AERILYN (END)

AERILYN (END)
31. Blushing


__ADS_3

..."Saat pacar sendiri tidak ada di samping mu saat terluka. Maka pacar seperti itu lah yang tidak patut di jadikan pacar"...


...~Ar...


-


-


-


Setelah seseorang menggendong Aeril, Alex dkk datang.


"Mana Aeril?" Tanya Alex kepada mereka. Tadi Vier berjalan duluan tanpa kata kepada Alex.


"Dibawa kak Vier" ucap salah satu dari mereka.


Alex dkk langsung bergegas ke UKS untuk memeriksa Aeril.


Setelah sampai di sana, mereka semua melihat pemandangan yang tak terbiasa oleh mereka semua.


Yaitu Vier yang sedang mengobati luka di kening Aeril dengan penuh khawatir.


Alex, Max dan Regan saling memandang satu sama lain. Sampai mereka menunggu di depan pintu UKS memperhatikan kegiatan Vier.


Vier yang kala itu telah selesai membersihkan luka Aeril. Ia memandang Aeril dengan penuh perhatian.


Vier memperhatikan wajah Aeril yang di balut perban di kening nya yang tampak sakit. Ia menggenggam tangan Aeril dengan perlahan.


"Gue gak tau Ril, sejak kapan Lo udah masuk di hati gue. Tapi sejak saat itu juga, gue tau. Gue suka sama Lo walaupun Lo udah jadi pacar Riel, adek gue sendiri. Gue gak tau harus berbuat apa sama perasaan gue sendiri ini" gumam Vier sambil menggenggam tangan Aeril lembut.


Di luar pintu UKS Alex, Max dan Regan mendengar gumaman Vier. Mereka bertiga saling memandang seolah-oleh mereka memikirkan pikiran yang sama.


Vier masih memperhatikan wajah Aeril walau kening nya di perban tetapi tidak menutup kecantikan yang dia miliki.


Vier melamun memandangi wajah nya sampai tak sadar Aeril telah bangun memperhatikan nya.


Aeril merasa tangannya di pegangi pun tak sadar bergerak membuyarkan lamunan Vier yang sedang memandangnya.


"Eeh sorry" ucap Aeril lemah.


Vier tersentak saat mendengar suara Aeril. Ia langsung melepaskan pegangan tangannya di tangan Aeril lalu menoleh ke arah lain.


Tak sadar blushing di wajah Vier pun tercetak jelas saat Aeril melihat nya. Aeril pun terkekeh melihat blushing di wajah Vier yang jarang terlihat.


Saat Aeril terkekeh, Vier melihat ke arah Aeril dengan alis di angkat satu.


"Kenapa?" Tanya Vier.

__ADS_1


"Kakak lucu aja" ucap Aeril masih terkekeh.


"Hmm"


"Yakin mau tau?" Tanya Aeril.


"Hmm"


"Gak nyesel" ucap Aeril lagi.


"Ck, apaan emangnya?" Tanya Vier kesal.


"Hehee, tadi..." Ucap Aeril menggantung.


"Tadi apa?" Tanya Vier penasaran.


"Muka kakak..."


"Kenapa?"


"Blushing lho" ucap Aeril.


Saat Vier mendengar itu pun tak sadar wajah nya blushing lagi. Aeril tak tahan pun tertawa terbahak-bahak sedangkan Vier malu.


"Haha..haaahhhaaa... Kakak lucu sumpah...hahaa" ucap Aeril di sela tawa nya.


"Heheee, lucu kok kak beneran deh. Nih yah baru kali ini aku liat muka kakak kaya gitu. Kayanya aku pertama deh yang liat muka kakak kayagitu" ucap Aeril percaya diri.


"Pede gitu kamu yang pertama kali" ucap Vier.


"Memang gak yah?" Tanya Aeril.


"Gak kok, memang kamu yang pertama kali" ucap Vier jujur.


"Beneran???" Ucap Aeril terkejut.


"Iya sayang" ucap Vier tak sadar akan apa yang di ucap nya.


Aeril tertegun saat Vier mengucapkan kata itu.


"Eehh sorry" ucap Vier malu.


"E-eehh iya gak papa kok kak" ucap Aeril tersenyum.


Vier ikut tersenyum juga saat Aeril tidak mempersalahkan nya. Ia juga ikut senang.


Tak sadar perbincangan mereka berdua terdengar sampai pintu luar UKS yang mana terdapat Alex, Max dan Regan yang telah berdiri sejak lama di depan pintu.

__ADS_1


Mereka bertiga pun langsung masuk karena tak tahan lagi berdiri di depan pintu.


Saat pintu terbuka lebar, Aeril dan Vier mengarahkan pandangan nya ke ke arah pintu yang mana terdapat Alex, Max dan Regan dengan wajah lelah.


"Kenapa kalian?" Tanya Aeril.


"Berdiri di luar dari tadi" ucap Max saat mendapatkan diri nya duduk di sofa UKS.


"Kenapa gak langsung masuk?" Tanya Aeril heran.


"Gak papa kok Ril, masa gini aja udah capek. Ya gak" ucap Regan. Di angguki oleh mereka berdua.


"Hmm, ya terserah deh" ucap Aeril.


Vier memandang mereka bertiga dengan intens seakan-akan itu menusuk punggung mereka.


Mereka bertiga pun cengengesan saat di tatap begitu intens oleh Vier.


"Heheee, sorry Vierr" ucap Regan. Vier hanya memalingkan muka nya ke arah Aeril yang sedang memperhatikan nya.


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2