AERILYN (END)

AERILYN (END)
27. Festival


__ADS_3

...Kenapa dia berubah yah. Atau karena dia....


...~Aerilyn...


-


-


-


"Aerillllllll bangunnnnnn!" Teriak Alex berusaha membangunkan adik kesayangannya itu yang tak kunjung bangun.


"Astagaa, Rillll... Udah siang ini" ucap Alex menggoyang goyangkan tubuh Aeril.


"Hoammmm, apaan sih kak berisik bener" ucap Aeril memejamkan mata nya lagi.


"Woii dekk, sekolahh udah siang" ucap Alex menyingkirkan selimut di tubuh Aeril.


"Five minute again" ucap Aeril.


"Gak ada gak ada, cepetan bangun. Atau kakak siram pake air mau" ancam Alex.


Aeril yang tau gimana rasa nya di siram oleh Alex pun bergidik ngeri. Segera ia bangun dan memasuki kemar mandi meninggalkan Alex yang tersenyum penuh kemenangan.


Tak butuh waktu lama untuk Aeril menyelesaikan ritual mandi pagi nya. Ia segera turun dari kamar nya menuju meja makan.


Di sana sudah terdapat Alex yang sedang menatap nya. Tetapi tidak ada Mama dan Papa nya.


"Kemana Mama dan Papa kak?" Tanya Aeril setelah sampai meja makan.


"Udah duluan, kamu geh kesiangan bangun nya" ucap Alex.


"Ya kan gak tau hehee" ucap Aeril menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


Setelah mereka berdua sarapan. Aeril dan Alex mengendarai mobil nya menuju ke sekolah.


Selama di perjalanan tatapan mata Aeril kosong, seperti ada sesuatu yang membebankan pikirannya.


"Kamu kenapa?" Tanya Alex.


Tidak ada jawaban pun, Alex meminggirkan mobil nya di pinggir jalan.


"Rill" panggil Alex memegang bahu Aeril.


"Eh iya kak kenapa berhenti" ucap Aeril kaget.


"Kamu kenapa?" Tanya Alex lagi.


"Gak papa kok kak" ucap Aeril mengalihkan pandangannya ke luar jendela mobil.


"Kakak gak suka yah kamu bohong" ucap Alex tegas.


Aeril yang mendengar itu pun mau tak mau berusaha untuk menceritakan nya.


"Iya maaf kak, kemarin itu aku chat Riel tapi sampe sekarang dia gak bales chat aku. Kenapa yah kak?" Tanya Aeril.


Alex yang mendengar itu pun hanya menghela nafas nya gusar. Dan mengelus rambut Aeril penuh kasih sayang.


"Mungkin dia ada urusan. Nanti kamu tanya aja coba sama dia" ucap Alex berusaha menenangkan Aeril.


"Ya udah deh, yok kak jalan lagi" ucap Aeril kembali ceria.


Sesampainya di sekolah. Terlihat sekolah sudah sepi karena bel masuk telah berbunyi lima menit yang lalu.


Aeril dan Alex pun telat tetapi mereka langsung buru-buru menuju ke kelas nya masing-masing.

__ADS_1


Aeril sampai di depan kelas nya dan mengetuk pintu lalu ia memasuki kelas nya.


Setelah Aeril memasuki kelas, pandangan mata semua murid tertuju kepada nya.


"Kirain guru, gak tau nya Lo Ril" ucap salah satu teman nya. Aeril hanya menanggapi dengan senyuman.


Aeril menuju ke kursi nya, sebelum itu ia memandang ke arah Riel yang sedang bersanda gurau dengan murid baru yang bernama Anezka.


Ia merasa ada perasaan sesak di dada nya melihat kedekatan mereka berdua.


Max yang melihat arah tatapan Aeril tertuju pada Riel pun mengepalkan tangannya.


Aeril langsung duduk di sebelah Max dan mengeluarkan hp nya mendengarkan musik menggunakan aerphone.


Guru yang sedari tadi mereka tunggu pun belum kunjung datang. Ketua kelas langsung menuju ruang guru untuk mempertanyakan ada tugas atau tidak.


Tak lama ketua kelas memasuki kelas dengan wali kelas nya.


"Selamat pagi anak-anak" sapa Wali kelas mereka yang bernama Pak Rio.


"Pagi pak" ucap mereka serempak.


"Pagi ini kita tidak akan belajar karena 3 hari dari sekarang sekolah ini akan mengadakan festival setiap 3 bulan sekali" ucap Pak Rio.


"Yess, gak belajarrr" ucap salah satu teman sekelas.


"Jadi kita akan mengadakan drama musikal setiap kelas, ada juga berbagai lomba. Nah untuk yang mau mengikuti lomba kalian bisa mengisi formulir nya ke ketua kelas" ucap Pak Rio.


"Untuk drama musikal harus mengirim judul drama yang ingin di pentaskan secepat mungkin ke saya. Itu aja, ada pertanyaan?" Tambah Pak Rio.


"Kalo misalkan kita ikut lomba terus ikut drama juga gak papa pak?" Tanya salah satu teman sekelas nya.


"Tidak papa, asalkan kondisi kesehatan kalian sehat. Ada pertanyaan lagi?" ucap Pak Rio.


Semua murid di kelas itu menggelengkan kepala nya.


Teman sekelas Aeril langsung berdiskusi. Ketua kelas maju ke depan kelas untuk mendata siapa saja yang mengikuti festival.


"Jadi kita mau buat drama apa?" Tanya ketua kelas yang bernama Robi.


"Gimana kalo drama Cinderella" ucap sekretaris yang bernama Mia.


"Hmm, boleh juga. Tapi siapa yang jadi Cinderella dan pangeran nya?" Tanya Robi.


"Gimana kalo Aeril dan Riel aja. Cocok kan mereka" ucap salah satu teman sekelas nya bernama Rini.


"Betul juga tuh. Tanya dulu yah sama mereka" ucap Robi diangguki oleh mereka semua.


"Aeril, Riel. Kalian berdua jadi Cinderella dan pangeran yah" ucap Robi.


Aeril dan Riel saling menatap satu sama lain. Lalu Riel menjawab.


"Ya udah" ucap Riel.


"Kalo Lo Ril mau gak?" Tanya Robi.


"Ya" ucap Aeril singkat.


"Sipp, jadi pemeran utama nya udah tinggal kakak tiri Cinderella sama mama nya" ucap Robi.


"Kok Lo kaya nya paham bener sih Rob sama cerita Cinderella" ucap Mia heran.


"Ya..ya kan gue pernah nonton film nya" ucap Robi malu-malu.


"Hahaaa kirain gue lo gak suka begituan gak tau nya suka juga hahaa" ledek Mia. Robi terlihat wajah nya memerah karena malu.

__ADS_1


"Udah udah gak kasihan kalian ini sama sahabat gue" ucap Dion merangkul Bahu Robi.


"Ya udah siapa yang karakter mereka" ucap Robi lagi.


"Gimana kakak tiri 1 Dea lalu kakak tiri 2 Lo Rini" ucap Robi menunjuk Dea dan Rini.


"Kok gue sih" bantah Rini.


"Ya Lo keliatan muka Lo galak gitu hahaaa" ledek Robi.


"Lo ini yahh, gak mau gue" ucap Rini.


"Lo sihh gak mau kan Rini nya. Kalo Lo gimana Dea" ucap Mia.


"Ya udah" ucap Dea.


"Ayolah Rinn, nanti di traktir Robi beli ice cream mau gak" ucap Mia.


"Beneran?" Tanya Rini kepada Mia.


"Iya. Ya kan Rob" ucap Mia menyenggol lengan Robi.


"Eeh kok guee. Ya udah deh ntar gue traktir" ucap Robi karena di tatap tajam oleh Mia.


"Nah tinggal Mama tiri nya siapa nih" ucap Robi.


"Gimana kalo Anez aja" ucap Dion.


"Gimana Nez mau gak?" Tanya Robi.


"Ya udah" ucap Anez tersenyum.


"Nahh sipp yang jadi peri nya Lo aja yah Mia" ucap Robi. Diangguki oleh Mia.


"Okee sipp. Tinggal yang mau ikut lomba silakan daftar ke gue" teriak Robi kepada satu kelas.


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2