AERILYN (END)

AERILYN (END)
48. Penasaran


__ADS_3

...Memang tidak enak jika dibuat penasaran oleh seseorang apalagi dengan keadaan ngegantung....


...~Dion...


-


-


-


Sudah seminggu dimana tidak ada lagi Aeril yang menemani Max seperti biasanya.


Max datang ke sekolah dengan keadaan lesu di tambah sikap dinginnya terhadap orang di sekitar nya.


Di depan kelas nya banyak suara bising hingga sampai ia masuk ke dalam kelas nya suara bising itu berubah menjadi hening.


Semua siswa enggan memandang Max karena memandang nya saja mendapatkan tatapan maut dari Max.


Karena apa?


Setelah Aeril tidak masuk sekolah guru yang mengajar pernah bertanya kepada Max mengapa Aeril tidak masuk sekolah tetapi Max malah menjawab dengan dingin kepada guru tersebut dan setelah itu ia keluar dari kelas (pada ingat tidak di chapter 46, kalau tidak ingat di sini author cuma mau ingetin)


Keesokan hari nya semua murid di kelas bertanya kepada Max karena ingin mengetahui kabar Aeril, tetapi Max malah membentak mereka semua dan mengancam jangan pernah menanyakan kabar Aeril lagi.


Dari situ mereka tidak berani lagi menanyakan kabar tentang Aeril membuat penasaran murid sekelas.


Sesampainya Max di kursinya, ia duduk dan langsung memasangkan aerphone di telinga nya.


Sang ketua kelas a.k.a Robi pun ingin bertanya tetapi ia tak sanggup akan sikap dinginnya Max sekarang.


"Yon, Max kenapa yah semenjak Aeril gak masuk sekolah jadi berubah sifat dia" tanya Robi kepada teman sebangku nya siapa lagi kalau bukan Dion sahabatnya.


"Kurang tau gue juga sih Bi. Tapi gue perhatiin Riel sama Anez juga gak masuk kan dari Aeril gak masuk sekolah" ucap Dion.


"Bener juga ya mereka juga gak ada kabar, seenggaknya gue ketua kelas nya harus tau" ucap Robi heran.


"Nah Lo sebagai ketua kelas nya aja gak tau apalagi gue. Tapi gue penasaran banget" ucap Dion sangat penasaran.


"Yee Lo mah tukang kepo jadi orang" ucap Robi menoyor kepala Dion.


"Lo ini yah, tapi Lo juga penasaran kan" ucap Dion menaik-turunkan alisnya.

__ADS_1


"Heheee tau aja Lo, tapi ya wajib gue harus tau karena gue selaku ketua kelas" ucap Robi menyangkal padahal ia sangat ingin tahu. Dion hanya menghela nafas saja melihat kelakuan sahabat nya itu.


"Mia Lo tau gak Aeril, Riel sama Anez kenapa gak sekolah?" Tanya Dion kepada Mia yang duduk di belakang nya.


"Gak tau, gue juga gak dikasih kabar" ucap Mia.


"Sama gue juga..ehh tunggu bentar" ucap Rini duduk di sebelah Mia. Rini mengecek hp nya saat mendapatkan notif pesan. Sedangkan Robi, Dion, dan Mia hanya menggelengkan kepalanya heran.


"Kenapa dah Lo Rin" tanya Dion. Sedangkan Rini masih mengecek hp nya dan segera membulatkan mata nya tanda sangat terkejut.


"Whatttttt!!!" teriak Rini terdengar seluruh kelas nya. Segera ia meminta maaf karena tak mau Max sampai mendengarnya, untungnya Max memakai aerphone jadi suara teriakan ia tidak sampai membuatnya bising.


"Kenapa Lo teriak gitu Rin, bisa budeg kuping gue karena teriakan Lo" ucap Robi diangguki oleh Dion dan Mia.


"Bodoamat gak penting denger teriakan gue, gue kasih tau juga Lo bakal terkejut" ucap Rini membuat penasaran yang lainnya.


"Emang ada apa sih Rin?" Tanya Mia penasaran.


"Iya ada apa?" Tanya Robi.


"Kasih tau cepett" ucap Dion sudah tidak sabar.


"Tadi gue dapet pesen dari temen gue, dan Lo mau tau apa.." ucap Rini memandang mereka semua.


"Wahh sangat kompak" ucap Rini bertepuk tangan membuat mereka semua kesal.


"Cepetan lah apa sampe bisa buat Lo heboh gitu" ucap Dion yang memang sedari tadi sudah tidak sabar.


"Sini Deket jangan sampe Max denger" ucap Rini. Mereka pun mendekat untuk mendengarkan apa yang Rini lihat tadi.


"Tadi itu gue dapet pesen dan gue terkejut dong liat nya karena apa, yang gue liat itu tentang Aeril, Riel sama Anez" bisik Rini pelan takut kedengaran Max.


"Apa!!" Ucap mereka bertiga kompak.


"Kenapa mereka?" Tanya Robi dan Mia.


"Iya kenapa mereka cepet geh kasih tau gue penasaran" ucap Dion


"Aeril diaa...." Ucap Rini terpotong karena terdengar suara bel masuk berbunyi.


"Dah nanti aja takutnya guru langsung masuk ke kelas" ucap Rini memberhentikan pembicaraan yang sudah membuat mereka sangat penasaran.

__ADS_1


"Ishh bel ini dah tau gue penasaran eeh malah dibuat makin penasaran" umpat Dion kesal. Robi hanya terkekeh karena ia juga dibuat penasaran.


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


Bersambung...

__ADS_1


...Jangan lupa yang untuk selalu dukung author dengan memberi vote dan komennya...


...~Salam Ar...


__ADS_2