamu juga hati-hati di sana harus jaga diri jangan sampai sakit. Semoga kamu ketemu sama dia" ucap Mama nya.


"Pastinya, aku gak sabar gimana reaksi dia kalo ketemu aku. Tapi bener kan dia di sana" ucap seseorang itu.


"Pastinya seneng, iya mama cuma dikasih tau alamatnya dan kamu suruh cari sendiri dia nya. Ya udah kamu bentar lagi take off  kan sayang"


"Ya udah, Ma Pa doain aku"


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


Bersambung..


...Haiii, jumpa lagi dengan kisah manis antara Aeril dan Vier di chapter ini.....


...Siapa ya kira-kira di akhir chapter tadi orangnya?...


...Maaf ya baru update sekarang.....


...Aku baru selesai ulangan pastinya kalian juga kan :)...


...Gimana ulangan kalian? Semoga hasil nya memuaskan.....


...Sampai jumpa di chapter selanjutnya.....

__ADS_1


__ADS_2