
...When the world seems so cruel. And your heart makes you feel like a fool. I promise you will see. That I will be, I will be your remedy....
...~Adele...
-
-
-
Saat ini Vier sedang menunggu Aeril di depan kelasnya yang sebentar lagi akan selesai.
Ia sudah tidak sabar akan kedatangan sang pujaan hati hehee.., alias sangat senang bisa jalan berdua dengan Aeril.
Tak lama Aeril muncul di hadapan Vier yang sedang duduk di depan pintu kelasnya.
"Sorry lama" ucap Aeril.
"No problem, let's go" ajak Vier. Aeril hanya mengangguk mengiyakan.
Aeril dan Vier berjalan keluar dari universitas menunggu bus yang akan mengantarkan mereka ke tempat yang akan mereka jumpai.
"Gak papa kan kita naik bus?" Tanya Vier.
"Gak papa" ucap Aeril tersenyum tipis.
Tak lama bus pun tiba, Aeril dan Vier segera menaiki nya. Aeril pun melihat ke sekeliling bus yang ia naiki dengan takjub karena baru kali ini ia menaiki bus di negara ini.
Vier yang sedari tadi melihat ke arah Aeril pun mau tak mau tersenyum memandang Aeril yang penuh takjub itu.
"Baru pertama kali naik bus?" Tanya Vier mengaburkan pandangan takjub Aeril. Aeril hanya mengangguk malu karena tak sadar ia di perhatikan karena takjub akan bus ini.
"Aku juga pas pertama kali takjub jadi bukan kamu aja" ucap Vier terkekeh. Aeril hanya tersenyum tipis menanggapinya.
"Mau denger musik soalnya perjalanan kita agak lama sampainya" ujar Vier. Aeril mengangguk mengiyakan.
Saat itu juga Vier memasangkan earphone ke salah satu kuping Aeril dan ia juga memasangkan satunya lagi ke kuping nya.
Terdengar suara musik yang mengalun indah di telinga. Musik yang di putar oleh Vier yaitu Adele-Remedy.
Vier menyanyikan lagu ini dengan penuh penghayatan. Aeril yang mendengar itu pun terpana akan suara dan lirik lagunya.
...I remember all of the things that I thought I wanted to be...
...So desperate to find a way out of my world and finally breathe...
...Right before my eyes I saw, my heart it came to life...
...This ain’t easy, it’s not meant to be...
...Every story has its scars...
...But when the pain cuts you deep...
...When the night keeps you from sleeping...
...Just look and you will see...
...That I will be your remedy...
...When the world seems so cruel...
...And your heart makes you feel like a fool...
...I promise you will see...
...That I will be, I will be your remedy...
...Ohhh, ohhh...
...No river is too wide or too deep for me to swim to you...
...Come whenever I’ll be the shelter that won’t let the rain come through...
...Your love, it is my truth...
...And I will always love you, love you...
Sepanjang lagu yang di nyanyikan oleh Vier, Aeril menyadari akan satu hal yaitu makna lagu tersebut tetapi ia tidak mau menduga-duga.
__ADS_1
Setelah Vier selesai menyanyikan lagu tersebut, ia meminta pendapat kepada Aeril.
"Gimana?" Tanya Vier penuh harap.
"Apanya?" Tanya balik Aeril.
"Lagu nya" ucap Vier tersenyum.
"Bagus" ucap Aeril. Vier yang mendengar itu pun senang.
"Kalau liriknya?" Tanya Vier lagi menatap mata Aeril dalam.
Aeril yang ditanyai dan di tatap pun bingung harus jawab apa karena ia tidak mau terlalu berharap lagi kepada seseorang.
Jadi ia pun memalingkan wajahnya ke arah pemandangan di kaca jendela bus untuk menghindari pertanyaan Vier. Vier yang melihat itu pun seakan mengerti.
"Lupain aja" ucap Vier tersenyum tipis. Aeril pun menengok ke arah Vier dan tak tau harus menjawab apa, tetapi ia tetap menjawab satu kata.
"Sorry" jawab Aeril. Vier hanya mengangguk mengerti.
Selama perjalanan pun mereka berdua hanya mendengarkan musik lewat aerphone tak ada yang mau memulai pembicaraan.
Sampai hari dimana tujuan mereka pun telah sampai. Aeril dan Vier segera turun dari bus. Aeril yang tak tau kemana ia pergi pun sekarang tau tujuannya yaitu, Lotte world.
Aeril takjub memandang pemandangan di depan mata nya seperti di dunia Disneyland. Vier yang melihat itu pun tersenyum lalu mengajak Aeril masuk untuk membeli tiketnya.
Saat sudah membeli tiket Aeril dan Vier mencoba wahana permainan satu persatu, seperti Gyro Drop, Giant Loop, dan lain-lain.
Satu persatu wahana di kunjungi oleh Aeril dan Vier. Vier sangat senang saat Aeril sering tertawa olehnya tidak seperti tadi.
"Kita udah naikin semua berarti yang belum cuma aquarium ikan" ujar Vier.
Saat Aeril dan Vier pertama kali masuk, melihat pemandangan di sana seolah-olah terjun langsung di dunia laut.
"Thanks" ucap Aeril tersenyum tipis ke arah Vier. Vier hanya menganggukkan kepalanya.
Saat ini mereka berdua sedang duduk memandangi pemandangan di depan mata.
Aeril yang tak tau kapan ia melamun karena mengingat perkataan Vier di bus tadi. Tak sadar saat menoleh ke sampingnya ia tak melihat sosok Vier.
Ia pun bingung kemana Vier pergi. Mau tak mau Aeril duduk saja dengan kesal menunggu kembalinya Vier.
Saat merasakan sesuatu yang dingin di pipi nya Aeril pun mendongak dan melihat Vier yang sedang tersenyum sambil membawa minuman dan makanan.
"Maaf ya ninggalin kamu sendirian, tadi aku beli ini" ucap Vier sambil menenteng makanan dan minuman yang ia beli. Aeril pun diam saja tak menjawab. Vier yang merasa bersalah pun terus membujuk.
"Ayolah Ril maafin aku ya, gak lagi deh nanti ninggalin kamu" ucap Vier dengan jurus puppy eyes nya. Aeril yang melihat itu pun terkekeh lalu mengambil minuman di tangan Vier.
Saat meminum minumannya rasanya pun aneh dan melihat ke arah Vier untuk memberi penjelasan. Vier pun tertawa saat melihat ekspresi Aeril tadi.
"Hahahaa maaf maaf. Ya habis kamu asal ngambil aja gak tau yang punya kamu yang mana" ujar Vier saat Aeril menatap nya dingin.
"Oke okee, yang ini punya kamu yang itu punya aku" jelas Vier menukar minuman yang di tangan Aeril. Saat Aeril meminum minumannya ekspresi yang tadi dingin menjadi bahagia.
"Thanks" ucap Aeril. Vier hanya mengangguk dan meminum minuman punya dia yang tadi di minum oleh Aeril.
Saat keluar dari aquarium tadi tak sadar hari sudah gelap. Tetapi saat melihat pemandangan di sekitarnya mau tak mau takjub karena semua di sekitarnya bercahaya yang tampak indah di mata.
Aeril tidak ingin pulang sebenarnya tetapi ia tak mau Son khawatir karena sudah malam ia belum pulang. Vier yang melihat ekspresi Aeril pun berujar.
"Lain kali kita ke sini lagi.. saat kita udah jadi pasangan" ucap Vier tetapi kalimat terakhir tidak ia ucapkan. Aeril yang mendengar itu pun sangat senang.
Saat di perjalanan pulang Aeril dan Vier menaiki kereta untuk mencari suasana perjalanan yang baru.
"Are you happy?" Tanya Vier.
"Yes, I am very happy" ucap Aeril tersenyum senang. Vier yang mendengar itu pun ikut tersenyum.
Dari situ tidak ada lagi yang membuka pembicaraan sampai terdengar suara handphone berdering.
__ADS_1
Vier yang mendengar itu pun menengok ke arah Aeril ternyata ia tak sadar Aeril tertidur di pundaknya. Vier pun tersenyum dan mengambil handphone Aeril yang sedari tadi berbunyi di tas nya.
Saat melihat nama panggilan di layar handphone nya, Vier segera mengangkatnya dengan suara rendah takut membangunkan Aeril.
"Ril, kamu kok belum pulang. Ini udah malem lho, nanti gak kakak izinin lagi kamu untuk jalan-jalan, sekarang kamu di mana nanti sopir kakak yang akan jemput. Kakak lagi lembur ini maaf ya gak bisa jemput kamu" tanya Son berturut-turut sampai Vier yang mendengar nya pun menghela nafas gusar.
"Halo kak ini Vier, Aeril lagi tidur di samping Vier.." ucap Vier belum selesai tetapi segera Son bertanya lagi dengan suara ancaman.
"Kok bisa Aeril tidur di samping kamu, kamu apain Aeril. Awas aja Vier kalo kamu apa-apain Aeril" ancam Son. Vier yang mendengar itu pun kaget langsung ia jelaskan daripada Son salah paham.
"Kak dengerin Vier dulu, Aeril tidur saat lagi di perjalanan pulang naik kereta. Vier gak apa-apain Aeril kok sumpah. Kan kakak tau sendiri gimana perasaan Vier sama Aeril, gak mungkin Vier ngelakuin kayagitu" jelas Vier dengan cepat takut dipotong lagi ucapannya oleh Son.
"Syukurlah kalo gitu, mangkanya kalo ngomong itu jangan setengah-setengah Vier" ucap Son. Vier pun bingung siapa yang memotong ucapannya tadi, tapi ia tak berani bilang takut kena amuk Son.
"Iya kak maaf" ucap Vier mengalah.
"Ya udah kamu tunggu di sana aja kalo kereta nya udah sampai, nanti sopir kakak jemput kalian. Oh ya kamu nginep aja di rumah kakak, kasihan Aeril sendirian di rumah soalnya kakak mungkin pulang larut. Ingat jangan apa-apain Aeril awas aja" ucap Son was-was.
"Iya kak Vier akan jagain Aeril" ucap Vier.
"Good boy, Be careful" ucap Son lalu mematikan panggilan handphone nya.
Vier langsung menghela nafas panjang, ia heran kenapa Son yang dilihatnya diluar dingin tetapi tiba-tiba bisa seperti ini.
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Bersambung...
...Konnichiwa!! aku datang lagi membawa cerita tentang Aeril dan Vier, gimana udah panjang kan aku buat nya. Semoga kalian suka ya.. ...
...|...
...|...
...Don't forget to always like and comment. ...
...∆...
...Kalo mau tau lagu nya gimana bisa kalian cari lagu nya Adele-Remedy...
__ADS_1
...Kalo kalian ada yang mau di tanyain, boleh langsung tanya di komentar ini...
...~Salam Ar...