AERILYN (END)

AERILYN (END)
19. Cemburu


__ADS_3

...Cemburu berarti tanda sayang kan?...


...Kalo aku cemburu ke kamu berarti tanda nya aku sayang sama kamu.....


...-Ar...


-


-


-


Keesokan harinya


Seperti biasa Riel menjemput Aeril untuk berangkat bersama. Sesampainya di sekolah mereka menjadi pusat perhatian.


Aeril dan Riel hanya acuh menanggapinya. Sampai mereka berdua masuk ke dalam kelas.


"Pagi semuaaaa" teriak Riel saat memasuki kelas nya.


"Pagi Riel" jawab teman sekelasnya.


Riel mengantar Aeril sampai tempat duduk nya yang seperti biasa sudah ada Max.


"Pagi Max" sapa Riel.


"Pagi" ucap Max.


"Pagi Ril" sapa Max mencium pipi Aeril.


"Pagi Max" ucap Aeril tersenyum.


Riel yang melihat itu pun cemburu dan berdehem.


"Ekhemm"


"Kenapa Riel?" Tanya Max.


"Itu-hmmm"


"Ngomong apa sih gak jelas lo" ucap Max.


"Itu lhoo, jangan kaya gitu lagi" ucap Riel gugup.


"Jangan kaya gitu apaan?" Tanya Max heran.


"Cium" ucap Riel memalingkan muka nya.


"Owhhh, lo cemburu nih ceritanya?" Ledek Max.


"Ya yaa gitu" ucap Riel gugup.


"Hahahahaaaa" tawa Max pecah.


"Kenapa Lo ketawa?" Tanya Riel heran.


"Ya gue heran aja, kan Lo dah biasa liat gue cium Aeril kan. Nah kenapa sekarang Lo cemburu" ucap Max.


"Ya jelas lah, kan gue pacar nya Aeril sekarang. Jadi gue berhak cemburu lah" ucap Riel kesal.


Aeril yang sedari tadi diam memperhatikan mereka pun menyungging kan senyum nya.


"Dah lah Riel kan kamu tau aku sepupuan sama Max. Jadi kamu gak usah cemburu lah" ucap Aeril.

__ADS_1


"Ya kan dia laki-laki sayang, jadi aku berhak cemburu lah" ucap Riel.


"Tapi kan.."


"Udah lah, aku cemburu kaya gini ini tanda nya aku sayang sama kamu Ril" ucap Riel kesal dan beranjak menuju ke kursinya.


Aeril yang melihat itu pun sedih. Max yang juga melihat itu pun merasa kasihan ke Aeril.


"Udah Ril nanti kamu bicara baik-baik yah sama Riel" saran Max.


"Iya Max, makasih. Oh iya maafin yah Riel jadi kaya gini sama lo" ucap Aeril merasa bersalah.


"Udah gak papa kok, gue paham. Nanti pas istirahat kamu samperin dia oke" ucap Max diangguki oleh Aeril.


Bel pun berdering, tanda masuk sekolah pun berbunyi. Siswa/i mengikuti pelajaran seperti biasanya.


Kringgggg...kringgg


"Baiklah anak-anak pelajaran kita sampai di sini saja. Assalamualaikum" ucap sang guru lalu beranjak meninggalkan kelas XI IPA 2.


"Waalaikumsalam" ucap mereka semua.


Aeril segera menuju ke kursi Riel yang sedang mengemaskan buku-buku nya. Max yang melihat itu langsung beranjak menuju ke kantin. 


"Riell" ucap Aeril.


Riel sama sekali tak menjawab atau pun menoleh ke arah Aeril.


"Riell, maafin aku lah. Aku udah bilang Max kok nanti biar dia gak cium aku oke. Maafin aku yahh sayang" ucap Aeril duduk di samping kursi Riel.


"Hmm"


"Rielll" rengek Aeril sambil menggoyangkan tangan Riel.


"Rielll"


"Makasihh, oh iya kalo kak Alex cium aku gak papa kan" tanya Aeril.


"Hmm, iya gak papa kan dia kakak kamu sayang" ucap Riel mengacak rambut Aeril.


"Makasihh" ucap Aeril bahagia.


"Ayok ke kantin, kamu pasti laper kan" ucap Riel diangguki oleh Aeril.


Mereka berdua beriringan berjalan menuju ke kantin. Sesampainya di sana seperti biasa sudah ada Alex dkk dan Max.


"Udah" tanya Max yang melihat kedatangan mereka berdua.


"Udah" ucap Aeril langsung duduk di kursi yang masih kosong di sebelah Riel.


"Emangnya ada apa?" Tanya Alex kepada Max.


"Itu kak tadi.." ucap Max di potong oleh Aeril.


"Gak ada apa-apa kok kak" ucap Aeril. Alex mengerenyitkan alis nya merasa curiga.


"Kamu gak bohong kan?" Tanya Alex dingin.


"En-enggak kak" ucap Aeril gugup. Alex tetap memicingkan mata nya menatap Aeril.


"Beneran" tanya Alex lagi. Aeril hanya mengangguk.


Max hanya menghela nafas melihat Alex yang bersikap dingin ke Aeril.

__ADS_1


"Kamu mau makan apa?" Tanya Riel kepada Aeril.


"Seperti biasa aja" ucap Aeril. Riel langsung pergi memesan makanan dia dan Aeril.


Tak butuh waktu lama Riel menyodorkan makanan yang ia pesan kepada Aeril.


"Thanks" ucap Aeril langsung memakan makanan nya.


Mereka semua makan dengan lahap. Sampai makanan yang mereka makan tak tersisa.


Alex masih bersikap dingin ke Aeril. Aeril yang melihat itu pun sedih. Max hanya mengelus punggung Aeril untuk bersikap sabar dan membisikan sesuatu.


"Nanti pas di rumah kamu kasih tau aja yah ke kak Alex" saran Max.


"Iya Max" ucap Aeril.


Bel pulang sekolah telah berbunyi. Mereka semua pada pulang ke rumah masing-masing dan ada juga yang mengikuti ekstrakurikuler di sekolah.


Aeril di antar pulang oleh Riel. Selama perjalanan Aeril diam saja atau berdehem mendengar ucapan Riel.


"Kamu kenapa diem aja?" Tanya Riel. Aeril hanya menggeleng kan kepalanya.


"Kalo ada apa-apa cerita aja sama aku" ucap Riel.


"Aku udah bohongin kak Alex, jadi dia diemin aku" ucap Aeril sedih.


"Owh masalah yang tadi yah. Maaf yah Ril gara-gara aku kamu jadi di diemin sama kak Alex" ucap Riel.


"Gak papa kok Riel, nanti pas aku sampe rumah. Aku kasih tau ke kak Alex" ucap Aeril. Riel hanya mengangguk kan kepalanya.


15 menit perjalanan


Mobil yang di kemudikan oleh Riel telah sampai di depan rumah Aeril.


"See you tomorrow sayang" ucap Riel mencium pipi Aeril.


"See you" ucap Aeril lalu keluar dari mobil dan buru-buru masuk ke dalam rumah.


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2