AERILYN (END)

AERILYN (END)
35. Koma


__ADS_3

...Di saat hidupmu tidak berarti, jangan sampai kau melakukan kesalahan yang membuatmu menyesal...


...~Ar...


-


-


-


"Alexxx, Aeril kenapa hikss" tanya Axella setelah sampai di rumah sakit di temani Papa Axellio.


"Mamahh, Aeril mahh. Alex gak becus jagain Aeril mahh, ini salah Alex mahh hikss.." ucap Alex sembari memeluk Mama nya.


"Sttt, Alex jangan nyalahin diri kamu sendiri, sekarang mama tanya kenapa Aeril?" Ucap Axella menenangkan anak nya walaupun ia juga khawatir dengan keadaan Aeril.


"Aeril mahh hikss.. di.. dia ke tabrak mobil mahh" ucap Alex dengan tubuh bergetar.


"Apa!!" Ucap Axella terkejut hingga ia jatuh pingsan.


Axellio segera menggendong Axella ke ruang inap dengan di bantu suster.


Alex semakin gusar melihat mama nya yang kini jatuh pingsan. Vier yang melihat itu tak tega dan memeluk Alex untuk menenangkan nya.


"Lex gue tau adek gue salah, Lo terserah mau ngapain dia, tapi Lo tenang dulu dan berdoa untuk keselamatan Aeril Lex, Aeril gak bakalan suka liat Lo kaya gini" ucap Vier.


Alex mencerna perkataan Vier dan ia sudah mulai tenang dan membalas pelukan Vier.


"Thanks Er" ucap Alex. Vier hanya berdehem sebagai jawabannya.


"Lo dah kabarin yang lain?" Tanya Vier sembari melepaskan pelukannya.


"Oh iya gue lupa, sabar gue kabarin dulu" ucap Alex.


Setelah mengabarkan Max dan Regan. Alex dan Vier menunggu di depan ruang ICU sampai terbuka. Axello menunggu istrinya yang sedang pingsan.


Disisi lain,

__ADS_1


Max yang sedang bersantai di rumah nya di kagetkan dengan bunyi notif dari hp nya.


Saat Max membuka hp nya dan membaca pesan, ia terkejut membaca nya. Dan segera menuju rumah sakit. Tak lupa juga ia mengabari orang tua nya.


Regan yang sedang menonton tv mendengar bunyi notif pesan di hp nya segera ia buka dan terkejut melihatnya. Ia segera melajukan mobil nya ke rumah sakit.


Tak lama Max dan Regan sampai bersamaan dan langsung menuju ruang ICU.


Di sana terdapat Alex dan Vier yang sedang melamun. Segera mereka berdua menghampiri nya.


"Kak?" Panggil Max. Alex menengok ke arah asal suara.


"Max" ucap Alex lirih.


"Eril kenapa kak?" Tanya Max khawatir.


"Aeril kecelakaan" ucap Alex berusaha untuk tidak menangis.


"Apa!!" Max terkejut mendengar nya begitu juga Regan.


"Kok bisa?" Tanya Regan.


"Rielll" ucap Max mengertakkan gigi nya. Max langsung berbalik ingin menemui Riel. Tapi di tahan oleh Regan.


"Apaan sih kak, lepas gak" ucap Max dingin.


"Lo tenang dulu Max, Lo gak bisa nyelesain masalah kalo emosi Lo yang mengambil alih. Nanti kalo emosi Lo dah reda Lo boleh nemuin dia, sekarang Lo disini dulu untuk tau kondisi Aeril" ucap Regan menenangkan nya. Max akhirnya mengalah dan duduk di sebelah Alex yang diam membisu, begitu pula Vier.


Beberapa jam kemudian, pintu ruang ICU terbuka menampilkan wajah dokter kelelahan.


Alex yang sedang melamun mendengar suara pintu terbuka langsung berdiri dan menanyai banyak pertanyaan ke dokter itu.


"Bagaimana keadaan adek saya dok? Aeril gak papa kan dok? Jangan sampe adek saya kenapa-kenapa" tanya Alex.


"Tenang dulu tuan muda, kondisi nona Aeril.." Dokter tersebut tidak bisa melanjutkan kata-katanya lagi.


"Kenapa dengan adek saya dok. Jawab!!" Teriak Alex.

__ADS_1


"Huft.. nona Aeril di nyatakan koma" ucap Dokter.


"Apa" ucap Alex lemas.


"Saya permisi" ucap Dokter tersebut dan pergi untuk memindahkan Aeril ke ruang VVIP karena Aeril anak pemilik rumah sakit harus di lakukan sebaik mungkin.


"Maxx, dia bohong kan Maxx. Max jawab guee!!" ucap Alex kepada Max tak percaya jika Adik kesayangannya koma.


"Kak, Lo tenang okee. Yang di bilang dokter itu bener Aeril koma" ucap Max berusaha menenangkan Alex yang kalang kabut.


"Haha.. gak.. gak mungkin. Awas aja Lo Riel, habis Lo ditangan gue" ucap ancam Alex dingin. Max, Vier dan Regan pun merasakan perubahan suhu di ruangan itu.


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-

__ADS_1


-


Bersambung...


__ADS_2