
...Semoga keputusan aku gak salah, aku gak mau seperti dulu lagi...
...~Aeril...
-
-
-
"Aeril tunggu" ucap seseorang dari dalam kelas saat mengejar Aeril yang ingin keluar kelas.
Aeril yang merasa terpanggil pun menoleh untuk melihat siapa orangnya.
Min Ae Ra di panggil Aera. Aera orang yang ramah, humoris, karena itu teman sekelas pada akrab dengannya kecuali satu orang yaitu Aeril yang saat ini sedang ia kejar.
"Kamu mau ke kantin?" Tanya Aera kepada Aeril. Aeril menganggukkan kepalanya.
"Ayo bersama" ucap Aera sambil menggandeng lengan Aeril. Aeril yang di gandeng pun merasa risih dan ingin melepaskannya tetapi Aera langsung menariknya kembali.
Saat sudah sampai di kantin mereka berdua langsung memesan makanan dan setelah itu mencari tempat duduk.
Aeril dan Aera memakan makanan mereka dengan hikmat sampai Aera membuka percakapan.
"Kamu kenapa di kelas tidak ingin bersosialisasi Ril?" Tanya Aera penasaran karena Aeril selama di kelas selalu sendiri menghindari orang yang ingin bersosialisasi dengannya.
Aeril yang mendengar pertanyaan itu pun menoleh sebentar ke arah Aera lalu melanjutkan makanannya. Aera yang melihat itu pun hanya menghela nafas kasar.
"Sebenarnya ya Ril banyak yang ingin berteman sama kamu tetapi kamu seolah menjaga jarak dari yang namanya hubungan pertemanan. Mereka jadi ingin mendekat nya ragu-ragu karena kamu seperti itu. Tetapi aku percaya sebenarnya kamu ingin bukan berteman dengan mereka hanya saja ada alasannya mengapa tidak ingin berteman, bukan begitu?" Ucap Aera lalu melanjutkan memakan makanannya yang sempat tertunda.
Aeril yang mendengar itu pun menoleh ke arah Aera lalu menganggukkan kepalanya. Aera yang melihat ada respon pun tersenyum lebar.
"Mengapa?" Tanya Aera. Aeril tidak menjawab pertanyaan Aera itu.
"Baiklah, itu jadi alasan kamu. So, ingin berteman denganku?" Tanya Aera menjulurkan tangannya ke arah Aeril. Aeril yang melihat itu pun ragu-ragu sesaat lalu menjabat tangan Aera sebagai balasannya.
Aeril yang dari awal masuk kelas hingga sekarang selalu di dekati oleh Aera yang ingin berteman dengannya. Aera yang tak ada lelahnya menghadapi Aeril yang mempunyai sikap dingin pun akhirnya membuahkan hasil karena Aeril sudah menjadi temannya.
"Thanks" ucap Aera. Aeril menggelengkan kepalanya lalu menjawab.
"Sorry selama ini sikap aku seperti itu"
"No problem, entah mengapa selama ini aku ingin berteman denganmu Ril. Tapi akhirnya aku sudah jadi temanmu" ucap Aera girang. Aeril yang melihat teman barunya pun hanya bisa tersenyum.
Semoga keputusan aku gak salah, aku gak mau seperti dulu lagi. Batin Aeril.
"Oh iya by the way kita gak ada kelas lagi bukan?" Tanya Aera. Aeril menganggukkan kepalanya.
"Kamu mau mengantar aku ke jurusan bisnis?" Tanya Aera.
"Mengapa?" Tanya Aeril heran.
__ADS_1
"Hehee.. kekasih aku juga lagi gak ada kelas. Jadi mau tidak?" Ucap Aera tersenyum malu-malu.
"Ya udah" ucap Aeril.
"Gomawo Rill" ucap Aera senang. Aeril yang melihat itu pun hanya menggelengkan kepalanya.
Mereka berdua berjalan ke gedung bisnis yang agak jauh dari gedung musik.
Sesampainya di sana Aera langsung menuju ke arah kantin. Aeril yang sedari tadi mengikuti pun heran mengapa Aera langsung menuju ke kantin.
Setelah memasuki kantin, Aera langsung menarik lengan Aeril untuk menuju ke arah lelaki yang sedang duduk bersama teman-temannya itu.
"Ken-chan" sapa Aera kepada salah satu lelaki di sana. Lelaki yang di panggil pun menoleh untuk melihat orang yang memanggilnya.
Teman-teman lelaki tersebut tertawa terbahak-bahak saat mendengar panggilan salah satu temannya itu.
"Sini" ucap Ken. Aera yang di panggil pun melepaskan tangan Aeril lalu duduk di sebelah Ken kekasihnya.
Aeril yang melihat itu pun menoleh ke arah Vier. Vier yang terkejut karena kedatangan Aeril pun tersenyum lalu menarik Aeril untuk duduk di sebelahnya.
"Kenapa ke sini?" Tanya Vier saat Aeril sudah duduk di sebelahnya. Aeril tak menjawab malah ia menatap lekat wajah Vier. Vier yang di tatap pun terheran.
"Kenapa?" Tanya Vier. Aeril tak menjawab malah ia mengambil masker di tas nya lalu memasangkannya di wajah Vier. Vier yang tersadar akan tindakan Aeril pun langsung meminta maaf.
"Maaf" ucap Vier saat melihat Aeril terdiam. Aeril tidak menanggapi ucapan Vier tersebut.
Han, Sam, Ken dan Aera yang sedari tadi melihat mereka berdua pun terheran-heran. Han yang risih dengan suasananya pun mau tak mau memulai percakapan.
"Kenalin Aera kekasihku" ucap Ken memperkenalkan.
"Wohoo.. aku tak tau kalau Ken-chan sudah punya kekasih" ucap Han masih menggoda Ken.
"Hentikan panggilan itu Han" ucap Ken kesal.
"Mengapa?" Tanya Han.
"Cukup kekasih ku saja yang memanggilnya" ucap Ken.
"Bukannya aku kekasihmu juga Ken-chan" ucap Han sambil mengedipkan satu matanya ke arah Ken. Ken yang melihat itu pun tambah kesal.
"Sudahlah Ken-chan dia hanya bercanda, bukan begitu Han" ucap Aera. Han yang mendengar Aera menyebutkan namanya pun heran karena baru kali ini mereka berdua bertemu. Aera yang melihat keheranan Han pun menjelaskan.
"Ken-chan memberitahuku tentang kalian semua" ucap Aera. Han mengangguk.
"Sudah berapa lama hubungan kalian?" Tanya Han.
"Berjalan 3 tahun" ucap Aera.
"Wow" ucap Han terpukau. Ia terpukau karena orang seperti Ken bisa menjalani hubungan yang sangat lama.
"Biasa saja" ucap Ken menyentil dahi Han dengan keras.
__ADS_1
"Akhh.. aku hanya terpukau Ken-chan" ucap Han mengelus dahi yang tadi di sentil oleh Ken. Ken yang masih mendengar Han memanggil panggilan seperti itu pun hanya memutar bola matanya dengan malas. Aera terkekeh melihat kelakuan mereka yang seperti anak kecil itu.
Selagi mereka bercanda ria, beda lagi di seberang mereka duduk Aeril dan Vier sedari tadi terdiam tidak ada obrolan yang terdengar.
Aeril tiba-tiba berdiri lalu meninggalkan meja mereka. Vier yang melihat itu segera menyusul Aeril.
Han, Sam, Ken dan Aera yang melihat itu pun terheran. Ada apa dengan mereka berdua itu.
"Ada apa dengan mereka?" Tanya Han.
"Biarkan mereka berdua menyelesaikannya" ucap Sam.
"Aku jadi merasa tidak enak mengajak Aeril kemari kalau jadinya seperti itu" ucap Aera menyalahkan diri sendiri.
"Tak apa, mereka berdua pasti membaik lagi" ucap Ken.
"Iya Ra jangan seperti itu percayalah mereka baik-baik aja" ucap Han.
"Semoga" ucap Aera.
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Bersambung..
Min Ae Ra
__ADS_1
...Jangan lupa untuk selalu like dan komen!!!...