AERILYN (END)

AERILYN (END)
44. AlMaViR


__ADS_3

...Kebersamaan bersama sahabat bisa membuat beban yang kita pikul terasa ringan....


...~Ar...


-


-


-


Keesokan harinya,


Hari dimana semua nya berbeda, situasi yang berbeda, dan kondisi yang berbeda merubah segalanya.


Alex yang baru bangun dari tidur nya merasakan kepala nya sangat pusing dan berat.


"Akhh pala gue" ucap Alex berusaha untuk mengingat mengapa kepala nya sangat pusing.


"Kenapa gue di bisa dirumah, siapa yang bawa gue pulang" monolog Alex. Kepala Alex masih sangat pusing jadi ia tiduran di kasur untuk menstabilkan kepalanya yang sangat pusing.


Setengah jam kemudian, Alex berusaha bangun walaupun masih sedikit pusing kepalanya.


Ia berjalan ke kamar mandi untuk mandi karena tubuh ia bau akan alkohol.


Setelah itu Alex melangkah ke dapur untuk sarapan walaupun hari sudah siang. Ia juga tidak sekolah karena hari sudah siang. Axella juga tidak membangunkannya.


Alex menuju meja makan dan langsung memakan makanan yang ada di meja tersebut.


Setelah itu Alex berjalan ke kamar nya lagi karena kepalanya masih pusing. Ia tiduran di ranjangnya saja sampai ia terlelap juga.


Di kantin,


Max, Vier dan Regan sedang makan makanan mereka. Suasana di meja mereka pun terasa canggung karena tidak ada yang berbicara sedari tadi.


Setelah menghabiskan makanan nya, tetap saja tidak ada yang memulai pembicaraan sampai Regan yang memulai.


"Kalian mau ke rumah Alex gak?" Tanya Regan. Vier hanya mengangkat alis nya satu seakan menanyakan kenapa.


"Gue ketemu Alex tadi malem dan dia mabuk berat karena Aeril" ucap Regan. Max yang mendengar itu pun terkejut. Setau dia baru kali ini Alex meminum minuman beralkohol.

__ADS_1


"Gue ikut" ucap Max diangguki oleh Vier. Regan hanya menganggukkan kepalanya.


Skipp


Max, Vier dan Regan memasuki rumah Alex. Tetapi tidak ada yang membukakan pintu nya. Sampai Max membuka pintu dan langsung masuk begitu saja diikuti Vier dan Regan.


Sesampainya di depan kamar Alex, Max mengetuk pintu nya tetapi tidak ada sahutan sang pemilik kamar.


Lalu Max lagi-lagi langsung membuka kamar nya yang ternyata tak terkunci. Mereka memasuki kamar Alex yang ternyata pemilik kamar nya sedang tidur nyenyak.


"Astagaa enak-enakan dia tidur rumah gak di kunci, gimana kalo ada maling coba" ucap Regan menggelengkan kepala nya. Padahal rumah Alex terdapat penjaga gerbang di depan rumah nya walaupun rumah nya tidak dikunci.


"Gimana mau dibangunin aja tah?" Tanya Regan.


"Dah gak usah" ucap Max lalu duduk di sofa dan menyalakan tv di kamar Alex.


Vier pun duduk di sebelah Max sambil memainkan hp nya. Sedangkan Regan ia tiduran di karpet bulu di bawah sofa tersebut.


Lama sang pemilik kamar untuk bangun. Tak sadar Max, Vier dan Regan pun tertidur dengan tv yang masih menyala.


Sore menjelang malam, Alex terbangun dari tidurnya dan mendapati tv nya yang sedang menyala. Lalu ia melangkah kan kaki nya untuk mematikan tv tersebut tetapi alangkah terkejutnya ia karena para sahabatnya sedang tertidur pulas di sofa dan di karpet berbulu nya.


"Sejak kapan mereka di sini" ucap Alex lalu ia pergi ke kamar mandi. Setelah selesai ia membangunkan para sahabatnya nya itu.


"Woii bangun pada" ucap Alex sedikit berteriak. Sedangkan yang diteriakkan tidak ada yang membuka matanya.


"Pada kebo tah mereka ini susah bener di bangunin" ucap Alex. Padahal ia sendiri sangat susah untuk di bangunkan.


"Ahh gue punya ide" ucap Alex tersenyum jahil. Lalu ia ke kamar mandi untuk membawa air segayung lalu ia cipratkan ke wajah mereka bertiga satu-satu.


"Ahh hujann" teriak Regan bangun dari tidur nya. Sedangkan Vier terkejut lalu ia menetralkan lagi wajahnya.


"Hujan woii, mana payung" ucap Max belum sepenuhnya sadar. Sedangkan Alex tertawa terpingkal-pingkal melihat ekspresi sahabatnya itu.


Mereka bertiga melihat ke arah Alex yang sedang tertawa lalu mereka berlari menerjang Alex. Alex yang kaget pun langsung menjatuhkan gayung nya dan lari keluar kamar.


Mereka pun berlari-larian mengejar Alex. Dari Regan yang kesandung karpet. Max yang membawa gayung yang terjatuh tadi. Sedangkan Vier ia tidak membawa apa-apa.


Mereka pun berlarian sampai suara seseorang mengejutkan mereka.

__ADS_1


"Astagaa kalian ini udah besar tapi kelakuan kaya anak TK" omel Axella yang baru datang bersama Axellio.


Alex, Max, Vier dan Regan pun seketika berhenti karena malu. Apalagi Vier yang muka nya sudah memerah karena malu.


"Kamu Max kenapa bawa gayung hah, mau mandi apa kamu" omel Axella lagi. Max hanya menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Sekarang kalian bersihkan tubuh kalian lalu ke bawah untuk makan malam" omel Axella lagi. Mereka bertiga hanya menurut lalu melangkahkan kaki nya ke lantai 2.


"Astagaa kenapa mereka itu" ucap Axella mengelus dada nya. Sedangkan Axellio hanya tersenyum saja melihat tingkah istrinya kepada mereka bertiga.


"Kenapa kamu senyum-senyum?" Tanya Axella memicingkan matanya.


"Gak papa" ucap Axellio tersenyum lagi.


"Gak papa yah" ucap Axella ikut tersenyum manis. Axellio yang melihat itu pun menelan ludah nya.


"Sekarang kamu bantu aku masuk buat mereka" ucap Axella.


"Ta.."


"Tidak ada tapi-tapian" tegas Axella lalu menyiapkan makan malam.


-


-


-


-


-


-


-


-


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2