AERILYN (END)

AERILYN (END)
65. Never Give Up On Love


__ADS_3

...Never Give Up On Love...


...~Ken...


-


-


-


Vier, Han, Ken dan Sam sedang berada di kantin setelah kelas selesai. Kelas mereka selesai duluan karena dosen nya ada keperluan mendadak.


Saat ini Vier terus menatap pergelangan jam tangannya dengan gusar. Han, Ken dan Sam yang melihatnya mau tak mau bertanya.


"Kenapa lihat jam terus Vier?" Tanya Sam.


"Kelas musik habis nya jam berapa?" Tanya balik Vier.


"Sebentar lagi, emangnya kenapa?" Ujar Ken heran.


"Jemput Aeril" ucap Vier.


"Emangnya kamu mau pulang naik apa?" Tanya Han.


"Mobil" ucap Vier.


"Mobil siapa?" Tanya Han lagi.


"Aeril" ucap Vier.


"Kok bisa mobil Aeril di kamu?" Tanya Han.


"Tadi pengen aku parkir di gedungnya tapi gak dibolehin sama Aeril jadi aku parkir di gedung ini" jelas Vier.


"Perhatian" ucap Ken. Vier yang mendengar itu pun tersenyum lebar.


"Hebat kamu Vier" puji Han. Vier tersenyum senang.


"Oh iya kita belum tau lho gimana ceritanya kamu dulu gak jadiin Aeril kekasih" ucap Ken penasaran. Vier yang sedang tersenyum pun membeku langsung tetapi ia berusaha menekannya.


"Iya kenapa Vier" ucap Han ikut penasaran juga. Vier bingung harus memulainya darimana.


"Ceritanya panjang yakin mau dengerin" ucap Vier.


"No problem, cerita kamu selesai kelas Aeril juga selesai percaya sama aku" ucap Ken penuh percaya diri. Vier yang mendengar itu menghela nafas gusar.


"Jadi itu..." Vier menjelaskan secara singkat saja takut memakan waktu Aeril.


"Jadi karena itu kak Son protektif dengan Aeril" ucap Han. Vier menganggukkan kepalanya.


"Terus gimana sekarang keadaan adik kamu?" Tanya Sam.


"Semenjak aku di sini, aku udah gak berhubungan lagi sama Riel" jelas Vier.


"Kenapa kamu bisa tau kalau Aeril tinggal di negara ini?" Tanya Han heran.


"Aku juga gak tau tetapi hati aku bilang kayagitu jadi aku ke sini dan benar ternyata" ucap Vier senang.


"Itu takdir" ucap Sam. Vier mengangguk.


"Jadi kak Son udah setuju kalo kamu deketin Aeril?" Tanya Ken. Vier mengangguk.


"Tetapi tinggal Aeril nya saja, aku percaya Aeril pasti takluk sama kamu Vier. Never give up on love" ucap Ken menyemangati. Diikuti yang lainnya.


"Thanks" ucap Vier tersenyum.


"Ya udah aku duluan ya" ucap Vier lalu berjalan menjauhi mereka.


"Be Careful" ucap mereka semua lalu saling memandang.


"Kasihan juga ternyata Aeril, sepertinya buat taklukin Aeril sulit" ucap Han.


"Tetapi aku percaya Vier bisa" ucap Ken penuh percaya diri.


"Pasti" ucap mereka.


Vier menunggu Aeril di depan gedung musik sambil menyetel musik di mobilnya. Tak lama Aeril masuk ke dalam mobil dan tersenyum ke arah Vier.


"Lama ya?" Tanya Aeril.


"Ngga kok" ucap Vier tersenyum.


"Kita mau pulang atau kemana dulu?" Tanya Vier.


"Kamu mau gak ke Namsan Tower?" Tanya Aeril. Vier mengangguk.


"Let's go" ucap Vier tersenyum cerah.

__ADS_1


Di Namsan Tower,


Saat Aeril berada di puncak Namsan Tower ia sangat takjub akan pemandangan yang di lihatnya.


"Bagus ya KaVi" ujar Aeril kepada Vier.


"Cantik" ucap Vier saat memandangi Aeril. Aeril yang mendengar itu pun langsung menoleh ke arah Vier yang sedang menatapnya.


"KaVi?" Panggil Aeril. Vier yang sedang melamun pun segera tersadar dan menatap Aeril sambil tersenyum.


"Iya apa?" Tanya Vier tersenyum manis.


"Bagus kan pemandangannya" tanya Aeril lagi.


"Bagus" ucap Vier.


Mereka berdua menikmati pemandangan di atas Namsan Tower sampai hari menjelang sore.


Selama di perjalanan pun Aeril tak henti-hentinya menceritakan pengalaman tadi. Vier hanya tersenyum menanggapinya karena ia juga bahagia bisa membuat Aeril bahagia.


Saat mobil memasuki rumah Aeril, mereka berdua turun dan berjalan memasuki rumah tetapi di hentikan oleh suara seseorang.


"Tunggu" ujar orang itu siapa lagi kalau bukan Son.


"Come here" perintah Son kepada Aeril dan Vier. Segera mereka berdua menghampiri Son yang tengah duduk di ruang tamu.


"Duduk" ujarnya. Mereka berdua pun duduk dengan tegang.


"Calm down, habis darimana kalian?" Tanya Son.


"Namsan Tower" ucap Aeril dan Vier bersama.


"Baru pulang jam segini" tanyanya lagi. Mereka berdua mengangguk.


"Are you happy?" Tanya Son kepada Aeril.


"I'm very happy" ucap Aeril senang tetapi segera ia menunduk. Son yang melihat itu pun menghela nafas.


"Baguslah kalau kamu bahagia" ucap Son. Aeril yang melihat itu pun tersenyum lebar dan langsung memeluk Son.


"Thanks kak" ucap Aeril. Son hanya tersenyum dan mengelus rambut Aeril. Vier yang melihat itu ikut tersenyum tetapi segera ia menunduk karena di tatap oleh Son.


"So, kemarin.. " ucap Son sambil menatap Vier untuk memberi penjelasan.


"Vier akan jelasin kak" ucap Vier.


Sesampainya di ruang kerja Son, Son mempersilahkan Vier duduk di hadapannya.


"Sekarang kamu jelasin" ucap Son. Vier yang mendengar itu bergidik ngeri tetapi segera ia merilekskan tubuhnya.


"Jadi kemarin itu.." ucap Vier menjelaskan satu persatu tidak ada yang ia tutup tutupi.


"Kemarin kamu tidur di kamar Aeril?" Tanya Son penuh penekanan.


"Iya kak, tapi Vier gak apa-apain Aeril kok sumpah, cuma..cuma.." ucap Vier ragu-ragu sambil memainkan kedua jari telunjuk nya jadi satu yang membuat Son semakin penasaran.


"Cuma apa? Jawab yang jelas Vier" ucap Son tegas.


"Cuma tidur sambil pelukan doang abis itu Vier gak ngapa-ngapain lagi" ucap Vier jujur. Son yang mendengar itu mengerenyitkan alisnya.


"Beneran kak sumpah" ucap Vier tegas. Son yang melihat itu pun mengangguk-angukkan kepalanya perlahan.


"Kamu belum kasih tau Aeril penjelasan?" Tanya Son. Vier menggelengkan kepalanya.


"Kapan kamu mau kasih tau" tanyanya lagi.


"Habis dari sini" ucap Vier.


"Ya udah, sekarang kamu sana ke kamar Aeril kasih dia penjelasan. Kalo dia salah paham kakak gak bisa bantu kamu" ucap Son.


"Pasti kak, aku akan kasih tau Aeril sekarang" ucap Vier bergegas tetapi sebelum itu ia berbalik badan dan berucap.


"Baju kak Son aku pinjem dulu ya hehe" ujar Vier lalu meninggalkan ruangan Son. Son yang melihat kelakuan Vier hanya menggelengkan kepalanya.


Tok..tok..tok..


"Ril" panggil Vier sambil mengetuk pintu kamarnya.


"Masuk" ucap Aeril dari dalam kamarnya. Vier yang mendengar jawaban pun langsung masuk ke dalam kamar Aeril dan terdapat Aeril sedang menonton film.


"Boleh bicara sebentar" ucap Vier. Aeril yang mendengar itu segera ia jeda film yang sedang ia tonton.


"Ada apa?" Tanya Aeril.


"Aku mau jelasin kejadian kemarin" ucap Vier hati-hati takut Aeril salah paham. Aeril hanya mengangguk menanggapinya.


"Kemarin itu.." Vier menjelaskan dari kejadian Aeril tidur sampai di kamar Aeril siang tadi ini.

__ADS_1


"Jadi gitu, kamu gak marah kan?" Tanya Vier was-was. Aeril yang mendengar itu pun terkekeh lalu menepuk kasur di sebelahnya untuk Vier duduk. Vier yang mengerti itu pun langsung duduk di samping Aeril.


"Aku gak marah kok, aku salut sama KaVi yang terus terang" ucap Aeril menatap Vier.


"Makasih udah percaya sama aku" ucap Vier. Aeril hanya mengangguk.


"KaVi mau nonton film ini?" Tanya Aeril. Vier mengangguk lalu mereka berdua pun menonton film sampai selesai.


Saat film sudah selesai langit berubah menjadi gelap tanda sang bulan untuk menampakkan wujudnya menggantikan sang matahari.


"Akhirnya.." ucap Aeril sambil meregangkan otot di tubuhnya yang pegal.


"Bagus juga film nya, nama film nya apa?" Tanya Vier penasaran.


"Fast Furious, itu tadi yang kita tonton masih season 1 dan masih ada season selanjutnya" jelas Aeril.


"KaVi kalo mau nonton lagi ke sini aja biar kita tonton sama-sama. Gak asik sama kak Son mah aku ajakin selalu gak bisa" ucap Aeril sebal. Vier terkekeh mendengar.


"Namanya juga kak Son sibuk jadi kamu harus pengertian sama dia" ujar Vier. Aeril mengangguk mengerti.


Ceklek


Terdengar pintu kamar Aeril terbuka menampakkan Son yang siap memanggil.


"Ayo makan malam dulu" ujar Son kepada mereka berdua. Aeril dan Vier pun segera mengikuti Son menuju ke ruang makan.


Setelah makan malam selesai. Vier ingin pamitan pulang ke apartemennya tetapi tidak di bolehkan oleh Son.


"Kamu tidur di sini aja udah malem" ucap Son.


"Tapi kak.."


"Gak ada tapi-tapian, kamar kamu di sebelah kiri kamar Aeril" ucap Son lalu pergi meninggalkan Vier yang bingung.


"Udah gak papa KaVi" ucap Aeril. Vier hanya mengangguk dan segera mengikuti Aeril menuju kamarnya.


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


Bersambung..

__ADS_1


...Jangan lupa untuk selalu like dan komen!!!...


__ADS_2