AERILYN (END)

AERILYN (END)
25. Tegar


__ADS_3

...Saat mengingat masa lalu, terasa ingin di hapus saja walau sulit pada akhirnya....


...~Ar...


-


-


-


"Lo kenapa Ril, gue khawatir sama Lo" ucap nya dan mengecup kening Aeril.


---


Setelah mengatakan sesuatu kepada Aeril walaupun Aeril tertidur, seseorang itu langsung pergi keluar UKS.


Aeril yang merasa ada seseorang yang mencium kening nya pun perlahan membuka mata nya dan melihat sekitar tidak ada siapa pun kecuali Alex dan Max.


Apa cuma perasaan gue aja yah, tapi kok nyata bener. Batin Aeril dalam hati.


Aeril yang melihat Alex dan Max tertidur di sebelah nya pun mengelus kepala mereka.


Alex yang merasa terganggu pun membuka mata nya dan melihat Aeril yang sedang mengelus kepalanya.


"Kamu gak papa kan Ril?" Tanya Alex khawatir.


"Gak papa kok kak" ucap Aeril. Alex langsung memeluk Aeril penuh kekhawatiran.


Max yang merasa brangkar nya bergerak pun membuka mata nya dan melihat Aeril yang sedang di peluk oleh Alex.


"Kalo ada apa-apa cerita sama kakak, kamu trauma lagi kan dia ada di sini" ucap Alex di sela sela pelukannya.


Aeril yang mendengar itu pun langsung menangis lagi karena mengingat kejadian yang lalu.


Alex langsung mempererat pelukannya kepada Aeril yang saat ini sedang menangis.


"Please Ril, jangan kayagini. Kamu harus kuat okee. Dia seneng kalo kamu down kayagini Ril" ucap Alex.


"Ya..tapi kak Riell" racau Aeril.


"Sstt, nanti kakak yang bilang sama Riel oke. Kamu tenangin diri kamu dulu baru nanti kamu kalo ketemu dia kamu harus tegar. Inget Aeril yang kakak kenal orang nya tegar" ucap Alex dan menghapus sisa air mata Aeril.


"Hiks.. i-iyaa..kak hiks.." ucap Aeril.


"Ya udah kamu di sini dulu sama Max, kakak beliin kamu makan dulu" ucap Alex dianguki oleh Aeril.


"Max jaga Aeril" ucap Alex kepada Max dan dianguki oleh Max.


Alex segera keluar UKS membeli makanan untuk Aeril dan Max.

__ADS_1


Max menghampiri Aeril yang sedang sedih dan mengelus punggung nya supaya menenangkan.


"Udah Ril, Lo jangan kayagini yah. Inget Lo harus kuat menghadapi orang kaya dia" ucap Max. Aeril yang mendengar nya tidak bisa menahan air mata nya lagi yang turun membasahi pipi nya.


"Lo mau dia seneng dengan keadaan Lo kayagini" ucap Max dan Aeril menggeleng kan kepalanya.


"Kalo gitu Lo buktiin, Lo Aeril yang sekarang bukan yang dulu" ucap Max tegas.


Aeril yang mendengar ucapan Max langsung menatap nya. Seakan ada kekuatan yang mendorong nya untuk membuktikan ia yang sekarang berbeda dari yang dulu.


Aeril langsung memeluk Max erat dan bertekad untuk kuat menghadapi masalah yang ada.


"Thanks Max" ucap Aeril di sela pelukannya.


"Udah kewajiban gue Ril sebagai sepupu Lo" ucap Max.


Disisi lain


Alex yang memasuki kantin melihat pemandangan di depan mata nya memanas.


Ia melihat Riel yang sedang makan bersama dia tanpa menghiraukan sekeliling nya.


Alex langsung menghampiri meja Riel dan meninju nya. Riel langsung tersungkur karena serangan tiba-tiba dari Alex.


Keadaan kantin yang tadi ribut menjadi hening karena Alex dan Riel.


"Lo apa apaan sih kak, dateng dateng langsung main tinju segala" ucap Riel menghapus bekas darah di sudut bibir nya.


"Udah udah Lex Lo sabar dulu" ucap Regan menahan Alex.


"Lo juga bego Riel, cewe Lo sakit dan Lo berduaan sama cewe ini. Lo punya perasaan gak sih sama Aeril. Owh atau Lo udah gak suka lagi sama dia, atau jangan-jangan Lo suka sama cewe modelan kaya dia. Selera Lo buruk gue kasih tau" ucap Regan kepada Riel.


Riel yang mendengar nya langsung pergi meninggalkan kantin, diikuti perempuan tadi. Alex yang melihat nya pergi hendak mengejar nya tetapi di tahan oleh Vier dan Regan.


"Sabar bro, tenangin emosi Lo" ucap Regan.


"Gue kesel Gan, pengen gue rasa nya tonjokin dia sampe babak belur" ucap Alex yang masih Emosi.


"Iya iya gue tau oke, tapi inget gimana nanti perasaan Aeril" ucap Regan. Alex yang mendengar itu pun terdiam.


"Lo tenangin dulu diri lo, dan Lo mau mesen apa?" Tanya Regan.


"Pesenin gue makanan untuk Aeril sama Max" ucap Alex.


"Lo gak makan?" Tanya Regan.


"Gak selera gue" ucap Alex.


"Gaya Lo gak selera, tunggu bentar gue pesenin. Vier jagain Alex nanti dia kabur lagi" ucap Regan.

__ADS_1


Vier hanya diam memandang Alex yang berusaha menahan emosi nya.


"Lo marah?" Tanya Alex kepada Vier.


"Gak" ucap Vier.


"Gue udah nonjokin adek Lo dan Lo gak marah" ucap Alex.


"Dia memang salah" ucap Vier dan Alex menghela napas nya.


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


Bersambung...


...Maaf yah gaisss, Author jarang Up sekarang. Pokok nya dukung terus yah biar author tambah semangat buat cerita nya....

__ADS_1


...~Ar...


__ADS_2