AERILYN (END)

AERILYN (END)
81. Apology


__ADS_3

...Jika kamu tulus untuk meminta maaf dari lubuk hatimu, kamu akan merasa emosional di buatnya. ...


...~Ar...


-


-


-


Seminggu sebelum hari pernikahan di langsungkan Vier tidak mau berjauh-jauhan dengan Aeril. Bagaimana tidak, Vier selalu menginap di rumah Aeril walaupun di kamar tamu, juga kemana-mana selalu mengikuti Aeril. 


Seperti saat ini Vier setiap hari mengajak Aeril untuk ikut ke kantornya walaupun berusaha Aeril menolak karena ada pekerjaan tetapi Vier tetap kekeh akan pendiriannya membuat Aeril menghela nafas kasar.


"Kamu di sini dulu ya aku ada meeting bentar, inget jangan kemana-mana. Kalo mau pergi kasih tau aku. Oke sayang muachh" pamit Vier kepada Aeril dan di akhiri dengan kecupan singkat pada bibir ranum Aeril. Aeril hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan yang bentar lagi akan menjadi suami nya itu.


Aeril diruangan Vier melakukan pekerjaannya untuk membuat lagu. Ia masih menjadi penyanyi sampai ia menikah dan tidak di izinkan lagi setelah itu oleh Vier biarkan sang suami yang mencari nafkah sang istri di rumah saja begitu katanya.


Hari menjelang siang Aeril ingin membeli minuman di kantin kantor Vier, ia membeli sendiri karena tidak ingin mengganggu karyawan yang sedang melakukan pekerjaannya. Ketika ia ingin membuka pintu, pintu tersebut telah di buka oleh seseorang dari luar.


"Akhh.. maaf" ucap orang itu dengan menundukkan badannya. Aeril hanya berdehem dan ingin melanjutkan langkahnya tetapi berhenti ketika orang tadi mengangkat kepalanya dan menghadap dirinya ia terkejut begitu juga orang itu.


...∆∆∆ ...


Saat ini Aeril berada di cafe dengan Riel, iya Riel yang tadi ditemui nya di ruangan Vier saat ia hendak keluar. Riel mengajak Aeril untuk ke cafe terdekat karena ia ingin membicarakan suatu hal kepadanya.


10 menit berlalu tidak ada percakapan yang ada di meja mereka. Riel yang gugup dan Aeril yang diam saja. Saat Aeril melihat jam tangannya menunjukkan jam makan siang ia ingin berpamitan kepada Riel tetapi di cegah olehnya.


"Ahh tunggu sebentar" ucap Riel memegang pergelangan tangan Aeril tetapi ketika tersadar buru-buru ia segera melepaskannya.


"Aaa maaf" ucap Riel menundukkan kepalanya.


"Ada apa?" Tanya Aeril kembali duduk lagi.


"Sebenernya g-gue..." Riel gugup ingin berucap sedangkan Aeril mengangkat satu alisnya penasaran.


"Apa?"


"Sebenernya gue—" ucapan Riel terpotong kala terdengar suara hp Aeril berbunyi. Aeril segera mengangkat hp nya yang ternyata dari Vier.


"Tunggu sebentar" ucap Aeril kepada Riel lalu menjauh darinya.

__ADS_1


Kamu dimana? Ucap Vier dari telepon.


^^^Aku lagi di cafe depan kantor.^^^


Ngapain?


^^^Ada yang pengen di sampein kata Riel.^^^


Riel? Ketemu kamu?


^^^Iya, kamu ke sini aja kita makan siang di sini.^^^


Oke aku ke sana. I'm coming sayang~


^^^Hahahaa okee aku tunggu, hati-hati.^^^


Percakapan telepon Aeril telah selesai dan ia segera menghampiri Riel yang kelihatannya sudah siap berbicara.


"Sebenernya gue pengen minta maaf sama Lo masalah dulu" ucap Riel dengan tegas. Aeril tertegun mendengarnya tetapi ia diam saja tak membalas.


"Kalo Lo gak maafin gue juga gak papa, di sini juga gue yang salah udah buat Lo celaka, buat Lo sakit hati, udah khianatin Lo, udah buat Lo pergi jauh dari keluarga Lo sendiri karena ulah gue. Gue dulu memang bodoh gak tau bedain yang mana cewe baik-baik yang mana yang gak. Gue juga udah belajar dari masa lalu gue untuk gak kayagitu lagi. Gue sadar sekarang dengan apa yang dulu gue perbuat ke Lo itu gak bisa di maafin, gue sadar Ril..." ucapan Riel terpotong karena tanpa sadar ia mengeluarkan air matanya dan menangis. Aeril di buat terkejut saat melihatnya. Aeril berdiri dan memeluk Riel dengan Riel yang membenamkan wajahnya di perut Aeril. Aeril mengelus bahu Riel yang bergetar.


"Gue udah dari dulu maafin Lo kok Riel jadi Lo gak perlu merasa bersalah lagi sama gue. Biarlah itu jadi pembelajaran buat Lo dan juga gue, jadi lupain aja oke. Udah dong jangan nangis gak malu apa di liatin sama pengunjung kafe juga kakak Lo sendiri" ucap Aeril menghapus air mata Riel dari wajahnya dan tersenyum. Riel mendongak dan melihat sekelilingnya yang sedang melihat kearahnya. Juga ia menemukan sang kakak yang sedang berjalan ke arahnya dengan senyum mengejek. Riel langsung melepaskan pelukannya dari tubuh Aeril dan mengusap kasar wajahnya.


Vier duduk di sebelah Aeril setelah Aeril duduk dan melihat ke arah Riel yang sedang gugup saat di tatapnya. Vier terkekeh dalam hati saat melihat kelakuan sang adik yang jauh berbeda saat dulu maupun sekarang.


"Gue gak marah kok santai aja" ucap Vier kepada Riel. Riel mendongak menatap wajah sang kakak seakan ia tak percaya. Vier hanya mengangguk menanggapinya.


"Maafin gue udah lancang" ucap Riel kepada Aeril.


"Santai aja kali Riel" ucap Aeril tersenyum. Riel ikut tersenyum juga.


"Ya udah gue pergi dulu ya" pamit Riel tetapi di cegah oleh Aeril.


"Mau kemana, ini jam makan siang lho. Kita makan bareng aja sekalian" ucap Aeril. Riel ragu-ragu lalu melihat ke arah Vier yang mengangguk barulah ia menyetujuinya.


"Kaya sama orang asing aja adek kecil gue ini" ledek Vier. Riel merengut dibuatnya sedangkan Vier tertawa. Sudah lama ia tidak menjahili sang adik.


Mereka bertiga makan dengan khidmat dengan sesekali candaan yang membuat suasana kembali ceria. Riel bersyukur karena Aeril sekarang sudah mendapatkan seseorang yang menjaganya dan tulus mencintainya. Ia menertawakan dirinya sendiri saat perlakuan bodoh yang ia buat kepada seorang wanita cantik dan baik hati di depannya ini.


-

__ADS_1


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


Bersambung..


...Okeeyy segitu dulu yaaa......


...Jangan lupa untuk selalu vote, like dan komennya......

__ADS_1


__ADS_2