AERILYN (END)

AERILYN (END)
78. Sweet Dreams


__ADS_3

...Hope you have sweet dreams...


...~Vier...


-


-


Sehari sebelum acara wisuda berlangsung Aeril mendapati Vier pergi tanpa memberi mengabarinya akan kemana. Ia kecewa sekaligus khawatir. Tak biasanya Vier pergi tanpa mengabarinya.


Aeril bertanya kepada Son juga yang ditanya tidak tahu Vier kemana. Sedangkan ingin bertanya kepada Max tetapi ia sedang kuliah. Alex juga tak ada karena ia harus ke universitas nya kembali. Aeril bosan di rumah tak ada yang bisa ia lakukan. Ia menghubungi Aera tetapi mendapati Aera sedang kencan bersama Ken.


Saat melihat Son ingin berangkat kerja Aeril mendapatkan ide seketika. Ia segera menghampiri Son.


"Kak Son, aku ikut kakak ya ke perusahaan" ucap Aeril. Son yang mendengar itu terkejut tak biasanya Aeril ingin ikut.


"Tumben"


"Hehee, aku bosen aja di rumah. Vier juga tiba-tiba ngilang entah kemana. Ya boleh ya kak"


"Ya udah kakak tunggu di mobil"


Mendengar itu Aeril segera lekas mengganti baju nya. Ia menggunakan rok putih di atas dengkul dengan dibalut baju putih dengan ada nya pita sederhana di bajunya. Dan juga ia memakai high heels berwarna putih. Tak lupa juga memakai slingbag berwarna hitam.



Sesampainya di perusahaan Son. Aeril menjadi pusat perhatian karena berjalan berdampingan dengan pemilik perusahaan. Tak ada yang tahu jika Aeril adalah sepupu dari pemilik perusahaan mereka.


Banyak yang berdecak kagum atas kecantikan yang Aeril miliki. Ada juga yang tak segan-segan menggodanya. Son yang mendengar itu mendecakkan lidahnya kesal. Segera ia meraih pinggang Aeril untuk mendekat ke arah nya dan berjalan cepat menuju lift khusus pemilik perusahaan.


Aeril yang melihat itu hanya terkekeh dan menggelengkan kepalanya lucu melihat tingkah Son yang posesif kepadanya.


Pintu lift terbuka, Son segera menuju ke ruangannya diikuti Aeril yang masih ia rangkul pinggangnya. Sesampainya di sana Aeril berdecak kagum melihat interior ruangan Son.


"Kamu di sini aja dulu bentar lagi kakak mau meeting dengan klien" ucap Son segera membawa berkas yang ada di atas meja nya.


Tok.. tok.. tok...


"Masuk" ujar Son datar.


Masuklah seorang lelaki berjas mendekati Son dan memberi hormat kepadanya. Orang itu terlihat seumuran Son dan juga cukup tampan.


"Kenalkan Aeril sepupu saya. Jika dia ada keperluan kamu yang akan menanganinya, juga jika Aeril ingin jalan-jalan kamu juga harus menemaninya" ucap Son kepada lelaki di depannya itu.


"Siap Tuan" ucap lelaki tadi.


"Ril, kalo ada yang kamu butuhkan panggil aja dia sekretaris kakak namanya Yohan" ucap Son kepada Aeril. Aeril mengangguk mengerti menanggapinya.


"Baiklah, kakak meeting dulu" pamit Son kepada Aeril. Lelaki tadi Yohan pamit juga kepada Aeril.


Di sinilah sekarang Aeril sendirian di ruangan Son yang luas. Ia melihat-lihat buku yang ada di ruangan itu siapa tau ada yang menarik perhatiannya. Tetapi setelah sekian lama melihat tidak ada yang menarik baginya.


Aeril juga bosan di ruangan ini, ia ingin keluar melihat-lihat. Ia menelpon Vier tetapi tidak ada jawaban darinya. Ia sangat kesal dibuatnya.


Tok..tok..tok..


"Masuk" ucap orang di balik pintu.


Aeril masuk ke dalam ruangan yang ada di sebelah Son, ruangan sekretarisnya, Yohan.


"Ada yang bisa saya bantu Nona?" Tanya Yohan saat melihat Aeril memasuki ruangannya.


"Tidak ada, apakah aku mengganggumu?" tanya Aeril tak enak.


"Aahh.. tidak Nona. Nona tidak menggangguku sama sekali" ucap Yohan tak enak. Aeril mengangguk lalu berjalan duduk di depan Yohan.


"Apakah kamu memiliki novel?" Tanya Aeril kepada Yohan. Yohan mengernyit bingung lalu menjawab.


"Sepertinya saya ada beberapa, tunggu sebentar akan saya ambilkan" ucap Yohan mengambil novel yang ada di rak bukunya.


Yohan memberikan semua novel nya kepada Aeril yang ia miliki. Aeril melihat semua novel yang ada dan matanya tiba-tiba berbinar saat pandanganya tertuju ke novel terakhir yang ia lihat.

__ADS_1


Yohan yang melihat mata Aeril berbinar seketika tertegun untuk waktu yang lama, ia mengarahkan pandangannya ke arah mata Aeril yang berbinar dan seketika ia tersenyum.


"Nona ingin membaca novel ini?" Tanya Yohan sambil tersenyum. Aeril mengangguk antusias.


"Bolehkah?" Tanya Aeril saat menatap Yohan. Yohan yang melihat itu reflek mengacak rambut Aeril gemas. Tetapi seketika ia membeku akan apa yang terjadi.


"Ahh.. maaf Nona saya sudah tidak sopan kepada Anda. Sekali lagi saya minta maaf Nona" ucap Yohan membungkuk kepada Aeril sambil mengucapkan kata-kata maaf berulang kali. Aeril yang mendengar itu segera membantu Yohan untuk jangan membungkuk lagi.


"No problem, untuk apa kamu meminta maaf aku tak masalah dengan itu" ucap Aeril sambil tersenyum.


"Tapi saya sudah lancang dengan menyentuh kepala Anda Nona. Anda adalah sepupu atasan saya. Sekali lagi saya minta maaf Nona" ucap Yohan sekali lagi ia membungkuk kepada Aeril.


"Sudah tak apa, aku memaafkan mu okey" ucap Aeril.


"Aku ingin meminjam novel ini boleh?" Tanya Aeril lagi.


"Tentu boleh Nona" ucap Yohan lalu memberikan novel itu kepada Aeril. Aeril yang mendapatkan novel itu pun tersenyum lalu segera membacanya di tempat ia duduk tadi tepatnya di hadapan Yohan. Yohan yang melihat itu tak enak ingin bertanya lagi jadi ia biarkan saja Aeril membaca di hadapannya.


Sudah 2 jam Aeril membaca setengah dari novel yang ia baca sembari menunggu Son yang sedang meeting. Yohan yang di hadapannya menatap Aeril yang tidak bergerak sedari tadi hanya membalikkan halaman novelnya. Yohan berpikir apakah tidak pegal Nona nya itu sedari tadi tidak menggerakkan tubuhnya.


"Maaf Nona apakah Nona haus. Jika haus akan saya ambilkan minuman" tanya Yohan. Aeril yang mendengar itu tersentak kaget.


"Ahh maaf jika saya mengagetkan Nona" ucap Yohan saat melihat Aeril terkejut karenanya.


"Tidak papa, jam berapa sekarang?" Tanya Aeril.


"Sudah jam 11 Nona. Apakah Nona ingin minum?"


"Maaf merepotkan mu, aku ingin dibuatkan jus jeruk" ucap Aeril. Yohan mengangguk lalu pergi membuatkan jus pesanan Aeril. Aeril melanjutkan membacanya sambil menunggu jus jeruk nya siap. Tak lama Yohan membawakan segelas jus jeruk pesanannya.


"Terima kasih" ucap Aeril. Yohan mengangguk sebagai jawabannya.


Saat tengah hari Son mendatangi Aeril setelah meeting selesai di ruangan Yohan karena tadi di ruangan nya tidak mendapati Aeril.


"Ril" sapa Son kepada Aeril saat melihat Aeril sedang membaca. Aeril menoleh ke arah Son lalu tersenyum.


"Udah selesai?" Tanya Aeril. Son mengangguk.


"Hmm.. Kak Yohan bolehkah aku meminjam novel ini nanti setelah selesai akan aku kembalikan" ucap Aeril.


"Tentu Nona. Jika Nona mau, Nona bisa memilikinya" ucap Yohan tersenyum.


"Ahh tidak aku hanya meminjamnya darimu bukan untuk memilikinya. Baiklah nanti setelah selesai aku akan memberikannya kepadamu. Terima kasih" ucap Aeril senang.


"Tak masalah" ucap Yohan tersenyum menanggapinya.


Setelah itu Aeril dan Son pergi meninggalkan ruangannya. Tak lupa ia membungkuk ke arah Son. Tak di sangka ia akan bertemu sepupu atasannya itu.


...∆∆∆...


Malam harinya Aeril terbangun saat mendapati elusan lembut di kepalanya. Ia menatap ke arah orang yang mengelusnya itu tetapi tidak dapat menebak siapa karena kamarnya ia matikan lampunya.


Aeril reflek duduk lalu menghidupkan lampu di atas meja di samping tempat tidurnya. Kamar nya seketika terang lalu ia melihat orang yang tadi mengelus kepalanya.


"Kapan kamu pulang?" Tanya Aeril kesal kepada orang di depannya itu. Orang itu terkekeh lalu mengacak gemas rambut Aeril. Aeril menyingkirkan tangan orang itu karena ia kesal dibuatnya.


"Kamu marah?" Tanya orang itu.


"Masih nanya"


"Maaf"


"Jelasin"


"Aku lagi siapin surprise buat kamu"


"Dari pagi tanpa kabar"


"Maaf aku gak sempet ngabarin kamu"


"Aku gak mau ya lain kali kamu kayagini"

__ADS_1


"Iya sayang maafin aku ya. Gak bakalan ada lain kali lagi ini pertama dan terakhirnya"


"Promise?"


"Ya promise"


Aeril yang mendengar itu tersenyum lalu memeluk sosok di depannya itu ya siapa lagi kalau bukan Vier. Vier membalas pelukan Aeril itu.


"Sekali lagi maafin aku ya Ril" ucap Vier di sela pelukannya.


"Ya gak papa tapi aku gak mau kamu ngulangin lagi"


"Iya sayang" Ucap Vier. Aeril melepaskan pelukannya itu dan menatap Vier yang terlihat lelah.


"Kamu capek kan, tidur sana mata kamu udah kaya mata panda" ucap Aeril.


"Nanti, aku mau liat kamu dulu sebelum tidur" ucap Vier mengelus rambut Aeril.


"Gombal" ucap Aeril terkekeh.


"Aku serius. Tau gak Ril. sehari aku gak liat kamu tuh kaya setahun gak ketemu kamu"


"A..apaan sih kamu tuh gombal banget deh. Mana Vier yang dinginnya kebangetan itu" ejek Aeril. Vier mengangkat alisnya satu.


"Kamu gak sadar apa yang kamu bilang. Kamu juga mana Aeril yang dingin itu" ejek Vier membalas Aeril sambil tersenyum. Aeril seketika diam karena malu. Vier yang melihat itu terkekeh.


"Untuk apa kamu masih malu sama aku Ril" ucap Vier tersenyum.


"Hehee.. ya malu aja gitu"


Vier melirik jam yang ada di dinding terdapat jam sudah menunjukkan pukul 01.35.


"Udah malem besok juga kita wisuda kan. Ayo tidur" ucap Vier menidurkan Aeril di tempat tidur.


"Kamu juga tidur Yer" ucap Aeril.


"Iya aku tidur tapi kamu tutup mata kamu dulu. Aku di sini nunggu kamu tidur lelap" ucap Vier sambil mengelus rambut Aeril.


"Oke okee, tapi kalo aku udah lelap kamu langsung tidur okey. Aku gak mau besok kamu keliatan capek" ucap Aeril.


"Iya sayang. Good night and sweet dreams" bisik Vier di telinga Aeril.


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


Bersambung...


...Jangan lupa ya untuk selalu vote dan komen nya!!!...


...(≧▽≦)...

__ADS_1


__ADS_2