
..."Pacaran bukan berarti sayang satu sama lain. Tapi yang nama nya pacaran itu mengungkap kan rahasia satu sama lain tanpa ada yang di tutup tutupi. Malah yang ada nanti kesalahpahaman"...
...~Vier...
-
-
-
-
Tiba-tiba pintu rooftop di buka oleh Alex, Max dan Regan. Vier menoleh ke arah mereka dengan acuh.
Mereka bertiga segera mendekati Vier dan Aeril yang sedang tertidur.
"Lo.." ucap Max melihat ke arah Vier.
"Kalian denger semua?" Tanya Vier. Mereka bertiga mengangguk.
"Lo suka sama Aeril Vier?" Tanya Regan. Vier hanya diam lalu menoleh ke arah Aeril yang sedang tertidur.
"Jangan berisik" ucap Vier lalu menutup mata nya.
Alex, Max dan Regan segera duduk di sofa yang tersisa. Mereka memandang ke arah Vier.
"Lo jangan terlalu menutup diri sama kita Vier. Kita dah lama sahabatan. Tapi apa? Lo gak mau cerita sama kita" ucap Regan.
"Hmm" gumam Vier.
"Terus Lo tau siapa cewe itu kan. Jelasin ke gue" Ucap Alex penasaran.
Vier membuka mata nya dan melihat ke arah mereka bertiga.
"Gue gak mau kasih tau kalian, nanti yang ada Aeril makin tersiksa" ucap Vier.
"Kenapa?" Tanya Max.
"Itu masa lalu Riel. Kalo misalkan dia gak cerita ke Aeril. Berarti dia gak tulus mencintai Aeril" ucap Vier.
"Kenapa Lo bilang kayagitu?" Tanya Alex.
"Pacaran bukan berarti sayang satu sama lain. Tapi yang nama nya pacaran itu mengungkap kan rahasia satu sama lain tanpa ada yang di tutup tutupi. Malah yang ada nanti kesalahpahaman. Seperti ini" ucap Vier panjang lebar.
Alex, Max, dan Regan linglung satu sama lain setelah mendengar ucapan Vier.
"Ada yang salah?" Tanya Vier membangunkan keadaan linglung mereka.
"E-eeh gak ada kok. Cuma gue salut aja sama Lo. Sekali nya ngomong panjang lebar tapi bermakna banget. Ya gak" ucap Regan diangguki oleh Alex dan Max.
"Terserah" ucap Vier.
"Tapi bener juga yang diomongin kak Vier tadi. Misalkan Riel tulus sama Aeril, jadi gak kayagini mereka" ucap Max.
"Tapikan dia adek Lo. Kenapa Lo ngomong kayagini ke kita" ucap Alex memandang Vier.
"Ya memang, tapi gue gak suka cowo yang buat cewe nangis. Sama aja dia buat ibu nya sendiri nangis" ucap Vier.
"Widihhh salutt guee sama Lo Vier" ucap Regan sambil bertepuk tangan.
"Pantesan selama ini Lo belum pernah pacaran" tambah Regan.
"Gue gak suka" ucap Vier.
"Gak suka apa?" Tanya Alex.
"Gak ada yang bisa buka hati gue. Kecuali dia" ucap Vier.
"Dia?" Beo Alex.
"Aeril" ucap Max. Vier hanya diam saja.
"Gue tau Lo suka sama Aeril kan Vier" ucap Alex. Vier hanya diam.
"Oke gue gak akan tanya apa pun" ucap Alex pasrah.
Alex, Max, Vier dan Regan. Mereka berempat bermain hp sambil menunggu Aeril bangun.
Sampai bel pulang sekolah berbunyi. Aeril belum bangun dari tidur nya.
Alex langsung menghampiri Aeril dan membangun kan nya.
"Rill bangun sayang" ucap Alex.
"Eugh"
"Udah pulang ini" ucap Alex.
"Iya kak" ucap Aeril lalu membuka mata nya perlahan karena sinar matahari yang terik.
__ADS_1
Aeril lalu duduk diam di sofa dan menatap ke arah mereka semua.
"Ayok pulang" ucap Alex mengandeng tangan Aeril.
Mereka semua berjalan menuju kelas Alex dulu untuk mengambil tas mereka. Lalu ke kelas Aeril dan Max.
Sesampainya di sana, keadaan kelas kosong yang ada hanya tas Aeril dan Max.
Aeril menatap kursi kosong Riel untuk waktu yang lama. Tetapi di buyarkan oleh Max.
"Nanti Lo tanyain aja ke dia" ucap Max diangguki oleh Aeril.
Setelah itu mereka berdua jalan ke parkiran yang sudah ada Alex dkk.
"Ayok pulang Ril" ucap Alex. Aeril hanya menganguk.
---
Keesokan hari nya..
Aeril datang pagi ke kelas nya dan melihat sudah banyak teman sekelas nya yang sedang diskusi.
"Ehh Ril, ini lo hapalin yah dialog untuk cast Cinderella. Dan ini untuk Riel" ucap Robi sambil menyodorkan kertas dialog nya.
"Thanks yah" ucap Aeril lalu duduk di kursi nya.
Tak lama Riel datang. Aeril lalu menghampirinya.
"Nih dialog untuk drama nya" ucap Aeril menyodorkan kertas dialog nya di hadapan Riel.
"Thanks. Oh iya sekarang aja yok Ril latihannya biar cepet" ajak Riel. Aeril hanya mengangguk.
Mereka berdua latihan berdialog untuk pentas drama musikal nanti.
"Cepet juga kamu ngapal nya" ucap Riel kepada Aeril. Aeril hanya tersenyum tipis menanggapi nya.
"Kantin yok Ril, haus kan pasti kamu" ajak Riel.
Mereka berdua pun berjalan beriringan menuju kantin untuk memesan minuman.
"Oh iya, maaf yah Ril aku jarang banget di sisi kamu sekarang" ucap Riel.
"Iya gak papa" ucap Aeril singkat.
"Tapi aku merasa bersalah, gimana kita jalan-jalan aja pas pulang sekolah. Kamu mau gak?" ajak Riel.
"Ya udah" ucap Aeril lalu meminum minumannya.
Di kelas,
Mereka yang ikut drama musikal sedang berlatih untuk acara Festival lusa.
Banyak siswa/i yang sudah hapal dialog nya. Dan sekarang mereka sedang mendiskusikan tentang kostum mereka.
"Gimana masalah kostum nya udah ada?" tanya Robi kepada yang lain.
"Nanti gue cari deh ya. Kalo udah ada gue kabarin" ucap Mia.
"Okee sipp. Tinggal kita latihan aja terus kan lusa acara nya udah mulai" ucap Robi.
"Ya udah yok latihan lagi bentar lagi kan istirahat" ucap Mia.
Skipp istirahat..
Aeril ingin ke kantin bersama Max tetapi tangan nya di cekal oleh Riel.
"Ikut" ucap Riel.
Mereka bertiga berjalan beriringan menuju kantin.
Sesampainya di sana seperti biasa sudah ada Alex dkk.
Aeril lalu duduk di samping Alex. Dan di sebelah nya ada Max.
"Eeh Max pindah geh, gue pengen deket Aeril" ucap Riel.
Max hanya menghela nafas gusar dan segera pindah di samping Riel.
"Kamu mau makan apa?" tanya Riel kepada Aeril.
"Bakso sama es jeruk" ucap Aeril.
Riel segera memesan makanan untuk ia dan Aeril.
Tak butuh waktu lama. Riel menyodorkan makanan ke depan Aeril.
"Thanks" ucap Aeril.
Mereka semua pada menikmati makanan nya sampai Alex membuka suara.
__ADS_1
"Lo gak bareng dia" ucap Alex dingin.
"Dia siapa?" tanya Riel tak paham.
"Cewe lo" ucap Alex sinis.
"Cewe gue kan Aeril" ucap Riel.
"Si siapa itu yang pas itu bareng lo" ucap Alex.
"Ohhh Anez, gak kok. Gue lagi pengen sama Aeril" ucap Riel.
"Pengen?" tanya Alex dingin.
"Bukan gitu maksud gue" ucap Riel berusaha menjelaskan.
"Udahlah" ucap Alex.
"Kak" ucap Riel. Tetapi tak di hiraukan oleh Alex
Suasana di meja mereka hening tanpa ada yang memulai percakapan.
Regan yang tak biasa suasana hening pun mencairkan suasana.
"Lo ikut apa Ril untuk Festival nanti?" tanya Regan kepada Aeril.
"Drama Cinderella kak" ucap Aeril.
"Widihh bolehlah, terus pangeran nya siapa?" tanya Regan lagi.
"Riel" ucap Aeril.
"Ohh, boleh boleh" ucap Regan menganggukkan kepala nya.
"Nanti gue nonton lo. Pasti" ucap Regan. Aeril hanya tersenyum.
Keadaan pun hening lagi sampai bel selesai istirahat berbunyi.
"Ya udah yah kak, aku pengen latihan lagi" ucap Aeril kepada Alex.
"Ya udah sana" ucap Alex mengacak rambut Aeril.
"Ish kakak, berantakan nih" ucap Aeril berusaha membenarkan tata rambut nya.
"Udah cantik kok" ucap Alex.
"Ishh, dah lah kak" ucap Aeril melenggang pergi menuju ke kelas nya.
Alex hanya terkekeh melihat kelakuan adik kecil nya itu.
Seseorang yang melihat itu pun tersenyum tipis.
Lucu. Batin nya.
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
__ADS_1
Bersambung..